Cara Cek Produk BPOM, Asli atau Palsu?

Cara Cek Produk BPOM, Asli atau Palsu?

  • InCorp Editorial Team
  • 10 Juli 2024
  • 6 minute reading time

Di era modern, akses informasi dan layanan kian mudah. Namun, kemudahan ini diiringi dengan maraknya produk palsu. Artikel ini hadir sebagai panduan bagi masyarakat untuk membedakan produk asli dan palsu.

Melalui BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), masyarakat dapat mengakses data dan informasi lengkap terkait produk yang terdaftar dan berizin edar. Nomor registrasi BPOM menjadi kunci untuk verifikasi keaslian produk.

BPOM juga menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat yang menemukan produk mencurigakan. Mari jadi konsumen cerdas dan lindungi diri dengan selalu mengecek BPOM! 

Baca Juga: Peraturan Kepala BPOM No.42 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas PerKBPOM Tentang Pendaftaran Pangan Olahan.

Apa Itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Fungsinya?

Sebelum melangkah ke tahap cara cek produk asli atau palsu, Mari kita bahas terlebih dahulu apa itu Badan POM dan apa saja tugas dan tanggung jawabnya. 

Pengertian Apa itu BPOM

BPOM, singkatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, merupakan lembaga pemerintah di Indonesia yang diamanahkan untuk mengawasi dan mengatur peredaran obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan menjalankan berbagai fungsi dan tanggung jawabnya, BPOM berperan penting dalam melindungi kesehatan masyarakat Indonesia dari peredaran produk-produk kesehatan yang berbahaya.

Fungsi dan Tanggung Jawab Badan BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden RI No. 80 Tahun 2017 dengan tugas pokok menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan. BPOM berwenang untuk:

  • Menerbitkan izin edar produk dan sertifikat: BPOM memastikan produk obat dan makanan yang beredar di Indonesia telah memenuhi standar keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu.
  • Pengujian obat dan makanan: BPOM melakukan pengujian terhadap produk obat dan makanan untuk memastikan keamanan dan kualitasnya.
  • Intelijen dan penyidikan: BPOM melakukan intelijen dan penyidikan untuk menindak pelanggaran terkait produk obat dan makanan.
  • Pemberian sanksi administratif: BPOM dapat memberikan sanksi administratif kepada pihak yang melanggar peraturan terkait obat dan makanan.

Lingkup pengawasan BPOM meliputi:

  • Obat
  • Bahan obat
  • Narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif
  • Obat tradisional
  • Suplemen kesehatan
  • Kosmetika
  • Pangan olahan

Cara Cek BPOM Agar Terhindar dari Produk Asli atau Palsu

Cara Cek Produk BPOM, Asli atau Palsu?

Di bawah ini adalah beberapa cara cek keaslian produk mulai dari cara manual hinggah mengunduh aplikasi di Google Play. Simak caranya.

Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin dan Kadaluarsa)

Sebagai konsumen cerdas, penting untuk selalu memastikan keamanan produk pangan yang kita konsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyediakan berbagai cara untuk membantu kita dalam mengecek produk dan memastikan keasliannya. 

Berikut adalah langkah-langkah mudah yang bisa kamu ikuti:

  • Perhatikan Kemasan Produk: Pastikan kemasan produk dalam kondisi sempurna. Hindari membeli produk dengan kemasan kaleng yang penyok, menggelembung, terbuka, atau rusak. Kemasan yang rusak dapat menyebabkan kontaminasi dan membahayakan kesehatan.
  • Cek Label Makanan: Pastikan label makanan memuat informasi lengkap, minimal 6 faktor seperti nomor Izin Edar, komposisi, nama produk, jenis produk, kode produksi, dan tanggal kedaluarsa.
  • Pastikan Produk Memiliki Izin Edar BPOM: Nomor registrasi BPOM biasanya menandakan bahwa produk telah memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan oleh BPOM.
  • Periksa Tanggal Kedaluarsa: Hindari membeli produk yang sudah melewati tanggal kedaluarsa. Mengkonsumsi produk kadaluarsa dapat membahayakan kesehatan karena kualitas makanan yang menurun atau perubahan komposisi kimia yang berbahaya.

