• en

Registrasi Sertifikat Halal di Indonesia

Registrasi Sertifikat Halal di Indonesia Review by Michal Wasserbauer on 15. 2. 2018 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 30

Industri halal di Indonesia telah menjadi lumbung emas emas bagi banyak investor. Tentunya hal tersebut bukan sekedar omongan belaka karena Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar; 14% dari populasi Muslim di Seluruh dunia. Dari 250 juta masyarakat Indonesia, 88% merupakan Muslim. Tahun 2017, 1,8 miliar Muslim telah mengambil alih 24% populasi secara global, pertumbuhan populasi terbesar di antara agama lainnya.

Negara Islam tetangga, seperti Malaysia dan Brunei, telah banyak menekan dan fokus pada potensi Industri Halal. Indonesia, belum membuat rencana matang untuk regulasi Halal. Pedoman berikut akan memberikan Anda ide pasti mengenai standar terbaru dan proses dalam Sertifikasi Halal.

 

Apa itu Halal dan Sertifikat Halal?

Orang-orang sering bertanya apa itu ‘halal’ — secara harafiah, ‘halal’ berarti ‘diizinkan’. Jawabannya bisa dibilang simpel atau sedikit kompleks. Berikut beberapa konsep mengenai halal: barang keperluan seperti makanan, obat dan kosmetik, yang tidak mengandung bahan haram. Haram merupakan kebalikan dari halal, mengandung babi dan sejenisnya, darah hewan, hewan yang dipotong tidak melalui hukum islam, dan hewan beracun.

Sertifikat halal merupakan pernyataan tertulis yang menyatakan sebuah produk halal sesuai dengan hukum Sharia Islam. Agar produk dinyatakan halal, sertifikat halal merupakan kewajiban; memudahkan masyarakat Muslim membedakan produk yang dapat dikonsumsi atau digunakan.

Halal certification in Indonesia

 

Otoritas Penerbit Sertifikat Halal Indonesia

Otoritas tertinggi yang dapat mensertifikasi dan mengeluarkan sertifikat halal di Indonesia berada ditangan BPJPH (Badan Pengelola Jaminan Produk Halal). Badan ini baru diinagurasi dan bergerak bersamaan dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang bekerja mengatur standar halal dan mengeluarkan Fatwa Halal. Di bawah MUI, dua otoritas terbesar, LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika) dan Komite Fatwa MUI bertanggung jawab dalam penilaian, audit, dan deklarasi halal.

 

Langkah Demi Langkah Proses Sertifikasi Halal di Indonesia:

Walau sampai sekarang pendaftaran sertifikasi halal merupakan tindakan inisiatif dari setiap perusahaan, kepemilikan sertifikat halal ini sangat direkomendasi untuk mencapai pasar yang lebih besar, baik untuk bisnis yang telah berdiri maupun untuk investor yang baru memulai bisnis di Indonesia.

Proses menuju produk halal sangatlah repot dan banyak kelengkapan dokumen sesuai dengan regulasinya. Prosedur umum pemenuhan LPPOM-MUI dapat menjadi lancar dengan registrasi melalui Cekindo:

Langkah 1: Memenuhi MS23000 persyaratan halal dengan material, produk dan proses produksi, dan menerapkan HAS (Halal Assurance System).

Langkah 2: Menyiapkan segala dokumen yang diperlukan untuk registrasi produk halal. Kumpulkan semua dokumen ke Ceindo, beserta biaya pendaftaran dan biaya sertifikasi halal sesuai kontrak.

Langkah 3: Mengisi dokumen sesuai dengan status sertifikasi yang dibutuhkan oleh LPPOM MUI selama proses registrasi. Kumpulkan dokumen ke Cekindo agar LPPOM MUI segera memproses permohonan Anda.

Langkah 4: Pedoman akan diberikan untuk penilaian pre-audit, audit, pra-audit, dan analisis laboratorium untuk memastikan Anda melengkapi persyaratan.

Langkah 5: Produk memenuhi persyaratan HAS dan berhasil melewati analisis lab oleh LPPOM MUI. MUI mengeluarkan sertifikat.

 

Informasi Penting Mengenai Standar Halal di Indonesia

Terdapat banyak standar halal di seluruh dunia, standar halal yang menjadi dasar Fatwa MUI Indonesia adalah Hukum Sharia. Terdapat beberapa detail yang setiap perusahaan perlu perhatikan:

  1. Nama brand atau produk tidak boleh memiliki hubungan atau menyiratkan segala hal yang haram menurut hukum Sharia.
  2. Kemasan, desain, dan sifat produk yang berhubungan dengan haram dilarang.

Untuk memperjelas, memiliki sertifikat halal merupakan keputusan perusahaan, tetapi usaha pemerintah untuk menjadikan sertifikasi halal sebuah keharusan terlihat sangat jelas. Selain itu, berhubungan dengan besar dan potensi yang diberikan dari industri halal, mensertifikasi produk Anda akan membawa Anda pada konsumen yang lebih besar dan bisnis Anda akan diuntungkan.

 

SERTIFIKAT HALAL ASING

Pasal 47 UU Halal menunjukkan bahwa produk dan bahan bersertifikat halal yang berasal dari luar negeri hanya perlu didaftarkan di BPJPH dan kemudian dijual dan didistribusikan di Indonesia tanpa perlu adanya perubahan dalam status pendaftaran produk halal mereka.

Namun, tidak semua sertifikat asing akan diizinkan untuk melalui proses yang mudah ini dan lembaga sertifikasi yang tidak ada dalam daftar harus dinilai oleh BPJPH.

Untuk menegaskan kembali, semua produk halal tidak terdaftar yang dijual atau didistribusikan di Indonesia akan dianggap sebagai non-halal mulai tahun 2019. Sejumlah besar produk belum terdaftar dan penundaan dalam proses diharapkan.


Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut mengenai pendaftaran sertifikat halal di Indonesia, cukup isi formulir di bawah ini. Kami akan dengan senang hati memberikan saran dan dukungan profesional sehingga semua produk Anda dapat memperoleh sertifikat halal sesegera mungkin.

Hubungi Kami