• English
Panduan Membuka Toko Serba Ada di Indonesia

Panduan Membuka Toko Serba Ada di Indonesia

Jika Anda tidak termotivasi membuka toko serba ada atau toserba di Indonesia, Anda mungkin ingin kembali memikirkan keputusan Anda.

Toserba di Indonesia masih menikmati pertumbuhan sehat dan menguntungkan terus-menerus, meskipun dalam industri ritel yang menantang ini. Pemain besar toserba di Indonesia termasuk Indomaret dan Alfamart.

Menurut laporan dari Berkshire Hathaway, antara 2019 dan 2023 pasar ritel di Indonesia diprediksi tumbuh 6%. Sekitar seribu toserba di Indonesia dibangun setiap tahunnya.

Alasan pertumbuhan ini terutama adalah lanskap kompetitif Indonesia, konsep layanan modern yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan serta harga yang terjangkau.

Banyak pengusaha dan pemilik bisnis menggunakan franchising untuk memasuki industri toserba Indonesia.

Namun, beberapa memilih mendirikan perusahaan baru dari awal. Panduan ini memberikan wawasan tentang bagaimana mendirikan toserba di Indonesia.

Bagaimana Membuka Toko Serba Ada di Indonesia

Ada undang-undang dan regulasi yang mengatur pendirian toserba di Indonesia. Peraturan ini termasuk limitasi lokasi, limitasi konstruksi berdasarkan jarak antara jalan dan toko, dll.

Selain batasan di atas, Anda perlu mempertimbangkan izin-izin yang dibutuhkan untuk mendirikan toserba baru.

Izin untuk Pendirian Toko Serba Ada di Indonesia

Anda memerlukan beberapa izin untuk memulai dan mengoperasikan toserba Anda di Indonesia:

1. Izin BPOM

Memiliki izin ini berarti produk makanan dan minuman yang Anda jual di toserba telah memenuhi standar kesehatan di Indonesia. Izin ini mengizinkan Anda mendistribusikan produk makanan dan minuman berskala besar di Indonesia.

2. Izin PIRT

Izin PIRT adalah izin industri rumah tangga yang memberikan izin untuk toserba beroperasi dalam skala kecil, seperti menjual barang kebutuhan sehari-hari.

Selain memperoleh izin, toserba di Indonesia harus memenuhi syarat berikut:

  • Memiliki area khusus untuk menyetok produk yang dibeli dari peritel tradisional atau berskala kecil
  • Jumlah maksimum outlet terbatas hanya 250. Anda hanya dapat membuka lebih dari 250 outlet toserba dengan penggunaan model franchise.

Solusi Menyenangkan: Buka Saja Franchise

Banyak pemilik bisnis memilih franchise untuk melakukan ekspansi bisnis toserba di Indonesia, daripada membuka baru.

Ini utamanya dikarenakan batasan outlet sebanyak 250 untuk toserba baru. Sesuai Peraturan 71/2019, tak ada batasan outlet untuk kebanyakan bisnis franchise di Indonesia.

Selain kebebasan membuka sebanyak outlet yang Anda inginkan melalui franchise, banyak pemilik bisnis memilih bisnis franchise daripada memulai perushaaan baru karena biaya pendiriannya.

Franchising tidak membutuhkan banyak modal terkait pendirian, pemasaran dan pengiklanan. Franchisee hanya perlu membayar biaya franchise awal sekali dan royalti.

Anda mungkin perlu membeli produk atau layanan spesifik franchisor juga untuk memulai bisnis franchise.

Namun, jika Anda ingin memulai toserba dari awal, Anda perlu melalui prosedur yang lebih rumit dan mahal untuk mendapatkan banyak jenis izin dan lisensi.

Mendirikan Toko Serba Ada atau Franchise di Indonesia bersama Cekindo

Cekindo beranggotakan tim profesional yang dapat memandu Anda terkait pendirian toko serba ada di Indonesia.

Penasihat kami akan mengurus formalitas, sesuai dengan hukum di Indonesia. Kami juga dapat memberikan wawasan franchisee potensial dan direktori terkait peluang franchise yang tersedia.

Apakah Anda ingin mendirikan toserba franchise di Indonesia dengan bisnis berulang? Cekindo dapat membantu Anda meraih keuntungan kompetitif untuk menumbuhkan perusahaan.

Hubungi kami jika ingin mendirikan toko serba ada atau franchise di Indonesia. Isi form berikut. 

Hubungi Konsultan Kami