• en

Indonesia: Calon Pemimpin Dunia untuk Manufaktur

Indonesia: Calon Pemimpin Dunia untuk Manufaktur Review by tenissa.tjahjono on 24. 1. 2019 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 30

Indonesia diprediksi akan menjadi pemimpin dunia masa depan dalam manufaktur dengan latar belakang ekonomi yang kuat serta ketidakpastian politik di negara-negara tetangga. Menurut laporan dari Deloitte, Indonesia akan menjadi salah satu dari 15 pusat manufaktur terkemuka di dunia pada 2023.

Tidaklah mengejutkan karena industri manufaktur Indonesia mencakup 20.5% PDB negara. Kontribusi ini lebih tinggi dari PDB rata-rata dunia dari sektor manufaktur.

Saat ini, hanya ada lima negara yang sektor manufakturnya berkontribusi lebih dari 20% terhadap PDB negara:  Tiongkok (28.8%), Korea Selatan (27%), Jepang (21%), Jerman (20.6%) dan Indonesia.

Perpindahan ke manufaktur di Indonesia membuat semua perbedaan dan siap membawa Indonesia menikmati kemakmuran ekonomi jangka panjang.

Setelah membaca artikel ini, Anda akan segera tahu mengapa Indonesia memiliki peran vital dalam pasar manufaktur dunia, dan bagaimana bisnis Anda dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ini.

Memulai Bisnis Manufaktur di Indonesia: Mengapa?

Pertumbuhan Ekonomi

Perekonomian Indonesia telah tumbuh secara signifikan jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN: perekonomian Indonesia adalah 66% dari perekonomian ASEAN dengan pertumbuhan PDB antara 5.1% dan 5.2% per tahun.

Pada 2015, sektor manufaktur di Indonesia tumbuh 5.04% melewati tingkat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4.79%. Tentu saja, pertumbuhan ekonomi ini bukannya tanpa tantangan, terutama karena Indonesia terletak tidak jauh dari negara raksasa seperti Tiongkok dan India.

Namun, dunia tidak mengabaikan negara penuh keragaman dan dinamika ini yang memiliki populasi lebih dari 260 juta jiwa.

Pada kenyataannya, menurut PwC Indonesia dapat mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan manufaktur menjadi salah satu kontributor utama terhadap Indonesia menempati posisi kelima untuk ekonomi dunia. Indonesia juga diprediksi akan segera melesat dari posisinya yang berada di peringkat 16 saat ini dan melewati negara-negara berkuasa seperti Jerman, Rusia, Brasil, dll. hanya dalam waktu 12 tahun.

Revitalisasi Manufaktur di Indonesia

Pada 2014 Indonesia mulai melakukan revitalisasi industri manufaktur. Walaupun terdapat tantangan ekonomi seperti yang telah disampaikan, sektor manufaktur di Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Selain itu, di Indonesia mulai bermunculan semakin banyak kawasan industri. Kawasan-kawasan industri ini biasanya dibangun dalam rangka kerja sama dengan mitra internasional untuk memastikan okupansi dan laba.

Salah satu kawasan industri yang menarik perhatian investor internasional berada di Semarang. Baca Semarang: Masa Depan Industri Manufaktur di Indonesia

Biaya Produksi Lebih Rendah

Saat membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain di Asia, biaya tenaga kerja Indonesia adalah yang paling menarik. Dengan kata lain, laba manufaktur akan lebih tinggi karena biaya produksi yang lebih rendah.

Jika menyangkut upah per jam, Indonesia lebih menarik dan menonjol daripada Tiongkok, pabrik terbesar dunia. Ini karena Tiongkok sekarang bergerak menuju manufaktur dengan teknologi canggih dan biaya tenaga kerjanya telah melambung secara signifikan dalam beberapa tahun belakangan, kurang lebih 10-15% per tahunnya.

Orang, Orang dan Orang

Duduk kokoh di posisi empat sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia dengan penduduk sebanyak 260 juta jiwa, daya beli juga memihak pertumbuhan manufaktur di Indonesia.

Menurut data statistik dari Euromonitor, pendapatan tahunan rumah tangga Indonesia melebihi US$10,000, peningkatan drastis dari 6 juta menjadi 16 juta hanya dalam 5 tahun.

Mendirikan Pabrik Manufaktur di Indonesia

Mendirikan pabrik manufaktur di Indonesia membutuhkan waktu dan tentu saja modal yang besar. Anda tidak bisa melakukan kesalahan sekecil apapun, dan oleh karenanya Anda harus melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk memulai bisnis manufaktur.

Cekindo menawarkan riset pasar yang membantu melancarkan keseluruhan proses. Kami juga memiliki sumber daya di mana Anda dapat terhubung dengan pemasok, pembeli dan distributor potensial, dan yang terpenting, kami akan membantu Anda dengan inkorporasi bisnis manufaktur Anda di Indonesia.

Kunjungi kami di kantor-kantor kami di Jakarta, Semarang dan Bali atau hubungi kami melalui form online di bawah ini dan kami akan segera menghubungi Anda dengan penawaran gratis.