Tantangan Terbesar Pasar Kesehatan Indonesia

Pasar kesehatan Indonesia merupakan pasar yang baik, namun masih terbentur oleh beberapa faktor untuk dapat merealisasikan semua kebutuhan pasokan.

Pangsa pasar industri kesehatan di Indonesia akan berkembang

Industri kesehatan Indonesia diperkirakan mencapai US $ 60,6 miliar  pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 14,9 persen dibanding periode 2012-2018.

Secara keseluruhan, Indonesia memiliki sanitasi masih miskin. Hal ini sulit untuk mendapatkan air bersih di luar kota-kota besar, oleh karena itu, diare, gastroenteritis, dan penyakit menular seperti tifus, demam paratifoid, demam berdarah, dan malaria masih luas. Selain itu, menurut Organisasi Perdagangan Dunia, sekitar 70% dari pria di atas usia 20 di Indonesia adalah perokok, yang mengarah ke peningkatan penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan diabetes, dan menghasilkan kebutuhan kronis penyakit produk terkait.

Menurut Cekindo Business International (sebelumnya Cekindo Bisnis Grup), semua faktor ini meningkatkan permintaan publik untuk layanan kesehatan dan beberapa sektor (Makanan, Suplemen, Perangkat Medis, Farmasi) dalam beberapa tahun ke depan akan memberikan peluang untuk mengembangkan industri kesehatan, terutama untuk rumah sakit swasta. Salah satu tantangan terbesar adalah masih distribusi sumber daya, yang saat ini tidak merata. Rumah sakit, dokter, seluruh infrastruktur kesehatan yang tidak merata.

Tantangan besar lain untuk Indonesia adalah asuransi kesehatan nasional, yang tanaman pemerintah Indonesia untuk menggelar untuk semua 240 juta warganya pada awal 2014. Sekitar 60 persen penduduk Indonesia sudah ditutupi oleh beberapa bentuk asuransi, tetapi pada 2019 yang bersih akan melebar, memberikan semua orang Indonesia akses gratis ke pusat-pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit pemerintah.

Pemerintah ingin memulai rencana yang akan didanai sebagian oleh pemerintah, pengusaha dan kontribusi karyawan. Rasio dokter-pasien di negara itu hanya 3 dokter per 10.000 orang, jauh lebih sedikit dari Malaysia, yang memiliki 9 dokter untuk setiap 10.000 orang atau Kuba, yang memiliki 64 dokter untuk 10.000 orang. Indonesia saat ini memiliki sekitar 73 fasilitas medis di seluruh negeri, tetapi masih kekurangan dokter, terutama spesialis.

Jika Anda menginginkan informasi lebih lanjut mengenai pasar kesehatan di Indonesia, jangan sungkan menghubungi Cekindo!

Contact Our Consultants

Mengingat konflik Rusia-Ukraina saat ini, untuk sementara kami tidak dapat memproses setiap permintaan yang datang dari Rusia.

Post Verificator

Verified by:​

Pandu Biasramadhan

Pandu is the Consulting Manager at Cekindo. He has extensive experience in working with government agencies. Notably, he has provided market-entry solutions for enterprises in Indonesia and managed regional partnership channels in Southeast Asia. At Cekindo, Pandu aspires to lead the consulting team to provide top-quality market-entry services and maintain a portfolio of global clientele. His specialty is market-entry advisory and business process outsourcing.