Baik PT Astra International, PT Bank Rakyat Indonesia atau PT Semen Indonesia, semua pengusaha memerhatikan perusahaan-perusahaan ini karena begitu sukses, sehingga semua bertanya-tanya apa rahasia dibalik kesuksesan tersebut.

Tentu saja, perusahaan tidak melakukan segalanya dengan sempurna, dan ada banyak faktor yang menjadikan mereka perusahaan Indonesia terbaik untuk tahun 2018. Satu hal yang pasti, mereka ahli dan kompeten dalam hal-hal yang penting bagi pelanggan dan klien.

Dalam artikel ini, mari pelajari perusahaan Indonesia tahun 2018 terbaik berdasarkan penjualan serta kredibilitas tinggi dari sektor swasta maupun pemerintah. Kita juga akan mencari tahu mengapa mereka begitu sukses.

Top 10 Perusahaan Indonesia Tahun 2018 Tersukses

Inilah 10 perusahaan yang masuk dalam daftar perusahaan Indonesia tahun 2018 tersukses berdasarkan penjualan mereka:

No. Nama Perusahaan Jumlah Penjualan (IDR)
1 PT Astra International 206.1 triliun
2 PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) 128.26 triliun
3 PT Indofood CBP Sukses Makmur 70.19 triliun
4 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) 69.4 triliun
5 PT Sumber Alfaria Trijaya 61.46 triliun
6 PT Waskita Karya (Persero) 45.21 triliun
7 PT Bank Mandiri (Persero) 44.8 triliun
8 PT Bank Central Asia 41.8 triliun
9 PT Unilever Indonesia 41.2 triliun
10 PT Semen Indonesia (Persero) 27.81 triliun

*Persero adalah perusahaan milik negara di Indonesia

PT Astra International

Perusahaan multinasional ini bergerak di bidang otomotif dan berpusat di Jakarta. Sejak April 1990 sahamnya telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan mayoritas kepemilikan (50.1%) dipegang PT. Trans Corp.

Kegiatan utama yang dilakukan Astra adalah perakitan dan distribusi mobil, motol dengan part, penjualan dan penyewaan peralatan berat, layanan tambang, perkembangan perkebunan, layanan keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero)

Perusahaan telekomunikasi Indonesia ini bergerak di bidang informasi dan komunikasi serta juga menyediakan layanan telekomunikasi dan jaringan lengkap di Indonesia.

PT Telekomunikasi adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan pelanggan telepon sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon genggam sebanyak 104 juta orang.

PT Indofood CBP Sukses Makmur

Selama lebih dari dua dasawarsa, Indofood telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan dengan solusi makanan total yang mencakup semua proses produksi makanan. Mereka juga mengekspor bahan makanan ke Australia, Asia dan Eropa.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)

Bank Rakyat Indonesia adalah bank pemerintah besar di Indonesia yang didirikan pada 1895. Bank ini fokus pada produk dana yang disediakan untuk komunitas kecil, seperti beragam solusi kredit untuk pengusaha kecil.

Pemegang saham terbesarnya adalah pemerintah Indonesia dengan 56.75% saham, dan masyarakat memiliki 43.25% saham.

PT Sumber Alfaria Trijaya

Dengan pindah ke bisnis swa-layanan, perusahaan ini mencatat penjualan hingga IDR 61.46 triliun. Melalui outlet swa-layanan dengan banyak cabang di seluruh wilayah Indonesia, perusahaan ini adalah perusahaan terbesar di negara ini.

Lebih dari 200 produk makanan dan barang kebutuhan sehari-hari lain tersedia dengan harga bersaing, memenuhi kebutuhan pelanggan setiap harinya. Merek produk ini termasuk Alfamart dan Alfamidi.

PT Waskita Karya (Persero)

Perusahaan ini bergerak di bidang konstruksi dan merupakan nama besar di belakang karya pembangunan banyak bandar udara seperti Bandar Udara Internasional Sastranegara di Bandung, Bandar Udara Internasional Radin Intan II , Branti Raya di Lampung Selatan, Lampung, Bandar Udara Internasional Pranoto APT , Sungai Siring di Samarinda.

