• en

Keselamatan dan Keamanan

Permintaan pasar untuk industri keselamatan dan keamanan di Indonesia meningkat secara proporsional sesuai dengan tingkat

ketidakamanan yang dirasakan oleh penduduk. Hal ini membuat sistem keamanan komersial dan publik mejadi prioritas.

  • Permintaan untuk peralatan keselamatan dan keamanan telah meningkat pesat.
  • Tahun 2012, ada 12.999 aksi kejahatan yang dilaporkan.
  • Pada tahun 2013, cybercrime di Indonesia menduduki peringkat 22 secara global, naik dari posisi 23 pada tahun 2012.
  • Bulan Agustus tahun 2013, Indonesia memiliki lebih dari 14 juta kartu kredit yang beredar dan telah terjadi penipuan kartu kredit sebesar US $ 58.824.000.
  • Di tahun 2013, terdapat 93.578 kecelakaan lalu lintas, dengan menimbulkan 23.385 korban jiwa, dan telah dilaporkan pada yang berwenang.

 

Permintaan untuk peralatan keselamatan dan keamanan di pabrik-pabrik. Sperti pabrik industri, bangunan komersial, fasilitas umum, ladang minyak / gas, operasi pertambangan, bandara dan pelabuhan laut. Permintaan tersebut telah meningkat secara substansial karena pembangunan industri dengan adanya penekanan pada sistem keselamatan. Masalah juga terjadi karena adanya kejahatan yang banyak terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnya.

Statistik keamanan di Indonesia

Kantor Keamanan Regional telah mengumpulkan data dan statistik untuk Jakarta, serta menguraikan kegiatan kriminal dan kejahatan yang terjadi. Pada tahun 2012, penduduk Jakarta berjumlah sekitar 10 penduduk – termasuk orang asing – menurut laporan, terdapat 12.999 kejahatan kekerasan, termasuk 132 pembunuhan, 85 kasus pemerkosaan, 2.843 serangan diperburuk, 8526 pencurian, 1630 pencurian, dan 7.340 pencurian kendaraan. statika ini diluar sejumlah besar kejahatan yang tidak dilaporkan.

Tingkat kejahatan umum yang sering terjadi masih berbasis pada konteks yang ada, seperti tingkat kejahatan di Indonesia lebih rendah dari kota-kota besar di belahan bumi barat. Kejahatan dengan menggunakan senjata, pendongkrakan mobil, pencurian kendaraan dan pencurian rumah yang terjadi di Indonesia. “Rebut dan Ambil” adalah jenis perampokan yang paling umum dari segala bentuk kejahatan. Mencopet adalah bentuk kejahatan lain yang mana penduduk setempat dan pengunjung menjadi korbannya, pencopetan biasa terjadi di daerah ramai seperti angkutan umum atau di restoran dan juga di bar atau cafe. Untungnya, para penjahat di Indonesia umumnya enggan untuk menggunakan kekuatan dalam melancarkan aksinya. Biasanya tidak membahayakan korban mereka kecuali mereka dalam keadaan terjepit sehingga melakukan kekerasan.

Kejahatan Elektronik atau Cybercrime

Kejahatan dan penipuan menggunakan kartu kredit dan kartu debit terus menjadi perhatian di Indonesia. Sebagian besar jenis kejahatan ini melibatkan karyawan yang tidak jujur dari usaha kecil, toko, dan restoran yang menyalin rincian kartu kredit atau debit, atau mencoba untuk menggesek melalui alat yang disebut “skimmer,” sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan penipuan kartu menggunakan nomor kartu kredit yang valid. Pada bulan Agustus tahun 2013, Indonesia memiliki lebih dari 14 juta kartu kredit yang beredar. penipuan kartu kredit mencapai pada angka US $ 58.824.000 (0,3%) dari total transaksi US $ 19,068 miliar.

Penipuan lewat internet juga telah meningkat, seperti di setiap negara lain di dunia. Menurut Symantec, pada 2013, cybercrime di Indonesia menduduki peringkat 22 secara global, naik dari 23 pada tahun 2012. Serangan Cybercrime tidak hanya menyerang perusahaan besar, tetapi juga Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Indonesia. Cybercrime menargetkan hampir semua sektor, termasuk sektor publik, sektor manufaktur, dan industri grosir. Saat ini, dunia sedang mengalami tren yang disebut mega data Breach, yang merupakan skala besar, akses atau pengambilan data. Pencuri menargetkan UKM yang memiliki kurang dari 250 karyawan.

Keselamatan dan keamanan didalam kondisi dalam negeri Indonesia

Pendatang baru di Indonesia akan menemukan kondisi lalu lintas yang semrawut karena kemacetan yang ekstrim, pengemudi menjadi tidak disiplin dan banyak sepeda motor yang malang melintang. Kesadaran keselamatan jalan sangatlah rendah, terutama pengendara sepeda motor, mereka mengabaikan peraturan lalu lintas. Kondisi jalan yang bervariasi, serta sistem keamanan yang tidak memadai seperti sabuk pengaman dan kursi keselamatan anak yang tidak difungsikan dengan benar, sehingga menyebabkan banyak kecelakaan serius dan kematian setiap hari. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melaporkan bahwa selama tahun 2013, tercatat 93.578 kecelakaan lalu lintas dan 23.385 orang meninggal. Pada tahun 2012, 109.038 kecelakaan lalu lintas menewaskan 27.441 orang, sedangkan pada tahun 2011, 109,776 kecelakaan telah menewaskan 31.185 orang.

Melalui program Dekade Keselamatan Jalan (Dekade Keselamatan Jalan) 2011-2020, pemerintah menargetkan penurunan sebesar 50% pada hal kematian yang terjadi karena kecelakaan di tahun 2020. Pada tahun 2010 dimana sebagai tahun awal telah terjadi korban (31.234 korban jiwa), maka ditargetkan korban yang meninggal pada tahun 2020 akan berkurang setidaknya menjadi sekitar 15.000. Untuk mencapai hal ini, pemerintah dan pelaksana kegiatan akan mencoba untuk menerapkan pelaksanaan Dekade Keselamatan Jalan sesuai dengan UU no. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan.

 

Terus membaca…

Potensi dan risiko berinvestasi di Indonesia

Kemeriksaan latar belakang klien

 

Jangan ragu untuk menghubungi kami bila Anda membutuhkan penjelasan mengenai industri keselamatan dan keamanan di Indonesia.

Isilah formulir di bawah ini dan kami akan membantu Anda.

Full name *

Email *

Phone Number *

Country *

Business Field


Thank you for your interest about our service. To be able provide you complete comprehensive respond on your inquiry, please provide us more details about your inquiry and phone number to make easy our future communication.

Message *