• English
peluang investasi di semarang

4 Peluang Investasi Besar di Semarang

Mencari sektor-sektor menguntungkan untuk berinvestasi di Semarang bisa jadi merupakan strategi nyata saat mencari peluang investasi baru di Indonesia. Walaupun Jakarta, Bali dan area-area sekitarnya terus memimpin pertumbuhan ekonomi dan peluang investasi, perubahan signifikan dalam investasi juga terjadi di Semarang.

Selain itu, bisnis-bisnis di Bogor, Jakarta, Depok, Bekasi dan Tangerang telah mulai membangun pabrik-pabrik di Semarang, karena upah di Jawa Tengah lebih rendah dibandingkan di Jakarta.

Semarang merupakan daerah perdagangan dan administrasi aktif dengan kebanyakan estat industri, pusat bisnis dan perkantoran berada di dataran rendah. Semarang juga merupakan kota yang membanggakan pemandangan asri kota serta laut di sisi perbukitan, yang menjadikannya menarik bagi para wisatawan serta investor asing yang mendukung pertumbuhan ekonomi Semarang.

Dalam artikel ini, kami menunjukkan 4 peluang investasi besar pada 2019 dan menjelaskan alasan Semarang menjadi Area Pro Investasi di Indonesia.

Sistem Ramah Investasi di Semarang

Investasi di Semarang tidak pernah lebih mudah dari sekarang — dengan implementasi sistem ramah investasi melalui pemerintah-e. Ini bukan hanya menyederhanakan keseluruhan proses investasi dan perizinan, tetapi juga memudahkan investor untuk mengikuti prosesnya online.

Total sebanyak 148 sistem aplikasi layanan online dibuat dan diintegrasikan untuk memfasilitasi sistem evaluasi investasi. Layanan ini diharapkan dapat menyediakan kenyamanan, kecepatan, akurasi dan jaminan keamanan bagi pengusaha.

Selain itu, dihilangkannya izin gangguan, izin lingkungan dan pengakuan akan tanda tangan digital merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat proses perizinan di Semarang.

Belum lagi Semarang, seperti banyak kota lain di Indonesia, telah memberlakukan sistem online single submission (OSS), sehingga izin bisa diurus di mana pun investor berada.

Lanjutkan Membaca Sistem Online Single Submission dan Pengaruhnya terhadap Registrasi Perusahaan.

Semarang Memperoleh Penghargaan sebagai Area Pro Investasi

Semarang telah mengambil langkah-langkah besar dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi dan membangun sistem pemerintah-e yang ramah investasi.

Kota ini telah mendapatkan imbalannya, dan pada 26 November 2018 Semarang memperoleh penghargaan Area Pro Investasi di Forum Bisnis Investasi Jawa Tengah 2018 yang diselenggarakan di Jakarta. Forum ini sangat efektif dalam menawarkan peluang investasi di Jawa Tengah secara langsung kepada investor dalam dan luar negeri.

Pencapaian Semarang sebagai Area Pro Investasi bukannya tanpa alasan.

Semarang telah membangun iklim investasi yang kondusif dan meningkatkan jumlah investasi dari sektor swasta. Pada 2017, angka investasi mencapai IDR 20.5 triliun di Semarang, yang jauh lebih besar dari IDR 1 triliun pada 2011.

Oleh karena itu, Kota Semarang optimis akan menjadi surga investasi di Jawa Tengah dan Indonesia dalam waktu dekat.

4 Peluang Investasi Besar di Semarang pada 2019

Pada 17 Oktober 2018, walikota Semarang Hendrar Prihadi mengumumkan empat mimpi besar sebagai peluang baru bagi investor di Forum Bisnis Semarang di Patra Semarang Hotel and Convention.

Konstruksi Light Rail Train (LRT)

Pemerintah kota Semarang telah memberikan konfirmasi bahwa sistem LRT yang terhubung langsung dengan Bandar Udara Ahmad Yani, dalam hubungan dengan integrasi transportasi massal perkotaan, akan dibangun. Ini merupakan salah satu dari empat proyek besar — dengan total nilai investasi sebesar IDR 1.2 triliun — dan akan dibangun dengan total sembilan koridor.