PT Bank Mandiri (Persero)

Korporasi besar ini juga merupakan salah satu bank favorit penduduk Indonesia. Total nilai Bank Mandiri mencapai IDR 670 triliun pada 2013.

PT Bank Central Asia

PT Bank Central Asia telah melayani pelanggan Indonesia selama 60 tahun, menjadikannya salah satu perusahaan tersukses di Indonesia. Penjualannya telah mencapai IDR 41.8 triliun.

PT Unilever Indonesia

PT Unilever Indonesia adalah anak perusahaan Unilever dari Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini menghasilkan barang konsumsi dengan nilai penjualan besar yang konsisten.

PT Semen Indonesia (Persero)

PT Semen Indonesia adalah penghasil semen terbesar di Indonesia. Semen Gresik terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 1991.

Saat ini, PT Semen Indonesia memiliki kapasitas produksi 29 juta ton semen per tahun, memiliki 42% pangsa pasar semen domestik.

Mengapa Mereka Sukses?

Melihat tabel di atas, mungkin ada yang bertanya-tanya alasan dibalik kesuksesan perusahaa-perusahaan tersebut, terutama karena latar belakang mereka yang begitu beragam. Tidak semua perusahaan tersebut adalah business-to-business (B2B), dan tidak semua didirikan saat zaman kolonial.

Namun, jika kita perhatikan secara saksama, kita dapat melihat beberapa persamaan di antara sektor-sektor bisnis yang berbeda tersebut.

Mengikuti Tren dan Memenuhi Kebutuhan Sehari-Hari

Bukan hanya perusahaan-perusahaan ini mengikuti tren di Indonesia, tetapi mereka juga menciptakannya. Pertimbangkan keberhasilan PT Indofood CBP Sukses Makmur yang terkenal untuk Pop Mie, Indomie atau Sarimi, dan obsesi rakyat Indonesia akan mi instan, kita dapat secara jelas melihat hubungannya.

PT Indofood CBP Sukses Makmur menggunakan kekuatan pemasaran dan berhasil memperoleh popularitas di kalangan penduduk Indonesia pada saat di mana penjualan produk instan menurun di negara-negara barat sementara gaya hidup sehat menjadi prioritas utama.

Daya beli penduduk Indonesia serta meningkatnya kelas menengah berdampak pada kesuksesan PT Unilever Indonesia dan PT Sumber Alfaria Trijaya, dua perusahaan yang menjual berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Indonesia adalah negara dengan populasi terpadat keempat di dunia, ini berarti ada sejumlah besar klien potensial. Ini adalah keuntungan besar bagi perusahaan seperti PT Telekomunikasi Indonesia yang menyediakan jaringan internet melalui salah satu perusahaannya Telkomsel. Berkat penetrasi telepon genggam yang besar serta nyaris tidak ada persaingan di pasar, PT Telekomunikasi Indonesia mampu berkembang menjadi konglomerat telekomunikasi multinasional Indonesia.

Kesempatan Bisnis di Indonesia pada 2019

Walaupun perekenomian Indonesia terus tumbuh setiap tahunnya, negara kepulauan ini masih dianggap sebagai negara berkembang yang menyediakan banyak kesempatan bisnis. Dibuktikan melalui keberhasilan 4 unicorn Indonesia pada 2018 (Tokopedia, Bukalapak, GO-JEK, Traveloka) pasar Indonesia menawarkan beberapa celah untuk Anda masuki.

Pada 2019, industri Fin-Tech diprediksi akan meledak, diikuti oleh industri manufaktur dan perdagangan.

Bergabunglah di pasar Indonesia yang menjanjikan dan hubungi kami untuk membantu Anda dengan inkorporasi perusahaan, proses visa atau outsourcing pajak dan akunting. Isi form di bawah ini, beritahu kami persyaratan Anda, dan kami akan menghubungi Anda dengan penawaran gratis serta solusi yang dapat memenuhi kebutuhan Anda untuk menembus pasar Indonesia dengan sukses.

