• en

Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing vs Lokal di Indonesia

Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing vs Lokal di Indonesia Review by tenissa.tjahjono on 18. 2. 2019 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 30

Saat ini, Indonesia telah menjadi salah satu perekonomian terbesar dan pasar dengan potensi terbesar di dunia. Indonesia juga telah bertransformasi menjadi destinasi yang menawarkan semakin banyak opsi menarik bagi penduduk lokal untuk bekerja di kota lain dan bagi orang asing untuk bekerja di negara lain.

Sebagai perusahaan yang melakukan ekspansi dan membutuhkan banyak talenta dan tenaga kerja, perusahaan memiliki dua opsi jika menyangkut kegiatan operasional mereka di Indonesia:

  • Mempekerjakan orang asing dengan keahlian khusus.
  • Merekrut penduduk lokal untuk memenuhi permintaan.

 

Dengan demikian, Anda harus mematuhi undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan di Indonesia jika ingin mempekerjakan karyawan. Jika tidak, perusahaan akan berhadapan dengan hukum jika melakukan pelanggaran.

Sebagai pemilik perusahaan di Indonesia, artikel ini memiliki semua informasi yang Anda perlu tahu mengenai mempekerjakan tenaga kerja asing atau karyawan lokal di Indonesia.

Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Saat perusahaan melakukan ekspansi dan menjadi internasional, salah satu komponen penting kesuksesan adalah pengetahuan karyawan. Oleh karenanya, dengan merekrut tenaga kerja asing, perusahaan akan memperoleh pengetahuan yang selama ini tidak dimiliki. Perekrutan asing biasanya akan memberikan pemahaman mendalam mengenai keahlian-keahlian tertentu, produk, sistem dan kebijakan.

Seperti negara-negara lain di dunia, tenaga kerja asing harus mematuhi undang-undang imigrasi di Indonesia.

Pada September 2018, hukum ketenagakerjaan termasuk Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berlaku efektif sejak 29 Juni 2018 (PP20), dan Regulasi Kementerian Ketenagakerjaan No. 10 Tahun 2018 tentang Prosedur Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang berlaku efektif 11 Juli 2018 (RM10). Kedua regulasi ini kompleks, dan perubahan mungkin akan diberlakukan dari waktu ke waktu.

Anda disarankan menghubungi konsultan Cekindo untuk mendapatkan lebih banyak detail.

Perusahaan yang Memenuhi Syarat

Regulasi dari Kementerian Ketenagakerjaan di Indonesia menyatakan bahwa hanya organisasi atau institusi berikut yang dapat mempekerjakan orang asing:

  • Badan hukum asing yang terdaftar di Indonesia
  • Perwakilan negara asing, organisasi internasional, agensi internasional, agensi pemerintah
  • Kantor perwakilan perusahaan asing, kantor perwakilan perusahaan perdagangan asing dan agensi berita asing yang diinkorporasikan di Indonesia
  • Perseroan Terbatas (PT) dan yayasan
  • Institusi pendidikan, sosial, budaya dan agama
  • Penyelenggara acara olahraga, hiburan dan seni

Persyaratan bagi Perusahaan untuk Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing

Perusahaan diwajibkan melalui tahap-tahap berikut untuk mempekerjakan orang asing:

  • RPTKA – Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang disetujui oleh Kementerian Ketenagakerjaan atau pejabat berwenang
  • Penyerahan US$100 per bulan sebagai kompensasi bagi DKP-TKA untuk setiap posisi yang diduduki tenaga kerja asing (ini tidak berlaku bagi institusi dan organisasi tertentu, silakan hubungi Cekindo untuk mengetahui lebih jauh)
  • Registrasi program asuransi bagi tenaga kerja asing. Program asuransi harus di bawah perusahaan asuransi yang terdaftar di Indonesia
  • Penunjukan Tenaga Kerja Pendamping (Indonesian Companion Employees) untuk membagikan keahlian dan teknologi dari tenaga kerja asing
  • Penyediaan latihan bagi Tenaga Kerja Pendamping

Rencana Penempatan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan Pembebasan RPTKA

Saat ini, tidak wajib bagi perusahaan untuk memperoleh RPTKA bagi posisi-posisi tertentu yang diduduki orang asing dan membayar dana kompensasi:

  • Pemegang saham yang merupakan Dewan Komisaris
  • Pemegang saham yang merupakan Dewan Direksi
  • Pejabat dari Pemerintah Indonesia berdasarkan keputusan Menteri
  • Pejabat diplomatik kantor perwakilan asing
  • Badan internasional dengan perekrutan asing
  • Badan sosial, pendidikan dan agama lain, tetapi berlaku berdasarkan kasus per kasus sesuai keputusan Kementerian

Pembebasan ini menjadikan perekrutan tenaga kerja asing jauh lebih mudah dan nyaman bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Pajak bagi Tenaga Kerja Asing

Tenaga kerja asing dianggap sebagai wajib pajak perorangan saat menetap di Indonesia selama lebih dari 183 hari dalam waktu 12 bulan berturut-turut. Oleh karenanya, wajib pajak asing diwajibkan mendaftar untuk Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di kantor pelayanan pajak.