QR Code / Barcode Melalui Aplikasi BPOM Mobile

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyediakan aplikasi BPOM Mobile yang memudahkan kamu untuk mengecek keaslian produk hanya dengan memindai QR Code atau barcode pada kemasannya. 

Berikut panduan lengkapnya:

Langkah 1: Unduh dan Instal Aplikasi BPOM Mobile

  • Buka Google Play Store atau App Store di perangkat mobile kamu.
  • Cari aplikasi “BPOM Mobile” dan unduh aplikasinya.
  • Instal aplikasi BPOM Mobile dan ikuti petunjuk di layar.

Langkah 2: Daftar Akun BPOM Mobile

  • Buka aplikasi BPOM Mobile dan klik “Daftar”.
  • Masukkan data diri kamu seperti nama lengkap, nomor ponsel, dan kata sandi.
  • Klik “Daftar” untuk menyelesaikan proses pendaftaran.

Langkah 3: Scan QR Code/Barcode Produk

  • Buka aplikasi BPOM Mobile dan klik “Scan Produk”.
  • Pastikan GPS di perangkat kamu aktif.
  • Arahkan kamera HP ke QR Code atau barcode yang terdapat pada kemasan produk dengan benar.
  • Tunggu hingga aplikasi mengenali QR Code/barcode dan melakukan pembacaan kode.

Langkah 4: Interpretasikan Hasil Pemindaian

  • Jika produk asli dan terdaftar di BPOM, informasi lengkap mengenai produk tersebut akan muncul, seperti nama produk, nomor izin edar, produsen, dan tanggal kadaluarsa.
  • Jika informasi produk tidak muncul, kemungkinan produk tersebut ilegal dan tidak terdaftar di BPOM.

Website Online

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyediakan layanan online yang mudah diakses untuk membantu Anda mengecek keaslian produk melalui website resmi mereka. Berikut langkah-langkahnya:

  •  Kunjungi Website BPOM: Buka website resmi BPOM di https://cekbpom.pom.go.id/.
  • Masukkan Kata Kunci: Pada halaman utama website, terdapat kolom pencarian. Masukkan kata kunci yang terkait dengan produk yang ingin dicek, seperti nama merek, nama produk, kode registrasi, bentuk sediaan, komposisi, atau nama pendaftar.
  • Tekan “CARI”: Setelah memasukkan kata kunci, klik tombol “CARI”. Website akan memproses pencarian Anda dan menampilkan daftar produk yang sesuai dengan kata kunci yang dimasukkan.
  • Temukan Produk yang Dicari: Telusuri daftar produk yang muncul dan temukan produk yang Anda cari. Pastikan informasi produk yang tercantum di website sama dengan informasi yang terdapat pada kemasan produk.
  • Periksa Keaslian Produk: Jika produk yang Anda cari terdaftar di BPOM, informasi lengkap mengenai produk tersebut akan muncul, seperti nomor izin edar, produsen, dan tanggal kadaluarsa.

Baca Juga: QR Code di Produk Farmasi, Kosmetik dan Makanan di Indonesia

Dampak Konsumsi Produk Palsu

Dampak dari konsumsi produk palsu berisiko pada kesehatan, keselamatan, dan lingkungan. Di bawah ini penjelasan lengkapnya!

  • Produk palsu seringkali mengandung bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan, seperti bahan kimia beracun, logam berat, atau bahan yang tidak sesuai dengan standar keamanan.
  • Penggunaan produk palsu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti alergi, keracunan, bahkan kematian.
  • Produk palsu yang tidak aman, seperti alat pelindung diri atau mainan, dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera.
  • Produksi dan pembuangan produk palsu dapat mencemari lingkungan dengan bahan kimia berbahaya.

Selain itu, Kerugian Finansial dan Ekonomi juga mengintai karena peredaran yang tidak resmi atau ilegal.

