23 Istilah Akunting, Pajak dan Pembukuan di Indonesia

Pengenalan terhadap istilah dasar akunting, pajak dan pembukuan di Indonesia. Patuhi hukum dengan outsource layanan.

Table of Content

    Entah Anda memiliki bisnis kecil, perusahaan besar atau pebisnis profesional di Indonesia, Anda wajib memahami istilah-istilah akunting, pajak dan pembukuan dasar di Indonesia.

    Akunting, pajak dan pembukuan merupakan bagian penting bisnis apa pun, dan selalu menjadi ide bagus jika Anda memahami istilah-istilah dasarnya, baik Anda melakukan outsource layanan atau departemen keuangan Anda sendiri yang menangani akunting, pajak serta pembukuan perusahaan.

    1. Accounts Payable
    Akun yang digunakan untuk mencatat semua penjualan, dan jumlah penjualan yang diutangkan kepada bisnis.

    2. Accounts Receivable
    Akun yang digunakan untuk mencatat semua sisa pembayaran yang diutangkan oleh bisnis kepada pemasok, konsultan, kontraktor dan peruahaan atau pribadi lain.

    3. Penghasilan Kotor Tahunan
    Ini adalah total penghasilan kotor yang dihasilkan selama 12 bulan sebelum dipotong pajak. Total penghasilan termasuk bonus, gaji, komisi, tips dan penghasilan dari pekerjaan paruh waktu, dll.

    4. Laporan Pajak Tahunan
    Laporan yang diisi oleh suatu badan dengan otoritas pajak di Indonesia dengan informasi yang digunakan untuk menghitung besaran pajak, seperti pajak penghasilan.

    Pada 2019, batas waktu pelaporan pajak penghasilan tahunan pribadi dan badan adalah 31 Maret dan 30 April.

    5. Neraca
    Laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada jangka waktu tertentu dengan menjabarkan ekuitas, aset serta utang perusahaan.

    6. Arus Kas
    Proses seberapa banyak uang masuk dan keluar dalam sebuah bisnis.

    7. Pajak Penghasilan Badan 
    Badan hukum atau pendirian permanen di Indonesia dikenakan pajak. Besaran pajak sebanyak 25% berlaku untuk pajak penghasilan badan di Indonesia.

    Perusahaan umum dengan setidaknya 40 persen saham diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dikenakan pajak 20%; perusahaan kecil dengan penghasilan tahunan kurang dari IDR 50 miliar dan IDR 4,8 miliar masing-masing dikenakan pajak 12.5% dan 1%.

    Pelajari lebih banyak di artikel lain kami tentang Pajak Penghasilan Pribadi dan Badan di Indonesia

    8. Perjanjian Perpajakan Ganda
    Perjanjian untuk menghindari perpajakan ganda di negara-negara terkait.

    Indonesia telah menandatangani beberapa perjanjian yang mengizinkan perusahaan asing menunjukkan Surat Domisili untuk menerima pengurangan tarif pajak.

    9. Tahun Fiskal
    Tahun fiskal di Indonesia adalah dari 1 Januari hingga 31 Desember.

    Unduh Kalender Kepatuhan Pajak 2019 dan jangan sampai Anda telat membayar pajak di Indonesia.

    Indonesian 2019 Compliance Calendar

    10. Jurnal Umum
    Catatan bisnis utama dengan pembukuan double-entry yang merangkum semua transaksi dalam suatu perusahaan.

    11. Laba Kotor 
    Penjualan bersih dikurang biaya barang atau jasa yang terjual.

    12. Laporan Laba Rugi 
    Salah satu laporan keuangan paling penting untuk melaporan kinerja bisnis seperti profitabilitas bisnis selama periode tertentu.

    13. Pajak Penghasilan Pribadi
    Pajak yang dikenakan kepada orang pribadi (wajib pajak) berdasarkan penghasilan mereka.

