• en

Prosedur Perizinan untuk Impor dan Ekspor Minyak, Gas dan Bahan Bakar Lain di Indonesia

Prosedur Perizinan untuk Impor dan Ekspor Minyak, Gas dan Bahan Bakar Lain di Indonesia Review by tenissa.tjahjono on 11. 7. 2019 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 30

PwC melaporkan bahwa Indonesia memiliki cadangan metana batu bara keenam terbesar di dunia dengan 453 triliun kaki kubik dan cadangan shale gas diperkirakan sebesar 574 triliun kaki kubik. Selain itu, menurut BP Statistical Review of World Energy 2018, cadangan gas alam di Indonesia tercatat sebesar 102,9 triliun kaki kubik. Produksi gas di Indonesia telah mencapai 68 miliar m3, berkontribusi terhadap 60% total produksi minyak dan gas negara.

Untuk meningkatkan kendali atas ekspor dan impor minyak, gas dan bahan bakar lain di Indonesia, serta untuk menyederhanakan proses perizinan usaha, Peraturan No. 21 tahun 2019 tentang Ekspor dan Impor untuk Minyak, Gas dan Bahan Bakar Lain telah diterbitkan oleh Menteri Perdagangan. Peraturan yang baru ini akan menggantikan Peraturan Menteri No. 03/M-DAG/PER/1/2015.

Implementasi Peraturan 21/2019

Secara umum, Peraturan 21/2019 membahas masalah isu terkait perolehan izin impor dan ekspor untuk minyak, gas dan bahan bakar lain di Indonesia:

  1. Lingkup bahan bakar ekspor dan impor
  2. Syarat dan prosedur ekspor minyak, gas dan bahan bakar lain
  3. Syarat dan prosedur impor minyak, gas dan bahan bakar lain

Lingkup Bahan Bakar Ekspor dan Impor

Jenis minyak, gas dan bahan bakar lain yang diimpor dan diekspor yang termasuk dalam Peraturan 21/2019 dinyatakan sebagai berikut:

Minyak

  • Minyak dengan Kode HS 27.09. Ini termasuk minyak petroleum  dari mineral yang mengandung bitumen mentah
  • Minyak dengan Kode HS 27.10. Ini termasuk minyak petroleum dari mineral yang mengandung bitumen non-mentah

 

Gas

  • Gas dengan Kode HS 27.11. Ini termasuk gas petroleum dan gas hidrokarbon lain
  • Gas dengan Kode HS 29.09. Ini termasuk ether, ether-phenol dan alkohol ether

 

Bahan Bakar Lain

  • Bahan bakar dengan Kode HS 22.07. Ini termasuk alkohol ethyl dengan 80% alkohol dan belum didenaturasi
  • Bahan bakar dengan Kode HS 38.26. Ini termasuk bio-diesel dan campuran terkait lain

 

Ekspor dan impor minyak, gas dan bahan bakar lain yang digunakan untuk tujuan penelitian atau sampel dibebaskan dari ketentuan di atas. Namun, importir dan eksportir harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Direktorat Jenderal Perdagangan Asing.

Syarat dan Prosedur Ekspor Minyak, Gas dan Bahan Bakar Lain

Ekspor minyak, gas dan bahan bakar lain hanya dapat dilakukan oleh pihak-pihak berikut, hanya jika mereka telah mendaftarkan diri sebagai eksportir dan telah memperoleh persetujuan ekspor dari Menteri Perdagangan:

Minyak dan Gas

  • Badan Usaha (BU) dengan operasi bisnis minyak dan gas hulu dan hilir
  • Bentuk Usaha Tetap (BUT) dengan operasi bisnis minyak dan gas hulu

 

Bahan Bakar Lain

  • BU dengan operasi bisnis bahan bakar lain

 

Minyak dan Gas Milik Negara 

  • Eksportir minyak dan gas terdaftar yang ditunjuk oleh otoritas minyak dan gas dengan persetujuan ekspor dari Menteri Perdagangan

Mekanisme Baru Online untuk Eksportir Minyak, Gas dan Bahan Bakar Lain

Registrasi sebagai Eksportir

  • Penyerahan aplikasi online ke Direktorat Jenderal
  • Keputusan dibuat dalam 5 hari kerja
  • Tanda daftar diterbitkan secara elektronik dan berlaku tiga tahun

 

Memperoleh Persetujuan Ekspor

  • Penyerahan aplikasi online ke Direktorat Jenderal
  • Keputusan dibuat dalam 5 hari kerja
  • Masa berlaku berdasarkan Rekomendasi Ekspor

Syarat dan Prosedur Impor Minyak, Gas dan Bahan Bakar Lain

Impor minyak, gas dan bahan bakar lain hanya dapat dilakukan oleh pihak-pihak berikut, hanya jika mereka telah mendaftarkan diri sebagai importir dan telah memperoleh persetujuan impor dari Menteri Perdagangan:

Minyak dan Gas

  • BU dengan operasi bisnis minyak dan gas hulu dan hilir
  • Konsumen langsung minyak, gas dan bahan bakar lain

 

Bahan Bakar Lain

  • BU dengan operasi bisnis bahan bakar lain
  • Konsumen langsung minyak, gas dan bahan bakar lain

Mekanisme Baru Online untuk Importir Minyak, Gas dan Bahan Bakar Lain

Impor minyak, gas dan bahan bakar lain tak lagi mewajibkan registrasi importir. Hanya persetujuan impor yang diperlukan.

Memperoleh Persetujuan Impor

  • Penyerahan aplikasi online ke Direktorat Jenderal
  • Keputusan dibuat dalam 3 hari kerja
  • Masa berlaku berdasarkan Rekomendasi Impor

business license indonesia with cekindo

Dapatkan Izin Usaha di Indonesia melalui Cekindo

Pemahaman akan peraturan impor dan ekspor di Indonesia penting untuk bisnis apapun. Cekindo dapat membantu menyederhanakan proses perizinan usaha di Indonesia dan pada saat bersamaan mematuhi peraturan ekspor impor minyak, gas dan bahan bakar lain.

Hubungi kami dengan mengisi form di bawah ini atau kunjungi kantor kami di Jakarta, Bali dan Semarang.