• en

Pengelolaan Limbah

Sejumlah kota di Indonesia menghadapi masalah serius mengelola limbah padat (LPP)

  • Indonesia menghadapi masalah serius mengenai Municipal Solid Waste (Limbah Padat Perkotaan/LPP). Perkiraan LPP meningkat 2 sampai 4% per tahun.
  • Setiap daerah di Indonesia menghasilkan 0,76 kg per hari LPP dan pada tahun 2010, total LPP yang dihasilkan adalah sekitar 65,9 juta ton.
  • Indonesia hanya memiliki sekitar lima ratus tempat pembuangan utama dengan total kapasitas harian sekitar 23.204 ton.
  • Tahun 2010-2014, Direktorat Jenderal Cipta Karya mengatakan anggaran untuk pengelolaan sampah adalah US $ 0,48 miliar.
  • Pemerintah melalui UU 18/2008 menyatakan bahwa tujuan yang baru untuk kebijakan pengelolaan sampah adalah dalam bentuk pengelolaan limbah padat.

Seperti banyak kota di negara berkembang, volume LPP di Jakarta dan lain-lain kota-kota besar Indonesia meningkat secara signifikan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan ekonomi. Perkiraan LPP di Indonesia meningkat 2 – 4% per tahun. Indonesia masih membutuhkan solusi yang baik untuk pengelolaan sampah.

Penduduk Indonesia tumbuh sekitar 1,5% per tahun dari 205 juta di tahun 2000 menjadi 253 juta pada tahun 2014. Sebagai konsekuensi dari tingkat urbanisasi yang tinggi, maka lebih dari setengah dari penduduk tinggal di daerah perkotaan. Menurut Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), setiap warga Indonesia menghasilkan 0,76 kg / hari LPP. Dengan demikian, total LPP diproduksi pada 2014 itu lebih dari 70 juta ton. Jumlah itu dua kali lipat dibandingkan tahun 2006. Masalah pengelolaan sampah dan pembuangan telah menjadi masalah utama. Hampir semua tempat pembuangan sampah awalnya dirancang sebagai tempat pembuangan sampah yang dikontrol, beberapa dari tempat pembuangan samppah bahkan berfungsi sebagai sanitasi tempat pembuangan akhir. Bahkan, semua itu dioperasikan sebagai “pengendalian sampah”. Ini berarti tidak ada pengelolaan yang dilakukan pada limbah yang masuk, kontrol tanah yang tidak teratur, banyak pemulung yang mengambil sampah, pengelolaan yang tidak memadai dan gas TPA yang dilepaskan ke atmosfer tanpa penyaringan.

Pengelolaan limbah dan pembuangan sampah

Meskipun pembuangan limbah tidak diizinkan di tempat pembuangan sampah, namun hal itu dilakukan oleh pemulung. Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (MoCSM) memperkirakan 5 sampai 6 ribu orang-orang ini tinggal dan bekerja di daerah Bantar Gebang yang terletak di Jakarta. Pada tahun 2008 diperkirakan bahwa negara Indonesia memiliki sekitar 1,2 juta pemulung. Indonesia hanya memiliki sekitar 500 tempat pembuangan pusat (TPA) dengan total kapasitas harian sekitar 23.204 ton. Dengan total LPP dihasilkan adalah sekitar 65.9 juta ton pada tahun 2010, ini berarti Indonesia hanya dapat memproses sekitar 13 persen dari semua LPP.

Bahkan dengan perkembangan teknologi saat ini, Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara maju seperti di Eropa dan Amerika. Kebutuhan sistem pengelolaan sampah yang baik dengan cepat meningkat sebagai kesadaran akan kesehatan di Indonesia. Untuk 2010-2014, anggaran Direktorat Jenderal Cipta Karya ‘untuk pengelolaan sampah adalah sebesar US $ 0,48 miliar. Pada tahun 2014 anggaran untuk pengelolaan sampah adalah sebesar US $ 0,015 miliar. Kemudian naik dari hanya US $ 0,023 miliar pada tahun 2010. Dengan pinjaman sebesar US $ 100 juta dari Pemerintah Jerman, Indonesia berencana membangun tempat pembuangan pusat di Jawa (Malang, Jambi, Jombang, Sidoarjo , dan Pekalongan).

Namun, tujuan baru dari pengelolaan limbah padat berdasarrkan peraturan no. 18/2008 adalah mengendalikan kuantitas limbah dengan Reduce, Reuse dan Recycle (3R). Dengan mendefinisikan tanggung jawab produsen barang dalam mengendalikan limbah, dan gagasan bahwa limbah memiliki nilai ekonomi. pemerintah menganggarkan US $ 2 juta dalam 2010-2014 untuk mendidik masyarakat Indonesia tentang 3R. The Japan International Cooperation Agency juga bergabung untuk membantu Pemerintah Indonesia menjalankan program ini.

 

Lanjutkan membaca…

Isu budaya berbisnis di Indonesia

Perusahaan Ceko berpartisipasi di InaGreen Tech fair di Jakartta, Indonesia

 

Jangan ragu untuk menghubungi kami bila Anda membutuhkan penjelasan mengenai sektor pengelolaan limbah di Indonesia.

Isilah formulir di bawah ini dan kami akan membantu Anda.

Full name *

Email *

Phone Number *

Country *

Business Field


Thank you for your interest about our service. To be able provide you complete comprehensive respond on your inquiry, please provide us more details about your inquiry and phone number to make easy our future communication.

Message *