• en

Pengelolaan Sampah di Bali dan Kesempatan Bisnis yang Tersedia

Pengelolaan Sampah di Bali dan Kesempatan Bisnis yang Tersedia Review by tenissa.tjahjono on 10. 10. 2018 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 30
TANTANGAN PENGelolaaN SAMPAH DI BALI telah menjadi semakin serius.

Semakin banyaknya kegiatan bisnis dan meningkatnya konsumsi rumah tangga berakibat pada meningkatnya sampah makanan, plastik dan sampah tambahan yang merusak dari berbagai industri. Kerusakan lingkungan di Bali, atau Indonesia secara keseluruhan sangat nyata. 

Indonesia dan Kontribusinya terhadap Polusi Dunia

Di Indonesia, banyak orang menggunakan plastik sekali pakai seperti kantong plasti, sedotan, gelas plastik, botol dan masih banyak lagi dalam kehidupan sehari-hari karena nyaman dan murah.

Menurut Nature Communications, kurang lebih 1.15 juta hingga 2.41 juta ton plastik dibuang ke lautan dari sungai di berbagai belahan dunia setiap tahunnya. Dari semua sampah plastik yang dibuang dari sungai ke lautan, Indonesia berkontribusi sebesar 200,000 ton, terutama dari Sumatera dan Jawa.

Sehubungan dengan sampah plastik yang diukur dalam metriks ton, empat sungai di Indonesia menempati posisi teratas untuk 20 sungai paling berpolusi di dunia karena pengelolaan yang buruk.

Oleh karenanya, Indonesia telah menjadi kontributor terbesar kedua untuk polusi plastik laut setelah Tiongkok. 

Bali, yang merupakan salah satu tempat paling banyak dikunjungi di dunia, berjuang untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sampahnya selama lebih dari satu dasawarsa. Untuk mengatasi masalah sampah yang semakin lama semakin parah, pemerintah Indonesia bersama dengan banyak sektor publik maupun swasta, berupaya menerapkan regulasi pengelolaan sampah yang lebih ketat di Bali dan ini telah menciptakan lebih banyak kesempatan bisnis.

Kebijakan dan Regulasi tentang Pengelolaan Sampah di Bali 

Selain upaya dari pemerintah Indonesia yang memberlakukan lebih banyak legislasi untuk menangani kurangnya fasilitas pengelolaan sampah di Bali, banyak bisnis dan LSM yang berbasis di Bali berupaya keras untuk memberantas penggunaan plastik untuk mengurangi sampah plastik.

Bebas Sampah

Dengan visi untuk mewujudkan negara “Bebas Sampah”, Indonesia berjanji untuk mengurangi sampah plastik sebanyak 70% pada 2025 di Konferensi Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selain itu, dalam empat tahun ke depan, pemerintah Indonesia mendorong program nasional untuk mengatasi isu pengelolaan sampah di daratan. Isi program ini masih belum dikonfirmasi tetapi intensinya jelas, mendedikasikan USD 1 miliar untuk memberantas polusi plastik di Bali dan seluruh Indonesia. 

Pajak Plastik

Pajak Plastik bukan lagi hal baru di Bali. Pada 2016, pemerintah mengenakan IDR 200 (kurang lebih 2 sen USD) untuk penggunaan satu plastik di Indonesia, dalam upaya mengurangi sampah plastik.

Namun, implementasi pajak ini lalu dihentikan akibat adanya kritik bahwa pengenaan pajak tidak cukup tinggi untuk memberikan dampak signifikan, serta tidak adanya transparansi. Oleh karena itu, aturan ini sedang dalam revisi, dan mungkin aturan pajak yang telah direvisi ini akan berlaku efektif segera. 

Kesempatan bagi Investor Asing

Dari seluruh wilayah Indonesia, Bali tampaknya menjadi basis kuat untuk kebijakan serta kampanye pengelolaan sampah. Ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa Bali merupakan destinasi wisata bagi para wisatawan serta telah menjadi rumah yang seperti surga bagi banyak ekspat yang sekarang berkontribusi terhadap restorasi pulau.

Kesempatan bisnis pengelolaan sampah sangat besar di Bali, dan mereka beroperasi dalam beberapa niche di ruangnya, terutama infrastruktur yang dapat diakses dan hemat biaya dalam sektor pengelolaan sampah dan daur ulang

Sektor Pengelolaan Sampah dan Bidang Terkait

Daftar di bawah ini merangkum beberapa bidang paling menjanjikan bagi klien yang mencari solusi pengelolaan sampah yang berbeda-beda:

  1. Menyediakan layanan daur ulang atau mendirikan pabrik daur ulang
  2. Memulai pusat pengumpulan sampah 
  3. Memulai pabrik tenaga sampah menjadi energi atau bisnis produksi biofuel 
  4. Menyediakan layanan kompos atau memulai pabrik kompos
  5. Berdagang atau menjual peralatan pengelolaan sampah
  6. Menyediakan layanan kebersihan untuk tank, kapal dan kontainer besar dalam industri minyak dan gas
  7. Memulai bisnis penjualan kembali besi tua

Mendirikan Perusahaan di Bali

Untuk memulai perusahaan di Bali sehubungan dengan pengelolaan sampah dan daur ulang, pertama-tama Anda harus memilih aktivitas legal yang paling sesuai. 

Jenis Badan Hukum di Indonesia

Setiap jenis badan usaha memiliki kelebihdan dan kekurangannya masing-masing, serta klasifikasi dan persyaratan. Saat ini, ada tiga jenis badan hukum yang dapat dipilih oleh investor asing di Bali:

  1. PT PMA
  2. Kantor Perwakilan
  3. Perusahaan nominee lokal

Memulai Perusahaan di Bali – PT PMA

PT PMA adalah singkatan dari Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing. Perusahaan ini menjadi satu-satunya bentuk badan hukum yang, dengan beberapa ketentuan, dapat dimiliki secara keseluruhan oleh pengusaha asing untuk menghasilkan keuntungan.

Namun, sebagai orang asing Anda harus ingat bahwa beberapa kegiatan bisnis di Bali mensyaratkan penduduk Indonesia menjadi pemegang saham bersama dengan orang asing. Terdapat syarat persentase untuk beberapa sektor pasar tergantung pada jenis bisnis, yang dapat dilihat di Daftar Negatif Investasi (DNI).

Organisasi Pendidikan dan LSM 

Di Bali, banyak organisasi pendidikan dan LSM yang telah fokus pada pengelolaan sampah, terutama pengurangan penggunaan plastik. Inisiatif ini termasuk program yang mengedukasi masyarakat dan anak-anak sekolah, sukarelawan untuk membersihkan pantai dan advokat untuk pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Beberapa proyek yang paling berhasil dan dikenal luas adalah Green-Books.org, Refill My Bottle dan Bye Bye Plastic Bags.

Bagi pengusaha asing yang ingin menjadi bagian dari organisasi pendidikan dan LSM untuk mengatasi masalah sampah, polusi dan masalah lingkungan lainnya di Bali, baca artikel kami tentang Cara Mendirikan LSM di Bali.

Tembus Pasarnya Sekarang

Masih ada banyak kesempatan pengelolaan sampah yang dapat Anda masuki di Bali. Dengan persiapan yang matang sebelum memasuki bisnis ini, Anda dapat menentukan keberhasilan bisnis.

Cekindo ada untuk membantu Anda dengan registrasi perusahaan serta LSM di bidang pengelolaan sampah di Bali. Isi form di bawah ini dan kami akan segera memberikan Anda penawaran gratis untuk bisnis Anda.