Kepemilikan Tanah & Bangunan di Indonesia

Memiliki beragam peluang bisnis, Indonesia kerap kali terpilih sebagai negara tujuan investasi asing di Indonesia. Salah satu sektor yang tengah berkembang adalah industri konstruksi. Pada tahun 2021, market size industri konstruksi di Indonesia mencapai nilai $238 milyar dan diperkirakan untuk bisa meningkan secara bertahap lebih dari 5% selama 4 tahun mendatang.

Proyeksi pasar terhadap industri konstruksi di Indonesia juga meningkatkan ketertarikan investor dalam menghadirkan lapangan kerja baru. Dengan proyeksi bisnis yang menjanjikan, para investor asing juga mulai merasa diuntungkan terkait regulasi kepemilikan tanah dan bangunan di Indonesia.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional menetapkan Peraturan Menteri No. 18 tahun 2021 tentang Tata Cara Penetapan Hak Pengelolaan dan Hak Atas Tanah.

Dalam regulasi tersebut menyatakan bahwa WNA yang memiliki dokumen imigrasi yang sah dapat memiliki rumah tapak atau rumah susun sesuai dengan jenis bangunan atau lahan berdasarkan ketentuan berikut:

1. Rumah tapak

  • Kepemilikan rumah mewah berdasarkan hukum dan regulasi terkini
  • Lahan yang mendapatkan izin sebagai tempat tinggal perseorangan atau keluarga
  • Jika bangunan di atas lahan memiliki dampak positif terhadap ekonomi dan sosial
  • Pemilik rumah WNA mendapatkan izin dari kementrian terkait
  • Kepemilikan tempat tinggal untuk perwakilan WNA

2. Rumah susun komersial

Cekindo akan mempersiapkan dukungan yang dibutuhkan untuk memenuhi kepemilikan lahan dan bangunan bagi WNA.

Sertifikat Lahan dan Bangunan di Indonesia

Proses kepemilikan lahan dan bangunan di Indonesia tidak berhenti ketika transaksi selesai.
Sertifikasi perlu dilakukan untuk memastikan keabsahan kepemilikan tersebut.
Undang Undang Agraria menyebutkan beberapa regulasi terkait sertifikasi dan hak atas lahan di Indonesia.

Mekanisme Harga Kepemilikan Lahan & Bangunan
untuk WNA di Indonesia*

Selain pemenuhan dokumen, WNA perlu untuk memperhatikan dan mematuhi mekanisme harga yang ditetapkan untuk memastikan kepemilikan lahan dan bangunan di Indonesia secara sah. Mekanisme harga di setiap daerah di Indonesia cukup beragam.

No Propinsi Nilai Minimum untuk Dibeli oleh Orang Asing
Rumah Tapak Perumahan Bertingkat
1 Jakarta IDR 10 milyar IDR 3 milyar
2 Bali IDR 5 milyar IDR 2 milyar
3 Batam IDR 3 milyar IDR 1 milyar
4 Banten IDR 5 milyar IDR 2 milyar
5 Jawa Timur IDR 5 milyar IDR 1.5 milyar
6 Jawa Barat IDR 5 milyar IDR 1 milyar
7 D.I Yogyakarta IDR 5 milyar IDR 1 milyar
8 Jawa Tengah IDR 3 milyar IDR 1 milyar
9 Nusa Tenggara Barat IDR 3 milyar IDR 1 milyar
10 Sumatera Utara IDR 3 milyar IDR 1 milyar
11 Kalimantan Timur & Sulawesi Selatan IDR 2 milyar IDR 1 milyar
12 Propinsi Lainnya IDR 1 milyar IDR 750 juta

Secara profesional, Cekindo akan mempersiapkan rencana yang tepat dan aman untuk investasi di sektor lahan dan bangunan di Indonesia.

*Skema harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Cekindo Sebagai Solusi untuk Kepemilikan
Lahan & Bangunan di Indonesia

1

Layanan
Menyeluruh
Cekindo menawarkan layanan menyeluruh dalam mendapatkan sertifikat yang sesuai serta dokumen tambahan untuk pemenuhan kepemilikan lahan & bangunan.

2

Solusi
Terintegrasi
WNA yang membutuhkan kepemilikan lahan & bangunan di Indonesia perlu melampirkan dokumen yang sah. Cekindo dapat membantu untuk proses dokumentasi tersebut.

3

Layanan
Konsultasi Lengkap
Cekindo menawarkan layanan konsultasi lengkap sebelum memastikan investasi di pasar lahan & bangunan.

Apa Kata Klien Kami

Hubungi Kami

FAQs

Ketika WNA atau ahli warisnya pergi meninggalkan Indonesia dan tak lagi tinggal di Tanah Air selama lebih dari satu tahun. Mereka diwajibkan untuk melepaskan atau mengalihkan hak atas tanah atau properti tersebut kepada seseorang yang memenuhi segala syarat untuk memiliki tanah di Indonesia.