• en

Konstruksi dan Bangunan

Sektor bangunan dan konstruksi Indonesia sedang mengalami pertumbuhan berkelanjutan, dengan adanya peningkatan pengeluaran dari pihak swasta maupun pemerintah.

Sektor bangungan dan konstruksi adalah salah satu sektor terkuat yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Studi yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor konstruksi berada di posisi ketiga sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor konstruksi yang berkembang menjadikan perekonomian Indonesia pada tahun 2017 tumbuh sebesar 5.01% dan PDB sebesar 10.38%, lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Sorotan

  • Pada tahun 2018, total proyek konstruksi di Indonesia, tidak termasuk sektor minyak dan gas, diprediksi berharga sebesar IDR 451,337 miliar (USD 32.2 miliar).
  • Sektor konstruksi Indonesia tumbuh sebesar 7-8% per tahun.
  • Proyek-proyek infrastruktur di Indonesia adalah kunci untuk meningkatkan sektor konstruksi di Indonesia. 
  • Antara tahun 2017 dan 2022, pasar konstruksi Indonesia diprediksi tumbuh sebesar 6.6%.
  • Pada tahun 2017, sektor konstruksi berkontribusi sebesar 10.38% dari PDB.
  • Konstruksi sipil akan bertumbuh lebih jauh sebesar 4% menjadi  IDR 293,827 miliar (USD 21 miliar) pada tahun 2018.
  • Konstruksi bangunan (terutama di sektor rumah tinggal dan industri) diproyeksi bertumbuh sebesar 1% pada tahun 2018 menjadi IDR 157,511 miliar (USD 11.3 miliar).
  • Konsumsi semen tahunan per kapita di Indonesia adalah sekitar 200 kilogram.
  • Indonesia merupakan negara Asia teratas untuk pertumbuhan pasar konstruksi.

Pertumbuhannya Tak Terhindarkan

Total proyek konstruksi di Indonesia pada tahun 2018, tidak termasuk sektor minyak dan gas, diprediksi mencapai IDR 451,337 miliar (USD 32.2 miliar) pada tahun 2018—65% berada di area sipil dan 35% di sektor bangunan.

Selain itu, keseluruhan sektor konstruksi di Indonesia terus tumbuh sebesar 7-8% per tahun, didorong oleh proyek-proyek energi dan rumah tinggal serta investasi infrastruktur di berbagai kota di Indonesia. Ini menyebabkan tingginya permintaan untuk industri konstruksi. Fokus terhadap perkembangan infrastruktur transportasi, sumber air dan konstruksi unit rumah tinggal dengan harga terjangkau akan menjadi penggerak kunci untuk industri ini, didukung oleh Program Pengembangan 2015-2019, sebagai rencana pemerintah Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur transportasi Indonesia.

Indonesia memiliki peringkat tinggi sehubungan dengan pertumbuhan pengeluaran untuk konstruksi, serta juga pasar konstruksi paling menguntungkan kedua di Asia, menurut Asia Construction Outlook. Pengeluaran Indonesia untuk konstruksi diperkirakan merangkak naik sekitar 5.2% per tahun selama 2018-2019, di atas rata-rata regional sebesar 4.4%. Perusahaan-perusahaan konstruksi asing telah memasuki pasar bangunan dan konstruksi Indonesia selama beberapa tahun, termasuk dari Jepang dan India.

Proyek-Proyek Bangunan dan Konstruksi di Indonesia

Menurut Asosiasi Konstruksi Indonesia (AKI), sektor swasta mengembangkan hingga 65% dari seluruh proyek konstruksi. Beberapa tahun ke depan akan menjadi kesempatan luar biasa bagi kebanyakan pemain pasar dalam sektor ini karena pemerintah Indonesia menargetkan untuk memulai beberapa proyek infrastruktur besar. Informasi dari Oxford Business Group menunjukkan bahwa proyek-proyek ini mencakup 2,600 km jalan raya, 5,500 km rel kereta, 49 bendungan dan 24 pelabuhan laut, 1,000 km jalan tol, dan pabrik listrik dengan total kapasitas sebesar 35,000 MW.

Di atas semua itu, di bawah master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi (MP3Ei) untuk tahun 2011-2025, Pemerintah Indonesia memperkirakan sebesar IDR 2.55 triliun (USD 181.8 miliar) disiapkan untuk investasi infrastruktur. Investasi ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di bawah enam koridor ekonomi baru di seluruh Indonesia. Proyek-proyek infrastruktur besar mencakup:

  • Jalan tol Trans-Sumatra
  • Jalan tol Cibitung-Cilincing
  • Kereta cepat Halim–SoekarnoHatta
  • Kereta Trans-Sulawesi
  • 10 bandar udara baru
  • Pelabuhan Kali Baru, Pelabuhan Bitung, dan Pelabuhan Cimalaya

Semen untuk Bangunan dan Konstruksi

Dengan adanya upaya pemerintah untuk mendukung perkembangan infrastruktur negara, penjualan bahan bangunan, terutama semen, diharapkan melonjak, dan optimisme terhadap perusahaan semen di Indonesia tetap positif. Total penjualan semen di Indonesia telah mencapai 95-97 juta ton pada tahun 2017, dengan pertumbuhan pasar sebesar 10%.

Semen Indonesia, produsen semen terbesar di Indonesia yang mengendalikan 41% pasar semen domestik, meningkatkan kapasitas produksi semen tahunannya menjadi 37 juta ton pada tahun 2017. Peningkatan produksi dari sebelumnya 32-33 juta ton memenuhi kebutuhan akan semen yang terus meningkat.

Lanjutkan Membaca

Hak Kepemilikian Properti di Bali bagi Orang Asing

Akunting dan Pelaporan Pajak di Indonesia

Silakan isi form di bawah ini dan hubungi kami untuk mendapatkan penawaran gratis untuk memasuki pasar Bangunan dan Konstruksi di Indonesia.