• en

Minyak dan Gas

Sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat baik sebagai sumber minyak mentah dan gas.

  • Indonesia memiliki cadangan minyak yang sudah terbukti dengan jumlah 4,2 miliar barel dan merupakan produsen minyak terbesar ke-21, terhitung sekitar 1,2% untuk produksi minyak dunia.
  • Memiliki cadangan terbukti 13 terbesar gas untuk pada 3,001 triliun meter kuadrat.
  • Berada di peringkat 4 di antara eksportir LNG pada 2013, menyusul Qatar, Malaysia dan Australia.
  • Merupakan produsen dunia ke 8 terbesar gas alam pada tahun 2013.
    It was the world’s 8th largest natural gas producer in 2013.
  • Kegiatan usaha Gas Indonesia Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan dilakukan berdasarkan Production Sharing Contract (PSC).

Untuk konsumsi bensin yang tinggi, Indonesia memegang pangsa pasar yang besar di industri minyak dan gas. Pendapatan dari industri minyak dan gas pada tahun 2011 memberikan kontribusi lebih dari 20% untuk pendapatan domestik, peningkatan yang signifikan jika diabndingkan tahun-tahun sebelumnya.

Indonesia adalah salah satu eksportir minyak terbesar di dunia dan bahkan telah menjadi anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak). Namun, cadangan minyak di Indonesia mulai menyusut. Menurut laporan dari BPS, dengan kapasitas produksi saat ini 840.000 barel per hari dan hanya memiliki 3,7 juta barel cadangan, Indonesia hanya akan bertahan untuk 10-11 tahun. Dengan peningkatan konstan dalam penggunaan minyak dan permintaan di pasar domestik, Indonesia harus secara resmi menangguhkan keanggotaan OPEC pada bulan September 2008 ketika menjadi importir bersih minyak. Banyak upaya yang dilakukan untuk mencari lebih banyak sumber minyak.

Menurut Investasi Minyak dan Gas di Indonesia dan Perpajakan Panduan PwC, Indonesia memegang cadangan minyak 4,2 miliar barel (30 cadangan terbukti terbesar di dunia) dan merupakan produsen minyak terbesar ke-21, terhitung sekitar 1,2% untuk produksi minyak dunia.

Indonesia sebagai penghasil minyak dan gas

Indonesia memiliki 13 cagar alam yang terbukti  sebagai penghasil gas  terbesar di angka 3,001 triliun meter kuadrat dan sekarang merupakan global produsen gas alam dalam peringkat 8. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu eksportir gas terbesar di dunia. Meskipun memiliki cadangan yang baik dan penggunaan terus bertumbuh, namun telah timbul masalah karena kurangnya infrastruktur di Indonesia. Maka produksi gas tidak bisa bersaing dengan pesatnya pertumbuhan permintaan karena pergeseran dari penggunaan minyak ke penggunaan gas. Sehingga memaksa pemerintah untuk mengekspor produksi. Menurut Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, pada tahun 2012, hanya 45,5% untuk total produksi digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Ekspor masih berkisar 47,8% dengan total konsumsi di Indonesia untuk produk olahan minyak bumi, terhitung sekitar 1,322 juta barel per hari. Menurut Badan Intelijen Pusat, pada 2010 Indonesia dikonsumsi 39,56 miliar meter kubik gas alam, membuat 24 peringkat secara global.

Indonesia juga merupakan eksportir LNG terbesar keempat di tahun 2013, setelah Qatar, Malaysia, dan Australia. Tiga fasilitas LNG yang ada berbasis di Arun, Aceh, Bontang di Kalimantan Timur, dan Tangguh di Papua Barat. Untuk meningkatkan produksi, maka terdapat sejumlah proyek LNG baru untuk berbagai tahap pembangunan. Pada tahun 2014 tiga kilang LNG tambahan sedang dibangun. Proyek lain direncanakan untuk tahun 2015 di mana PT. PGN akan membangun pipa gas sepanjang 34km di Semarang, Jawa Tengah. Proyek-proyek baru yang berpotensi akan membantu memperluas basis pelanggan LNG Indonesia ke China dan pantai barat Amerika Serikat.

Kegiatan eksplorasi dan produksi

Hulu Minyak Indonesia dan Kegiatan Usaha Gas (kegiatan eksplorasi dan produksi) dilakukan berdasarkan Kontrak Bagi Hasil (PSC) yang diadopsi oleh banyak negara berdaulat di seluruh dunia, termasuk eksportir minyak serta beberapa produsen minyak. Eksplorasi adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mencari cadangan minyak dan gas baru. Jika eksplorasi menemukan cadangan minyak dan gas yang cukup menguntungkan untuk dikembangkan, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan produksi, yaitu serangkaian kegiatan untuk “mengangkat” cadangan minyak dan gas yang ditemukan dan transportasi ke titik penjualan. Model ini menerapkan mekanisme dimana perusahaan minyak dan gas oil yang mendapat kontrak bagi hasil atau kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) akan menanggung semua pengeluaran awal kegiatan usaha hulu migas. Pengeluaran tersebut akan dibayarkan jika wilayah kerja mereka memasuki tahap produksi. Jika kegiatan usaha tidak berhasil, maka semua biaya yang timbul akan sepenuhnya ditanggung kontraktor. Pada tahun 2009, pemerintah menandatangani 18 PSC untuk blok eksplorasi dan satu PSC baru untuk blok produksi.

 

Anda dapat terus membaca tentang…

Cara Membuat Izin Usaha Tetap di Indonesia

Bagaimana memilih jenis yang tepat untuk Visa di Indonesia?

 

Jangan sungkan untuk menghubungi kami bila Anda membutuhkan penjelasan mengenai sektor minyak dan gas di Indonesia.

Isilah formulir di bawah ini dan kami akan membantu Anda.

Full name *

Email *

Phone Number *

Country *

Business Field


Thank you for your interest about our service. To be able provide you complete comprehensive respond on your inquiry, please provide us more details about your inquiry and phone number to make easy our future communication.

Message *