Menurut wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryati, Semarang akan membangun koridor pertama — Koridor 9, juga dikenal sebagai Tahap 1 dari koridor pariwisata LRT. Koridor pertama ini memiliki panjang 6km dengan rute Bandar Udara Ahmad Yani-Madukoro – Pasar Bulu.

Pariwisata akan meningkat signifikan dengan konstruksi LRT pertama di Semarang. Ini diakibatkan peningkatan kapasitas Bandar Udara Ahmad Yani-Madukoro dengan bangunan terminal yang baru diresmikan.

Selain itu, dengan dukungan infrastruktur di daerah sekitar, Semarang akan menjadi bukan hanya destinasi akhir tetapi juga pusat pariwisata di berbagai kawasan Jawa Tengah. Akibatnya, perekonomian di sektor pariwisata Semarang akan meningkat tajam.

Pembangunan Bawah Tanah Simpang Lima

Studi terhadap empat lantai Simpang Lima Underground sedang berlangsung. Simpang Lima dianggap sebagai area “berlian” di Semarang, dan pembangunan bawah tanah Simpang Lima akan mentransformasi kota ini menjadi ikon Kota Atlas di Jawa Tengah.

Detailed Engineering Design (DED) telah diumumkan pada 2018 – dua lantai bawah tanah akan dijadikan hotel dan dua lantai lainnya akan menjadi penghubung jalan. Dua penghubung jalan di proyek ini adalah Jalan Pandanaran-Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pahlawan-Jalan Gajahmada. Total nilai proyek ini diperkirakan sebesar IDR 1.2 triliun.

Konstruksi Semarang Expo Center

Pemerintah Semarang juga mendukung perkembangan Semarang Expo Center. Ini akan menandai pencapaian kota dan memastikan peningkatan berkelanjutan di berbagai sektor seperti infrastruktur, fasilitas dan transportasi.

Investasi ini akan memberikan keuntungan ekonomi nyata kepada rakyat Semarang serta Jawa Tengah. Setelah selesai dibangung, Expo Center ini bukan hanya meningkatkan jumlah pameran kota dan nasional tetapi juga menyediakan ruang acara sepanjang tahun — menarik bisnis dan investor dari berbagai belahan dunia.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Jatibarang

Bekerja sama dengan administrasi kota Semarang dan Jawa Tengah, pemerintah Denmark akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah yang memanfaatkan methan dari sampah untuk menghasilkan listrik. Pembangkit listrik ini akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir Jatibarang di Semarang.

Proyek ini telah selesai dengan tahap perencanaan dan tahap tender dan akan dilanjutkan untuk konstruksi. Investasi proyek ini diyakini memiliki total nilai IDR 1 triliun dan akan terus menarik lebih banyak investor. Ini karena proyek ini bukan hanya menjadi solusi sempurna untuk masalah sampah tetapi juga mengubah sampah menjadi kekuatan tak ternilai yang sangat bermanfaat bagi negara.

Tempat Pembuangan Akhir Jatibarang terletak di barat Semarang dan selatan Perkampungan Jatibarang. Luasnya sebesar 46 hektar, dan 60%-nya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah padat, sementara 40%-nya lagi untuk infrastruktur kolam lindi, sumber bahan dan tutup tanah untuk stok TPA dan sabuk hijau. Tempat pembuangan ini dapat menampung 4.15 juta meter kubik sampah padat.


Sebagai pusat perdagangan penting di Indonesia dan lokasi strategisnya, Semarang menawarkan peluang bisnis perdagangan yang menguntungkan. Pelajari lebih lanjut tentang potensi agen pembelian di Semarang.

Cekindo menggunakan pengalaman profesional serta pengetahuan pasar global untuk membantu Anda mendapatkan solusi memasuki pasar yang sesuai dengan kebutuhan Anda di Indonesia. Tertarik memanfaatkan peluang investasi di Semarang? Hubungi kami sekarang.

Hubungi Konsultan Kami