Pandu Biasramadhan

Senior Consulting Manager at InCorp Indonesia

An expert for more than 10 years, Pandu Biasramadhan, has an extensive background in providing top-quality and comprehensive business solutions for enterprises in Indonesia and managing regional partnership channels across Southeast Asia.

Get in touch with us.

Lead Form

Disclaimer: The information is provided by PT. Cekindo Business International (“InCorp Indonesia/ we”) for general purpose only and we make no representations or warranties of any kind.

We do not act as an authorized government or non-government provider for official documents and services, which is issued by the Government of the Republic of Indonesia or its appointed officials.

We do not promote any official government document or services of the Government of the Republic of Indonesia, including but not limited to, business identifiers, health and welfare assistance programs and benefits, unclaimed tax rebate, electronic travel visa and authorization, passports in this website.

Frequent Asked Questions

Sesuai namanya, perbedaan paling mencolok dari ketiga jenis badan usaha tersebut adalah sifat bisnis dan tujuannya.

Perusahaan lokal harus lah dimiliki oleh warga negara Indonesia, dan orang asing sama sekali tidak diperkenankan memiliki sedikitpun saham dalam perusahaan lokal. Perusahaan lokal tidak dibatasi untuk melakukan aktifitas bisnis di Indonesia.

Di sisi lain, PT PMA terbuka untuk dimiliki oleh pemilik modal asing, namun persentasi kepemilikan sahamnya dapat berbeda-beda tergantung sektor bisnisnya -- Hubungi InCorp Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai Daftar Positif Investasi.

Pengusaha asing cenderung memilih membuka kantor perwakilan terlebih dahulu sebelum mendirikan PT PMA sebagai langkah awal untuk memasuki pasar Indonesia. Perusahaan perwakilan hanya dapat melakukan kegiatan pemasaran dan promosi dan tidak memiliki hak untuk melakukan penjualan langsung dan menerima pendapatan.

Proses pendirian badan usaha biasanya memakan waktu 1-1,5 bulan, dengan catatan semua persyaratan sudah lengkap.

Bisa, terutama bagi para pelaku usaha di bidang ekspor-impor. Untuk dapat melakukan kegiatan impor, pelaku usaha dapat menggunakan jasa undername import, atau yang biasa disebut importer of record.

Regulasi di Indonesia membagi dengan jelas badan usaha yang dimiliki orang asing (PT PMA) dan badan usaha yang dimiliki pengusaha dalam negeri (Local PT). Secara umum, badan usaha milik orang asing memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan perusahaan lokal. Akan tetapi, untuk menghimpun investasi asing lebih banyak, pemerintah Republik Indonesia melakukan langkah-langkan berani untuk meningkatkan kemudahan berusaha dengan cara menyederhanakan regulasi serta menawarkan insentif-insentif khusus bagi pengusaha asing yang ingin berbisnis di Indonesia.

Ada tiga hal penting yang harus dipertimbangkan para pelaku usaha, pertama, jenis badan usaha; modal yang dipersyaratkan; dan aturan hukum yang berlaku.

Layanan Sistem Online Single Submission Mulai Beroperasi di BKPM

  • InCorp Editorial Team
  • 11 Februari 2023
  • 2 minute reading time

Menjelang akhir tahun 2018, Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (PBTSE), juga lebih dikenal sebagai sistem Online Single Submission (OSS), akan ditransfer dari Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mulai 2 Januari 2019.

Jadwalnya adalah sebagai berikut:

  1. Layanan izin operasional yang membantu dan menjalankan sistem OSS dimulai pada 2 Januari 2019. Isu-isu seputar transfer akan ditangani bersama oleh Tim Teknis dari Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi.
  2. Penyediaan infrastruktur sistem OSS oleh BKPM akan dimulai 1 Maret 2019.

Sekretaris Utama BKPM Andi Maulana menyatakan bahwa ia siap menerima transfer layanan izin bisnis dan manajemen sistem OSS dari Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi. Sistem OSS merupakan sistem berbasis web yang saat ini berjalan di infrastruktur cloud dan oleh karenanya tidak membutuhkan transfer aplikasi apapun.

