• English

Panduan Memulai Bisnis Penerbitan di Indonesia

Dengan lebih dari 260 juta populasi dan persentase anak muda yang tinggi, memulai bisnis penerbitan buku di Indonesia adalah ide bisnis yang menguntungkan. Mayoritas populasi muda banyak membaca dan kebanyakan dari mereka adalah murid yang membutuhkan materi yang diterbitkan untuk pembelajaran dan studi. Statistik menunjukkan pemasukan total bisnis penerbitan di Indonesia tercatat sebesar USD 466 juta setiap tahun.

Selain bisnis penerbitan buku konvensional, Indonesia juga memiliki permintaan signifikan akan materi digital di internet. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan bisnis penerbitan elektronik juga.

Menurut Statista.com, segmen penerbitan elektronik atau e-publishing di Indonesia diperkirakan mencapai USD 220 juta pada 2020 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 6,5% antara 2020 dan 2025. Ini berarti volume pasar yang diproyeksikan sebesar USD 302 juta pada 2025.

Investor asing menaruh minat pada bisnis penerbitan konvensional maupun elektronik karena memulai perusahaan penerbitan telah menjadi semakin menguntungkan dan dapat dijangkau di Indonesia.

Otoritas Utama untuk Bisnis Penerbitan di Indonesia

Saat membicarakan otoritas utama yang mengawasi bisnis penerbitan buku di Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) tentu berada di daftar. Ini karena BKPM mengawasi semua kegiatan usaha yang berjalan di Indonesia, termasuk perusahaan penerbitan.

Lalu, dua lagi otoritas yang mengawasi adalah badan internasional yang dikenal sebagai Asosiasi Penerbit Internasional dan badan lokal yaitu Dewan Pers Nasional. Asosiasi Penerbit Internasional adalah federasi asosiasi penerbit terbesar di dunia dan Asosiasi Penerbit Indonesia adalah salah satu anggotanya.

Asosiasi Penerbit Internasional bertanggung jawab melindungi kebebasan penerbitan dari negara anggotanya dan Dewan Pers Nasional bertanggung jawab atas peraturan penerbitan di Indonesia. Selain itu, Dewan Pers Nasional memiliki peran serupa degan Asosiasi Penerbit Internasional, yakni melindungi kebebasan pers di Indonesia.

Syarat Mendirikan Perusahaan Penerbitan di Indonesia

Siapa saja di Indonesia, termasuk penduduk lokal, orang asing, bisnis lokal dan perusahaan asing diizinkan mendirikan perusahaan penerbitan di Indonesia. Untuk orang asing, mereka harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari BKPM sebelum dapat menjalankan bisnis ini.

Setelah memperoleh izin dari BKPM, bisnis atau individu asing harus mengajukan izin usaha dan tanda daftar perusahaan.

Bagaimana Mendaftarkan Perusahaan Penerbitan di Indonesia

Berikut ringkasan langkah-langkah mendaftarkan perusahaan penerbitan sebagai individu atau organisasi asing:

  1. Memperoleh izin dari BKPM.
  2. Mengajukan izin usaha.
  3. Mendapatkan tanda daftar perusahaan.
  4. Menerima semua izin dan sertifikat wajib sebagai izin resmi pendirian.
  5. Mendaftar dengan Dewan Pers Nasional.
  6. Mendepositokan sejumlah modal yang diwajibkan ke rekening bank perusahaan dengan nama pemilik bisnis.
  7. Memperoleh form inkorporasi perusahaan dan mengisinya.
  8. Menyampaikan form dengan dokumen wajib dan izin.
  9. Memutuskan jenis materi yang diterbitkan, misalnya koran, majalah, jurnal, buku, manual, dll.
  10. Jika memiliki perusahaan penerbitan digital, materi yang diterbitkan dapat berbentuk elektronik, konten media online dan CD.
  11. Begitu perusahaan dibentuk dan mulai beroperasi, ingatlah untuk meninjau dan terus memenuhi persyaratan hukum terbaru untuk memastikan kepatuhan.

Bagaimana Cekindo dapat Membantu

Cekindo bekerja sama dengan para pengusaha dari berbagai belahan dunia dan melihat keberhasilan bisnis mendorong kami menjadi yang terdepan di industri kami.

Kemampuan kami menggabungkan keahlian industri dengan ketajaman bisnis dan jaringan luas di Indonesia membuat kami dapat menawarkan layanan bernilai tambah kepada Anda.

Bermitralah dengan Cekindo untuk menemukan solusi yang Anda butuhkan untuk merencanakan, memulai dan menemukan dana untuk perusahaan penerbitan di Indonesia. Isi form berikut.