  • Konsumen yang membeli produk palsu kehilangan uang karena produk tersebut tidak sesuai dengan apa yang diiklankan atau tidak berfungsi dengan baik.
  • Pemilik merek dan perusahaan resmi mengalami kerugian karena penjualan produk palsu yang menurunkan permintaan produk asli.
  • Perdagangan produk palsu merugikan ekonomi negara dengan mengurangi pendapatan pajak dan menciptakan persaingan yang tidak sehat.

Terakhir, dampak yang cukup berbahaya bagi beberapa pihak yaitu dampak Sosial dan Moral:

  • Konsumsi produk palsu dapat mendukung eksploitasi pekerja, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya yang terlibat dalam produksi produk palsu.
  • Perdagangan produk palsu dapat mendanai kejahatan terorganisir dan korupsi.
  • Konsumsi produk palsu dapat mencederai kepercayaan dan nilai-nilai moral masyarakat.

Pentingnya Registrasi Izin Produk ke BPOM

Seperti yang telah dibahas, konsumsi produk palsu dapat membahayakan kesehatan, merugikan finansial, dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk cerdas dan memastikan produk yang kita konsumsi aman dan terdaftar di BPOM. Maka dari itu, bagi seorang pemilik bisnis produk makanan, obat maupun kosmetik harus memiliki kesadaran melakukan registrasi makan minuman di BPOM untuk mendapatkan kepercayaan konsumen.

InCorp Indonesia hadir untuk membantu Anda dalam proses pengurusan izin BPOM. Dengan menggunakan jasa kami, Anda dapat menghemat waktu dan tenaga, serta memastikan bahwa semua proses pengurusan izin dilakukan dengan benar dan sesuai peraturan yang berlaku.

Hubungi InCorp hari ini dan konsultasikan kebutuhan Anda.

Pandu Biasramadhan

Senior Consulting Manager at InCorp Indonesia

An expert for more than 10 years, Pandu Biasramadhan, has an extensive background in providing top-quality and comprehensive business solutions for enterprises in Indonesia and managing regional partnership channels across Southeast Asia.

Get in touch with us.

Lead Form

Disclaimer: The information is provided by PT. Cekindo Business International (“InCorp Indonesia/ we”) for general purpose only and we make no representations or warranties of any kind.

We do not act as an authorized government or non-government provider for official documents and services, which is issued by the Government of the Republic of Indonesia or its appointed officials.

We do not promote any official government document or services of the Government of the Republic of Indonesia, including but not limited to, business identifiers, health and welfare assistance programs and benefits, unclaimed tax rebate, electronic travel visa and authorization, passports in this website.

Frequent Asked Questions

  • Kategori A (Risiko rendah): Jika salah digunakan, alat kesehatan tidak menyebabkan bahaya kepada manusia.
  • Ketegori B (resiko rendah ke sedang): Jika salah digunakan, alat kesehatan mungkin saja menyebabkan dampak serius, namun tak dianggap sebagai kecelakaan berat.
  • Ketegori C (risiko sedang): Jika salah digunakan, alat kesehatan mungkin saja menyebabkan dampak yang sangat serius, namun tetap belum dianggap sebagai kecelakaan berat.
  • Kategori D (risiko tinggi): Jika salah digunakan, alat kesehatan mungkin menyebabkan dampak yang berbahaya, dan dianggap sebagai kecelakaan fatal terhadap manusia.

Bisa. Anda dapat mengimpor produk melalui layanan Importer of Record yang memungkinkan perusahaan mengimpor barang melalui perantara mitra importir.

Sebelum didistribusikan, Anda harus mendaftarkan produk tersebut ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hanya badan hukum di Indonesia saja yang dapat mendaftarkan produk ke BPOM. Jika Anda memutuskan untuk mendistribusikan produk melalui distributor lokal, mereka akan mendaftarkan produk Anda dengan nama mereka, dan menjadi pemegang izin produk. InCorp bisa menjadi mitra distributor lokal dan mendaftarkan produk Anda.