Menteri Koordinasi untuk Ekonomi Darmin Nasution telah menekankan bahwa OSS hanya akan berjalan sementara di Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi. Ini hanya menjadi periode transisi sebelum implementasi permanen oleh BKPM.

OSS dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2018 tentang Layanan Izin Usaha Terintegrasi Elektronik. Dibentuk pada 9 Juli 2018, sistem OSS bertujuan menyederhanakan perizinan usaha dan menciptakan model layanan izin terintegrasi yang cepat, tidak mahal dan menyediakan kepastian bagi aplikan bisnis.

Apa yang Diharapkan?

Sistem ini saat ini menerima aplikasi seperti biasa karena prosesnya dilakukan online. Berita terbaru selanjutnya akan terlihat tahun 2019 setelah jadwal berjalan. Untuk informasi lebih jauh, Anda dapat menghubungi tim kami di Jakarta, Semarang dan Bali.

Cekindo adalah perusahaan terkemuka yang menyediakan layanan market-entry terintegrasi yang bukan hanya menyediakan layanan untuk menembus pasar tetapi juga memberikan kabar hukum terbaru agar klien tetap mendapat informasi terkini dan terus mematuhi hukum yang berlaku.

Pandu Biasramadhan

Senior Consulting Manager at InCorp Indonesia

An expert for more than 10 years, Pandu Biasramadhan, has an extensive background in providing top-quality and comprehensive business solutions for enterprises in Indonesia and managing regional partnership channels across Southeast Asia.

Get in touch with us.

Lead Form

Disclaimer: The information is provided by PT. Cekindo Business International (“InCorp Indonesia/ we”) for general purpose only and we make no representations or warranties of any kind.

We do not act as an authorized government or non-government provider for official documents and services, which is issued by the Government of the Republic of Indonesia or its appointed officials.

We do not promote any official government document or services of the Government of the Republic of Indonesia, including but not limited to, business identifiers, health and welfare assistance programs and benefits, unclaimed tax rebate, electronic travel visa and authorization, passports in this website.

Frequent Asked Questions

Ya. Tanpa dokumen tersebut bisnis anda tidak diperkenankan untuk menerbitkan izin kerja bagi pekerja asing. Izin usaha permanen ini juga merupakan persyaratan utama untuk mendapatkan berbagai jenis izin usaha dan izin impor lainnya.

Secara umum ada dua jenis, yakni izin usaha utama, dan izin utama non-utama. Izin usaha utama biasanya berlaku untuk berbagai macam industri, seperti izin usaha umum dan izin usaha industrial. Sementara izin usaha non utama bersifat tambahan dan sangat tergantung dengan aktivitas bisnis yang dijalankan. Izin usaha untuk operasional dan komersial adalah salah satu jenis dari izin usaha non-utama.

Regulasi di Indonesia membagi dengan jelas badan usaha yang dimiliki orang asing (PT PMA) dan badan usaha yang dimiliki pengusaha dalam negeri (Local PT). Secara umum, badan usaha milik orang asing memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan perusahaan lokal. Akan tetapi, untuk menghimpun investasi asing lebih banyak, pemerintah Republik Indonesia melakukan langkah-langkan berani untuk meningkatkan kemudahan berusaha dengan cara menyederhanakan regulasi serta menawarkan insentif-insentif khusus bagi pengusaha asing yang ingin berbisnis di Indonesia.

Ada tiga hal penting yang harus dipertimbangkan para pelaku usaha, pertama, jenis badan usaha; modal yang dipersyaratkan; dan aturan hukum yang berlaku.

Untuk meningkatkan investasi asing dan domestik di Indonesia, pemerintah Indonesia akan memperbarui Daftar Negatif Investasi (DNI), yang terakhir kali diperbarui pada 2016.

Alasan Perubahan

Daftar baru ini diumumkan pada November 2018 sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi ke-16 oleh Koordinator Kementerian untuk Bidang Ekonomi. Daftar yang direvisi ini menjadi tanda bagi orang asing untuk melakukan investasi yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan reformatif yang konsisten di Indonesia.

