• en
  • id
  • zh-hans

Energi Terbarukan

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki banyak laut yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin lepas dan konstruksi pabrik hydropower lepas pantai.

Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dengan konsumsi energi sebesar 40% di kawasan ini. Permintaan akan energi di negara kepulauan ini meningkat 80%, dan kebutuhan akan listrik dapat meningkat tiga kali lipat antara tahun 2015 dan 2030. Dengan meningkatnya ketergantungan akan produk petroleum impor dan batu bara domestik, lebih banyak solusi energi terbarukan telah dimulai di Indonesia. Pemerintha Indonesia berencana untuk menembus 23% dan 31% penggunaan energi pada tahun 2025 dan 2050.

Sorotan

  • Indonesia memiliki potensi campuran energi yang besar dan terbarukan.
  • Indonesia mengendalikan sekitar 40% cadangan geotermal dunia. Total investasi sektor swasta oleh Independent Power Producers diharapkan mencapai IDR 155.4 triliun (USD 11.11 miliar).
  • Energi terbarukan dapat membantu Indonesia menghemat hingga IDR 741.5 miliar (USD 53 miliar) per tahun pada tahun 2030.
  • Pemerintah akan meningkatkan persentase penggunaan energi terbarukan untuk mencapai 17% dari total energi nasional pada tahun 2025.

Energi Terbarukan Potensial Saat Ini

Bersama dengan beberapa potensi hydropower dan geotermal terbesar dunia, Indonesia memiliki sumber daya melimpah untuk solar, lautan, angin dan pengembangan energi bio, seperti biomass/bio-residues, karena banyaknya area pertanian di Indonesia. Keuntungan tambahan lainnya adalah bahwa Indonesia memiliki sumber daya melimpah untuk cahaya matahari sepanjang tahun. Ini memungkinkan Indonesia untuk mengembangkan tenaga solar photovoltaic dan solar termal. Selain menghasilkan listrik, sumber daya energi yang telah disampaikan juga dapat mendukung alat pemanas, pendingin dan alat transportasi.

Mengendalikan sekitar 40% cadangan geotermal dunia dan merupakan salah satu dari 3 penghasil energi geotermal teratas di dunia, energi geotermal Indonesia merupakan sumber energi terbarukan lainnya yang juga berpotensi, karena geologi vulkanis Indonesia. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, hanya 10.3% potensi geotermal Indonesia yang telah diberdayakan untuk energi terbarukan. Sebagai hasilnya, pada tahun 2018 ini, pemerintah Indonesia berencana memasukkan 250 MW ke kapasitas produksi pabrik geotermal; selain itu, peningkatan lainnya untuk kapasitas produksi geotermal menjadi 5,000 MW pada tahun 2025.

Energi Terbarukan secara Ekonomi 

Tidak seperti sumber energi konvensional, energi terbarukan tidak akan menyebabkan polusi udara seperti emisi karbondioksida dan dapat memangkas biaya secara signifikan. Penurunan biaya ini akan dapat membantu Indonesia menghemat hingga IDR 741.5 miliar (USD 53 miliar) per tahun pada tahun 2030, sejumlah 1.7% dari PDB Indonesia pada tahun 2030. Untuk merealisasikannya pada tahun 2030, investasi sebesar IDR 223.8 triliun (USD 16 miliar) diperlukan untuk memanfaatkan potensi sektor energi terbarukan Indonesia.

Energi Terbarukan untuk Keberlanjutan

Setiap tahun, sekitar 8.5 juta kendaraan bermotor menambah ramai jalan-jalan raya di Indonesia, memperparah masalah polusi yang sudah mencemaskan. Penggunaan energi industri juga meningkat seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri-industri besar, terutama semen, aluminium, kertas dan keramik merupakan penyebab utama yang berkontribusi terhadap peningkatan energi. Oleh karena itu, keberlanjutan energi merupakan satu masalah yang memprihatinkan lainnya bagi negara yang berkembang cepat ini.

Akibat adanya permintaan energi yang tinggi, penggunaan batu bara meningkat untuk memenuhi kebutuhan domestik, bahkan dengan produksi domestik minyak dan gas alam yang agak stagnan. Menurut Reference Case, pada tahun 2030, penggunaan batu bara akan meningkat lebih dari dua kali lipat. Ini berarti lebih banyak emisi gas rumah kaca dari pembakaran batu bara, selain juga memperparah polusi udara, kontaminasi air dan kelangkaan sumber daya.

Investasi dalam Energi Terbarukan di Indonesia

Total investasi sektor swasta oleh Independent Power Producers diharapkan mencapai IDR 155.4 triliun (USD 11.11 miliar). Pemerintah Indonesia juga berkomitmen mengurangi emisi karbondioksida. Sehubungan dengan Kebijakan Energi Nasional, 17% energi nasional akan berupa campuran antara energi baru dan terbarukan pada 2025. Campuran energi terbarukan ini akan terdiri dari bio-fuel, tenaga geotermal, biomass, energi nuklir, energi hidro, angin serta batu bara cair.

Investasi dalam energi terbarukan telah meningkat pesat di Indonesia. Menurut Reference Case, investasi tahunan di kapasitas energi terbarukan di Indonesia berkisar IDR 131.5 triliun (USD 9.4 miliar) pada 2015-2030. Jumlah ini mungkin meningkat menjadi IDR 226.6 triliun (USD 16.2 miliar).

Lanjutkan Membaca

Kembangkan Bisnis Anda: Kawasan Industri di Indonesia

Panduan Menemukan Perwakilan Lokal di Jakarta

Hong Kong dan ASEAN Menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas

Silakan isi form di bawah ini dan kami akan membalas email Anda dengan informasi mengenai memasuki sektor energi terbarukan di Indonesia.