• English

Bagaimana Memulai Bisnis Farmasi Grosir di Indonesia

Industri farmasi di Indonesia telah tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir dengan nilai pasar diprediksi mencapai 9,9 miliar USD pada 2020, dengan tingkat pertumbuhan tahunan 10,2%. Jumlah ini hampir dua kali liapt dibandingkan nilai pasar yang tercatat pada 2013 (5 miliar USD).

Meledaknya industri farmasi di Indonesia erat hubungannya dengan peningkatan taraf hidup dan pelonjakan pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan.

Menurut GlobalData, mayoritas pangsa pasar datang dari obat yang dipatenkan. Juga, karena adanya peningkatan penyakit menular, prediksi menujukkan bahwa sektor penyakit pernapasan dan infeksi akan tumbuh besar-besaran.

Sektor lain yang melihat adanya ekspansi cepat yaitu pasar generik, berkat sejumlah insentif pemerintah dan ada masa berlaku atau hilangnya perlindungan produk paten.

Oleh karena itu, jelaslah bahwa memulai bisnis farmasi grosir di Indonesia memiliki keuntungannya tersendiri.

Namun, Anda jangan langsung memasuki pasar tanpa perencanaan. Dibutuhkan banyak riset, tekad dan kerja keras untuk berhasil dalam bisnis di tengah pasar yang bersaing dewasa ini.

Cekindo telah mempersiapkan panduan untuk membantu Anda.

Batasan dalam Bisnis Farmasi di Indonesia bagi Investor Asing

Di Indonesia di dalam Daftar Negatif Investasi, kebanyakan bisnis farmasi tertutup penuh atau hanya terbuka sebagian untuk kepemilikan asing. Namun, ada pengecualian untuk bisnis farmasi grosir.

Sektor farmasi grosir tidak tercantum di dalam Daftar Negatif Investasi dan 100% kepemilikan asing diizinkan.

Ingatlah bahwa sektor farmasi grosir tidak sama dengan sektor bahan obat grosir. Orang asing tidak dapat memiliki 100% kepemilikan asing di sektor yang kedua.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 24/2014 satu-satunya badan hukum yang diizinkan untuk kategori farmasi grosir adalah perusahaan terbatas atau koperasi.

Syarat Memulai Bisnis Farmasi Grosir di Indonesia

Untuk mendirikan perusahaan terbatas atau koperasi di Indonesia, Anda perlu memenuhi syarat berikut:

  • Karyawan purna waktu sebagai apoteker adalah wajib
  • Bisnis Anda harus memiliki kantor dan gudang untuk kegiatan usaha
  • Jika bisnis Anda juga menjual bahan obat, Anda perlu laboratorium untuk melakukan uji coba dan gudang penyimpanan untuk menyimpan bahan
  • Izin wajib untuk menjalankan bisnis dengan sah adalah izin dagang (SIUP) standar, sertifikat distribusi farmasi dan sertifikat distribusi obat

Prosedur Memulai Bisnis Farmasi Grosir di Indonesia

Keseluruhan proses pengajuan sertifikat distribusi farmasi dan sertifikat distribusi obat dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS), Sistem E-Licensing Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berikut beberapa langkah penting yang perlu Anda ikuti untuk memperoleh sertifikat wajib agar dapat memulai bisnis farmasi grosir di Indonesia:

1. Persiapkan rencana distribusi.

2. Sampaikan rencana distribusi bersama dengan dokumen berikut terkait apoteker yang bertanggung jawab:

  • Sertifikat kelulusan
  • Kartu identitas
  • Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA)
  • Perjanjian kerja sama atau perjanjian kerja
  • Surat pernyataan yang menunjukkan komitmen apoteker untuk bekerja purna waktu

3. Jika aplikasi disetujui, sertifikat akan diterbitkan. Jika ditolak, pihak otoritas mungkin akan meminta Anda menyediakan dokumen tambahan.

Bagaimana Cekindo dapat Membantu

Cekindo didirikan dengan mempertimbangkan pengusaha dan bisnis dari berbagai industri, termasuk industri farmasi di Indonesia.

Kami telah secara terus-menerus memberikan bantuan kepada perusahaan dengan menawarkan beragam layanan bisnis yang butuhkan untuk pendirian perusahaan di negara yang dinamis ini.

Melayani klien dari kantor global kami di Indonesia, Cekindo menawarkan layanan pendirian perusahaan yang cepat dan ringan.

Jika Anda butuh bantuan untuk mempercepat perjalanan Anda menuju kesuksesan, hubungi Cekindo sekarang. Kami akan dengan senang hati membantu. Isi form berikut ini.