Industri Halal Indonesia: Travel, Fashion, dan Bisnis

Industri Halal Indonesia: Travel, Fashion, dan Bisnis Review by Michal Wasserbauer on 26. 7. 2017 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 30

Indonesia memiliki potensi pasar yang besar terhadap perkembangan industri halal. Karenanya, startup Asia Tenggara mulai menjejali pasar Muslim Indonesia yang kurang berkembang.

Indonesia merupakan negara yang penduduknya mayoritas Muslim. Produk-produk bertandakan “Halal” sangatlah penting bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil studi oleh Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) mengatakan bahwa Muslim dan registrasi halal mengalami peningkatan pada jumlah konsumen dan daya belanja masyarakat. Padahal sebelumnya, Muslim dan registrasi halal dikesampingkan dari dunia online karena kurang memiliki potensi untuk menarik konsumen.

Akhmad Akbar Susamto, peneliti CORE, menyatakan perlu adanya rencana kerja atau roadmap untuk mulai mengembangkan industri halal di nusantara, dengan tujuan yang sama seperti yang ditetapkan dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN).

Penduduk Muslim Indonesia merupakan target yang tepat bagi pasar industri halal Indonesia. Menurut Global Islamic Finance Report (GIFR), penduduk Muslim yang memiliki pendapatan disposabel diperkirakan akan dapat memberikan pemasukan pada pasar industri halal lebih dari $2 triliun dan sekitar $3.735 triliun pada tahun 2019. Sama halnya dengan studi Thomson Reuter yang menunjukkan bagaimana Muslim di dunia pada 2015 menghabiskan lebih dari US$1,9 triliun untuk jenis produk yang berbeda, US$1,17 triliun untuk makanan dan minuman, dan $243 miliar untuk pakaian.

Baca:

Pertanyaan Seputar Sertifikat Halal

Mendapatkan Sertifikat Halal di Indonesia

industri halal indonesia-1

Saat ini, perusahaan startup di Asia Tenggara mulai fokus pada target pasar Muslim. Industri rekreaksi dan perhotelan yang kurang diminati wisatawan Muslim membuat Fazal Bahardeen, CEO dari Halal Trip, mulai mengembangkan aplikasinya tersebut. Aplikasi ini menyediakan panduan, tips, dan layanan lainnya untuk membantu pengguna Muslim berwisata ke tempat baru dan mencari makanan halal, masjid, dan sejenisnya.

Penyanyi asal Malaysia dan pendiri “November Culture” Yuna Zarari juga terlibat dalam mempromosi komoditas fashion halal-ramah dengan adanya culottes kulit imitasi, tapered pants, variasi warna jilbab, dress lengan panjang, dan power sleeves, produk yang sedang ramai di pasar online.

Rushdi Siddiqui dari Malaysia meluncurkan Zilzar, Amazon versi Muslim yang menyediakan banyak pilihan akan produk-produk halal, termasuk qur’an elektronik, tasbih, makanan, dan banyak lagi. Zilzar memperkirakan pasar makanan Muslim di seluruh dunia mencapai lebih dari $1,2 miliar pada tahun 2015.

Profesor departemen Keuangan City University Business School, Meziane Lefer, menjelaskan adanya syarat-syarat untuk membangun bisnis startup islam. Lefer menekankan bahwa semua startup islam yang menyediakan layanan kepada konsumen Muslim mendapatkan kesempatan yang sama sesuai dengan hukum syariah.

industri halal indonesia 2

Sambil membuka peluang besar bagi Indonesia, undang-undang mensyaratkan semua produk halal untuk disertifikasi pada tahun 2019, terbukti menjadi tantangan tersendiri. Konsultan halal Jakarta, Muhamed Hosen mengatakan peraturan tersebut sebagai suatu kewajiban. Untuk itu, pemerintah harus memastikan dan menyediakan infrastruktur untuk mengevaluasi sertifikasi di seluruh Indonesia dan daerah terpencil lainnya. Tentunya, hal tersebut akan mengahsilkan pengeluaran yang tinggi.

Salah satu pendiri Facebook, Eduardo Savarin, mengutip bagaimana pasar Asia Tenggara merupakan salah satu pasar online dengan pertumbuhan tercepat didunia. Hal tersebut menjelaskan alasan Indonesia mengumpulkan sumber daya utama kedalam komunitas startup. Dalam interview, Shiddiqui bercerita tentang tujuannya untuk mengguncang pasar, memperkuat konsumen dan menciptakan lapangan kerja. Shiddiqui bertujuan agar masyarakat dapat menjual produk mereka sendiri.

Dengan bangkitnya startup di Indonesia dan negara di Asia Tenggara, kita tidak perlu kaget melihat negara-negara ini bersiap untuk berinvestasi lebih pada komunitas Muslim sebagai target pasar utama.

Cekindo memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam melayani market entry kepada investor asing dan perusahaan di Indonesia. Kami dapat membantu anda menyiapkan timeline bisnis 2019 anda dalam pemasaran, akuntansi, penggajian, registrasi produk, dll. Layanan kami menyediakan paket lengkap yang menyangkut set up bisnis, proses bisnis outsourcing, dan perwakilan lokal.