Persentase pajak progresif bagi wajib pajak perorangan dengan status penduduk asing di Indonesia berdasarkan pendapatan tahunan:

  • IDR 1-50 juta: 5%
  • IDR 50 – 250 juta: 15%
  • IDR 250 – 500 juta: 25%
  • Di atas IDR 500 juta: 30%

Persyaratan Visa Kerja bagi Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Presiden Indonesia menandatangani Peraturan Pemerintah No. 20/2018 untuk menyederhanakan izin kerja tenaga kerja asing serta visa kerja mereka. Implementasi regulasi baru ini memastikan proses yang lebih efisien dan cepat bagi perusahaan.

Tenaga kerja asing memenuhi syarat untuk visa kerja yang berlaku satu bulan hingga dua tahun, dan visa ini dapat diperpanjang serta harus disponsori oleh perusahaan berdasarkan posisi mereka serta sektor pasar.

Namun, orang asing tidak diizinkan mendapatkan izin kerja dan bekerja di sektor-sektor berikut:

  • Kendali dan Inspeksi Mutu
  • Badan Hukum
  • Sumber Daya Manusia
  • Bidang Kesehatan, Keamanan dan Lingkungan
  • Manajemen Rantai Pasok

Berbagai jenis kerja adalah izin kerja mendesak (masa berlaku 1 bulan), izin kerja sementara (2-6 bulan) dan izin kerja jangka panjang (7-12 bulan).

Sama seperti tidak mendaftar sebagai wajib pajak di Indonesia, orang asing yang tidak mendapatkan izin kerja dianggap melanggar Hukum Indonesia dan akan dikenakan denda sebesar IDR 500 juta dan/atau 5 tahun penjara.

Cekindo selalu merekomendasikan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk berkonsultasi dengan agensi untuk memperoleh informasi terbaru tentang hukum imigrasi.

Mempekerjakan Karyawan Lokal di Indonesia

Bukanlah rahasia bahwa talenta lokal sekarang semakin banyak karena populasi Indonesia yang padat dan demografi penduduk usia muda yang membludak. Ada potensi untuk dijelajahi untuk pekerja lokal, sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan dengan strategi rekrutmen yang tepat.

Untuk menikmati manfaatnya, sangatlah penting bagi perusahaan untuk mempekerjakan warga negara Indonesia yang akrab dengan adat lokal, cara menjalankan bisnis, konvensi serta budaya lokal.

Selain itu, mempekerjakan karyawan lokal di Indonesia membantu perusahaan internasional menembus pasar Indonesia secara lebih efisien.

Uji Kelayakan saat Proses Perekrutan

Proses mempekerjakan karyawan lokal baru dapat sangat membuang waktu dan mahal, karena pasar talenta lokal luas dan perusahaan akan mendapatkan banyak lamaran masuk hanya dari penduduk loka. Dan, memutuskan untuk mempekerjakan seseorang yang salah akan membuat Anda menghabiskan biaya lebih besar.

Penting bagi perusahaan untuk melakukan uji kelayakan saat akan mempekerjakan talenta lokal ayng tepat. Berikut beberapa dasar uji kelayakan perusahaan:

  • pemeriksaan kredensial
  • pemeriksaan latar belakang pribadi
  • pemeriksaan referensi
  • wawancara

Pemeriksaan-pemeriksaan ini jauh lebih penting bagi posisi profesional untuk memverifikasi informasi faktual yang tercantum di resume. Selalu buat daftar uji kelayakan untuk memastikan perekrutan yang sukses.

Outsourcing Rekrutmen

Saat ada begitu banyak pelamar untuk beberapa posisi, keseluruhan proses rekrutmen sangat memakan waktu. Saat orang yang bertanggung jawab melakukan perekrutan mendapatkan tekanan dari segi waktu atau kurang pengalaman, keputusan perekrutan terkadang tidak dipertimbangkan dengan matang.

Skenario terburuk, ini bahkan dapat berarti mengabaikan pekerjaan sehari-hari karyawan yang mungkin penting untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Dengan melakukan outsourcing proses rekrutmen melalui konsultan tepercaya, perusahaan dapat fokus pada kegiatan bisnis utama, meningkatkan kualitas karyawan, mengurangi biaya dan memenuhi kebutuhan serta permintaan rekrutmen dan tidak ketinggalan, mengurangi tingkat keluar masuk karyawan.

Manfaat-manfaat ini bisa menjadi begitu signifikan di negara seperti Indonesia dengan tersedianya banyak tenaga kerja lokal serta kolam talenta, kesempatan kerja dan bisnis yang luas.

Untuk informasi mengenai rekrutmen, uji kelayakan, perpajakan atau izin kerja di Indonesia, Cekindo siap melayani Anda. Hubungi kami sekarang dan dapatkan informasi terkini bersama dengan penawarwan gratis untuk bisnis Anda. Kami akan bantu Anda memutuskan apakah mempekerjakan tenaga kerja asing atau talenta lokal merupakan kebutuhan terbaik bagi bisnis Anda.