• en

Teknologi Informasi

Teknologi Informasi di Indonesia telah dengan signifikan  bertumbuh dan berkembang, diikuti dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang semakin mengerti akan penggunaan internet.

  • Indonesia telah menjadi konsumen IT terbesar di Asia Tenggara dan peringkat ke-19 secara global.
  • Internet di Indonesia akan memberikan kontribusi 2,5 persen terhadap GDP pada 2016, naik dari hanya 1,6 persen pada 2011.
  •  Pasar domestik e-commerce akan bernilai US $ 24 miliar pada 2016.
  • Sebuah portofolio asing e-commerce perusahaan berhasil menarik 250.000 pengunjung setiap hari di Indonesia.
  • Nota Kesepahaman kerjasama ilmiah dan teknologi bilateral telah ditandatangani oleh Indonesia dan negara-negara lain.

Teknologi Informasi Indonesia

Kondisi geografi di Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau, membuat pemasangan kabel / infrastruktur digital menjadi sulit dan mahal. Jaringan telepon hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, sehingga penggunaan internet broadband masih rendah di daerah terpencil.

Dari 240 juta orang yang tinggal di Indonesia, sekitar 51 persen tinggal di daerah perkotaan dan 49 persen di daerah pedesaan. Meskipun kesulitan dalam mengakses internet, Indonesia memiliki persentase:

  • Pemakai internet sebesar 24 persen, yang sama dengan 63 juta pengguna internet
  • 25 persen penetrasi jaringan sosial dengan 42,5 juta pengguna Facebook (tertinggi ke-4 di dunia)
  • 5,7 juta pengguna Twitter (tertinggi ketiga di dunia) dengan 15% dari tweet di dunia

Jakarta memiliki tingkat penetrasi untuk penggunaan ponsel sebesar 112 persen dengan total 266 juta pelanggan mobile, dan 4 pasar terbesar  ponsel dunia.

Sebagai negara berkembang, Indonesia bekerja untuk memajukan perekonomian negara dengan meningkatkan investasi di sektor teknologi informasi. Data dari Departemen Keuangan menunjukkan peningkatan sekitar 18,24% – setara dengan US $ 219.000.000 – di Central Government ICT Expenditure pada tahun fiskal 2009-2010 untuk konektivitas fisik.

Menurut Cekindo Bisnis Grup, perkembangan pesat ini di sektor teknologi informasi, dipengaruhi oleh konsumsi massa, urbanisasi, lonjakan penggunaan ponsel, dan penduduk muda yang haus akan teknologi, sehingga memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Sementara itu terdapat potensi yang menjanjikan untuk pasar digital di Indonesia. Namun juga menciptakan kekhawatiran besar bagi keamanan cyber di Indonesia, yang harus dikembangkan di tangan-tangan dengan tren e-commerce ini.

Menurut International Data Corporation, Indonesia telah menjadi konsumen terbesar IT di Asia Tenggara dan peringkat ke-19 secara global dalam hal belanja. Sektor publik berinvestasi besar dalam meningkatkan infrastruktur internal namun sektor swasta tidak begitu baik dalam meningkatkan layanan pelanggan dan unggul dalam persaingan kompetitif di pasar. Hal ini penting untuk keduanya karena pada tahun 2025, Indonesia akan memiliki 125 juta pengguna internet.

Deloitte memperkirakan bahwa internet di Indonesia akan memberikan kontribusi sebesar 2,5 persen terhadap GDP pada tahun 2016. Yang mana naik dari hanya 1,6 persen pada tahun 2011. Ini merupakan kontribusi yang lebih besar dari gas cair alam, yang hanya menyumbang 1,45 persen terhadap PDB dan ekspor peralatan elektronik dan listrik di 1,51 persen. Hal ini juga tiga kali lebih besar dari kontribusi manufaktur kayu. tren yang sedang berkembang saat ini adalah bagaimana mendorong masyarakat Indonesia untuk membeli ponsel pintar, berlangganan paket data bulanan, dan melakukan pembelian secara online.

E-commerce mulai merambah untuk pasar kosmetik

Penelitian yang dilakukan oleh E-Commerce Association Indonesia dan Google menemukan bahwa e-commerce pasar domestik akan tumbuh menjadi US $ 24 miliar pada tahun 2016. Pada tahun 2010 e-commerce hanya US $ 230 juta, atau kurang dari 0,1 persen GDP. Kemudahan mencari informasi dari rumah dan membuat pembayaran elektronik adalah salah satu alasan untuk pertumbuhan besar dalam e-commerce. Sekarang dengan UU No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan (UU Perdagangan), warga dilindungi ketika menggunakan transaksi elektronik atau berbisnis di internet.

Lazada, perusahaan e-commerce asing, berhasil menarik 250.000 pengunjung setiap hari di Indonesia. Lazada diluncurkan pada 2013 dengan biaya startup dari US $ 100 juta. Sekarang Lazada diposisikan sebagai salah satu bisnis top e-commerce di Indonesia, bersaing dengan Rakuten, Bhinneka, OLX dan Zalora.

Untuk pengembangan teknologi, bilateral Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Indonesia dengan sejumlah negara. Yaitu Jepang, Tunisia, Amerika Serikat, Republik Korea, dan Republik Mozambik.

 

Lanjutkan membaca…

Pertumbuhan teknologi yang cepat menawarkan kesempatan besar di Indonesia

Cara Berinvestasi dan Berbisnis di Indonesia

 

Jangan sungkan untuk menghubungi kami bila Anda membutuhkan penjelasan mengenai Teknologi Informasi  di Indonesia.

Isilah formulir di bawah ini dan kami akan membantu Anda.

Full name *

Email *

Phone Number *

Country *

Business Field


Thank you for your interest about our service. To be able provide you complete comprehensive respond on your inquiry, please provide us more details about your inquiry and phone number to make easy our future communication.

Message *