• en

Perbankan

Industri perbankan di Indonesia telah menunjukkan kinerja positif dengan profitabilitas tinggi dan pertumbuhan berkelanjutan serta peningkatan stabilitas. Saat ini, sektor perbankan Indonesia merupakan yang paling menguntungkan di antara negara-negara ASEAN

Dua faktor berkontribusi terhadap profit yang tinggi di sektor perbankan Indonesia. Pertama, margin bunga bersih di Indonesia dianggap sebagai yang tertinggi di dunia.

Kedua, potensi besar tersedia untuk pertumbuhan lebih jauh lagi di industri perbankan Indonesia karena penetrasi perbankan di negara ini berada di kisaran 34% dari 260 juta populasinya pada tahun 2015. Persentase penetrasi ini ditargetkan mencapai 60% pada 2020.

Keuangan Islam: Kesempatan Besar

Indonesia juga menjadi pasar bagi perbankan Syariah, atau Keuangan Islam, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 38-40% dalam lima tahun terakhir. Bank-bank Islam di Indonesia ada dalam tiga bentuk: bank komersial Islam, unit bisnis Islam dan bank desa Islam.

Kegiatan operasional perbankan Islam didasarkan pada prinsip kemitraan dan keuntungan bersama, menyediakan sistem perbankan alternatif dengan keuntungan yang dirasakan masyarakat dan bank itu sendiri.

Sistem perbankan ini menyediakan keadilan dalam transaksi dan investasi yang etis.

Investasi yang etis dan keadilan dalam transaksi ditentukan oleh nilai-nilai kebersamaan dan kemitraan dalam produksi, serta juga dengan menghindari aktivitas-aktivitas spekulatif.

Dengan menyediakan produk-produk dan layanan perbankan yang didukung oleh berbagai strategi finansial, perbankan Syariah akan menjadi alternatif kredibel yang dapat menguntungkan seluruh rakyat Indonesia dan investor. 

Pinjaman Bank di Indonesia

Menurut OJK, pada akhir 2018, bank-bank Indonesia akan merasakan lebih dari 12% pertumbuhan pinjaman karena pulihnya perekonomian global dan harga komoditas yang membaik.

Kemunculan Teknologi Finansial

Di pasar global yang merasakan peningkatan digitalisasi, Indonesia secara perlahan mengikuti tren ini, dan aplikasinya terlihat di berbagai industri, dengan transaksi elektronik menggantikan transaksi tradisional

Fenomena ini bukan hanya terjadi di perbankan pribadi tetapi juga di sektor perbankan profesional dan bisnis. Perbankan penting untuk perluasan teknologi finansial, atau lebih dikenal sebagai fintech, karena banyak produk dan layanan yang telah menggunakan platform online.

Platform Pinjaman Fintech

Menurut International Monetary Fund, penetrasi pinjaman bank di Indonesia berada di 34%, di mana hanya satu dari tiga orang dewasa yang memiliki rekening bank.

Sebagai hasilnya, perusahaan fintech Indonesia yang menawarkan pinjaman minimum beberapa ratus dolar, telah menyaksikan terjadinya kenaikan dalam pinjaman dan peminjaman, menyebabkan dibuatnya platform peminjaman peer-to-peer (P2P).

Per 2017, lebih dari 300,000 orang di Indonesia meminjam atau mengambil pinjaman melalui platfor P2P, dengan total distribusi pinjaman mencapai IDR 3 triliun.

Platform peminjaman online ini merupakan produk fintech terpopuler kedua di pasar, mencakup sebesar 17%, diikuti produk finasial kolektif di 13%, produk keuangan pribadi dan perencanaan masing-masing di 8%. 

Fintech telah menjadi cara yang menarik untuk menggapai pasar yang tidak layak di Indonesia, karena populasi Indonesia tersebar di lebih dari 17,000 pulau, dengan kebanyakan akses perbankan dikekang oleh produk dan layanan perbankan tradisional yang berada di gedung.

Oleh karena itu, munculnya fintech tentu berkontribusi terhadap inklusi keuangan domestik yang meningkat, melayani populasi yang tidak memiliki akses dan kesempatan terhadap layanan dan produk perbankan yang sama. 

Pembiayaan Perdagangan di Indonesia

Pembiayaan perdagangan adalah fasilitas untuk membiayai aktivitas ekspor impor. Pasar ini tetap menjadi daya tarik bagi sektor perbankan di Indonesia. Hanya pada dua bulan pertama tahun 2018, pembiayaan perdagangan di Indonesia telah mencapai 20%. 

Menurut CIMB Niaga, nilai rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika tidak memberikan dampak besar terhadap pasar. Ini karena banyak perusahaan yang telah memiliki stok impor sebelum terjadi pelemahan.

Di sisi lain, mengambil keuntungan dari melemahnya rupiah, perusahaan Indonesia mengekspor sejumlah besar barang kepada pembeli asing, sehingga meningkatkan ekspor di Indonesia.  

Per Februari 2018, pembiayaan perdagangan Bank Negara Indonesia (BNI) telah meningkat 42%.

Lanjutkan Membaca

Membuka Rekening Bank di Indonesia

Industri Fintech di Indonesia

Silakan isi for di bawah ini dan biarkan kami membantu Anda memasuki sektor perbankan di Indonesia.