• Indonesia
    • English
Mempersiapkan Perjanjian Perusahaan Patungan di Indonesia

Mempersiapkan Perjanjian Perusahaan Patungan di Indonesia

Usaha patungan di Indonesia berarti bahwa dua atau lebih organisasi bergabung sebagai satu perusahaan komersial. Dengan kata lain, dua bisnis menggabungkan sumber daya dan keahlian mereka untuk mendapatkan keunggulan kompetitif untuk mengejar proyek tertentu atau mencapai tujuan tertentu.

Sebelum mendirikan perusahaan patungan di Indonesia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan investor. Salah satunya adalah bahwa tidak hanya usaha patungan yang mengikat sumber daya, tetapi juga berbagi risiko dan manfaat dari kedua bisnis tersebut.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan ganjaran terbesar dan meminimalkan risiko, berikut beberapa pertimbangan sebelum membentuk bisnis patungan di Indonesia:

  • Tentukan apakah sektor bisnis yang Anda minati diperbolehkan untuk struktur usaha patungan
  • Periksa Daftar Negatif Investasi untuk mengetahui persentase maksimum kepemilikan asing yang dapat Anda miliki untuk usaha patungan Anda
  • Ketahui lokasi bisnis Anda karena beberapa wilayah di Indonesia melarang sektor atau kegiatan bisnis tertentu beroperasi
  • Biasakan diri Anda dengan masalah pajak Anda, terutama pemotongan dan pajak penghasilan yang harus dibayar

Harus Disertakan dalam Perjanjian Perusahaan Patungan

Sangat penting untuk memasukkan semua syarat dan ketentuan yang diperlukan dalam perjanjian usaha patungan, terutama bila menyangkut kepemilikan saham dan pengalihan saham.

Di bawah ini adalah beberapa syarat dan ketentuan penting yang harus Anda miliki dalam perjanjian usaha patungan Anda:

  • Hak penawaran pertama atau hak penolakan pertama

Pemegang saham yang ingin mengalihkan sahamnya harus menawarkan sahamnya dalam waktu 30 hari. Penawaran ini hanya tersedia sekali.

  • Hak tag-bersama

Jika mayoritas pemegang saham ingin mengalihkan sahamnya ke pihak luar, maka pemegang saham lainnya berhak meminta sahamnya untuk dibeli oleh pihak luar juga. Ini untuk melindungi hak semua pemegang saham.

  • Perjanjian organisasi perusahaan

Perusahaan patungan terdiri dari Direksi, Dewan Komisaris, dan Rapat Umum Pemegang Saham. Pemegang saham memiliki hak untuk mengalihkan sahamnya berdasarkan kesepakatan Rapat Umum Pemegang Saham.

  • Hak seret

Jika mayoritas pemegang saham ingin mengalihkan sahamnya kepada pihak eksternal, mayoritas pemegang saham tersebut berhak untuk menjual sahamnya kepada pihak eksternal tersebut pula. Ini untuk melindungi hak semua pemegang saham.

  • Opsi beli atau jual

Istilah opsi beli atau jual menandakan opsi untuk mentransfer – baik membeli atau menjual – saham tertentu dalam waktu tertentu, dari dan kepada pemegang saham tertentu atau pihak lain berdasarkan perjanjian.

  • Istilah penguncian

Pengalihan tetap atas saham tertentu pada waktu tertentu, dari dan kepada pemegang saham tertentu atau pihak lain berdasarkan perjanjian.

  • Transfer yang diizinkan

Pembatasan atau batasan pengalihan saham ke pihak ketiga. Pemilik saham harus memastikan bahwa pemegang saham baru setuju dan terikat oleh perjanjian usaha patungan saat ini untuk melindungi hak pemilik yang ada.

  • Transfer wajib

Transfer saham yang terjadi dalam kondisi tertentu.

Bagaimana Cekindo dapat Membantu

Praktik penyusunan kontrak Cekindo dibantu para penasihat hukum terkemuka yang dapat memberikan rekomendasi terbaik tentang perjanjian usaha patungan Anda di Indonesia. Klien mencari kami karena kami adalah konsultan tepercaya untuk membantu mencapai tujuan bisnis mereka.

Sebelum menyusun perjanjian usaha patungan Anda di Indonesia, pertama-tama kami akan memperoleh pemahaman mendalam tentang bagaimana bisnis Anda beroperasi dan apa pendorong bisnis utama industri Anda. Pendekatan Cekindo tidak hanya akan membantu Anda dalam proses penyusunan kontrak, tetapi juga sepanjang siklus hidup bisnis Anda.

Jika Anda membutuhkan bantuan, silakan hubungi kami dan kami akan memberikan solusi terlengkap untuk Anda. Isi formulir di bawah ini.

Hubungi Konsultan Kami