    Di Indonesia, tarif pajak progresif berlaku terhadap wajib pajak lokal maupun asing berdasarkan jumlah penghasilan mereka:

    • Tidak lebih dari IDR 50 juta: 5%
    • IDR 50 – 250 juta: 15%
    • IDR 250 – 500 juta: 25%
    • Lebih dari IDR 500 juta: 30%

    14. Bersih dari Pajak 
    Juga dikenal sebagai setelah pajak, jumlah ini didapat setelah semua pajak dipotong dari jumlah awal.

    15. Pengurangan Pajak 
    Pengeluaran yang dapat dikurangi dari penghasilan kotor. Pengurangan pajak dapat mengurangi besar pajak yang harus dibayar.

    16. Pembebasan Pajak 
    Jumlah yang dikurangi dari penghasilan kena pajak. Semakin banyak pembebasan pajak berarti kewajiban membayar pajak semakin sedikit.

    17. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
    Nomor yang diberikan kepada setiap wajib pajak untuk memenuhi kewajiban pajak.

    18. Utang Pajak
    Total jumlah pajak terutang dari badan atau pribadi kepada kantor pajak di Indonesia atau jumlah pajak yang harus dibayarkan wajib pajak.

    19. Tax Resident
    Individu yang tinggal dan bekerja di Indonesia selama lebih dari 183 hari dalam 12 bulan dianggap sebagai tax resident yang harus membayar pajak sesuai hukum yang berlaku.

    Apakah Anda orang Australia yang tinggal di Indonesia? Baca Kewajiban Pajak untuk Ekspat Australia yang Tinggal di Bali

    20. Surat Pelaporan Tahunan (SPT)
    Diisi lalu diserahkan kepada petugas pajak, sehingga wajib pajak dapat menghitung utang pajak, meminta pengembalian uang pajak dan menjadwalkan pembayaran pajak.

    Lanjut membaca: 21 Fakta Laporan Pajak Tahunan di Indonesia

    21. Tinjauan Pajak
    Proses yang dilakukan konsultan pajak untuk memastikan pelaporan pajak sesuai hukum pajak di Indonesia.

    22. Pajak Pertambahan Nilai (PPn)
    Pajak tak langsung yang dikenakan untuk penjualan kebanyakan barang dan jasa. Di Indonesia, tarifnya rata yaitu 10%.

    23. Pemotongan Pajak
    Jumlah yang dipotong perusahaan atas penghasilan yang dihasilkan karyawan dan dibayarkan langsung kepada pemerintah. Pajak ini juga berlaku terhadap pembayaran jenis lain selain gaji.

    Tarif pemotongan pajak bervariasi tergantung jenis dan penerima.

    • 20% berlaku terhadap pembayaran penghasilan kepada bukan penduduk seperti bunga, dividen, hadiah, imbalan dan royalti
    • 15% berlaku terhadap pembayaran penghasilan kepada penduduk (wajib pajak di Indonesia) seperti bunga, dividen, hadiah, imbalan dan royalti
    • 2% berlaku terhadap penyewaan (tidak termasuk gedung dan tanah) dan remunerasi untuk layanan terhadap penduduk

    Jika ragu, hubungi penasihat akunting, pajak dan pembukuan Anda di Indonesia — Cekindo. Kami bukan hanya menawarkan layanan outsourcing tetapi juga konsultasi tatap muka di Jakarta, Semarang dan Bali. 

    Contact Our Consultants

    Mengingat konflik Rusia-Ukraina saat ini, untuk sementara kami tidak dapat memproses setiap permintaan yang datang dari Rusia.

    Post Verificator

    Verified by:​

    Daris Salam

    During his time at Cekindo, Daris consistently supported the Bookkeeping and Tax Compliance divisions. Now, as Chief Operating Officer, Daris commits to improving the performance of all departments, overseeing team KPIs as well as maintaining clients and partnerships. Daris has more than 10 years of experience in accounting and finance. Previously, he was a Cost Accounting Coordinator at a manufacturing company, as well as Business Analyst & Controller at Cekindo.