Tujuan penting lainnya adalah mengurangi defisit nasional karena investasi langsung asing di Indonesia berperan signifikan. Defisit Indonesia telah mencapai angka US$8.8 miliar (3.7% PDB) pada akhir 2017.

Selain itu, investasi asing di sektor tertentu jauh lebih rendah dari harapan. Diyakini bahwa kesadaran rendah di antara kaum pengusaha asing menjadi salah satu alasan utama kurangnya perkembangan di sektor-sektor tersebut. Sektor-sektor yang dimaksud adalah layanan riset pasar dan pembangkit tenaga listrik (kapasitas >10 megawatt), eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas alam, serta konstruksi jaringan listrik di zona perdagangan bebas.

Namun, pengumuman resmi perubahan ini menyebabkan pertentangan di antara pengusaha lokal karena Indonesia takut akan korporasi global yang memasuki pasar dan pada akhirnya menghancurkan bisnis lokal. Oleh karena itu, DNI diharapkan akan mengalami sejumlah perbaruan hingga akhirnya versi final resmi diterbitkan.

Perubahan pada Daftar Negatif Investasi 2018

Untuk lebih jauh menggerakkan restrukturisasi pasar, daftar negatif investasi akan diperpendek, terutama di sektor-sektor yang mengalami penurunan investasi, dan banyak industri akan diperluas lagi.

Daftar yang direvisi akan membuka 54 kegiatan bisnis, dan kepemilikan asing penuh akan diizinkan untuk 25 kegiatan bisnis dari 8 sektor berbeda. Perlu diingat bahwa tidak semua 54 bidang cocok untuk perusahaan asing (PT PMA) karena membutuhkan modal IDR 10 miliar.

Industri-Industri yang Cocok untuk Kepemilikan Penuh

25 kegiatan bisnis dari 8 sektor berbeda yang diajukan untuk kepemilikan asing penuh termasuk industri-industri yang sebelumnya terbuka bagi orang asing tetapi jumlah investasinya rendah. Bidang-bidang ini terkait terutama dengan perdagangan, komunikasi wisata, transportasi dan telekomunikasi.

Detailnya dapat dilihat di daftar berikut ini (jumlah di dalam kurung menunjukkan kepemilikan asing yang diizinkan saat ini):

  • Konstruksi minyak dan gas (75%)
  • Ekowisata untuk area perhutanan (51%)
  • Survei geothermal dan pengeboran (95%)
  • Pengeboran minyak dan gas (lepas pantai) (75%)
  • Operasi dan perawatan fasilitas geothermal (90%)
  • Uji instalasi listrik tegangan tinggi (49%)
  • Pembangkit tenaga listrik (kapasitas lebih dari 10 megawatt) (95%)
  • Teater dan galeri seni (67%)
  • Layanan polling (70%)
  • Transportasi darat (tanpa jejak spesifik) (49%)
  • Komunikasi data (67%)
  • Jaringan telekomunikasi dan layanan konten (tetap dan mobile) (67%)
  • Transportasi laut untuk penumpang (luar negeri dan tidak termasuk cabotage)
  • Layanan pusat panggilan dan layanan telepon lainnya (67%)
  • Layanan internet untuk masyarakat (67%)
  • Industri farmasi dengan nilai investasi lebih dari US$6.8 juta (85%)
  • Pelatihan pekerjaan (67%)
  • Fumigasi dan kontrol pestisida (67%)
  • Fasilitas akupunktur (49%)

Industri-Industri yang Tadinya Tertutup bagi Orang Asing

Bidang spesifik lain yang akan terbuka untuk kepemilikan penuh dari statusnya yang saat ini tertutup:

  • Penyewaan mesin konstruksi
  • Penyewaan mesin lain (tekstil, pembangkit listrik, dll)
  • Layanan surveyor

Industri-Industri untuk Perusahaan Setiap Ukuran

Berita baik bagi perusahaan kecil dan sedang, sektor-sektor berikut ini tidak lagi terbatas berdasarkan ukuran bisnis:

  • Percetakan kain
  • Perajutan
  • Pembersihan dan pengupasan umbi

Industri-Industri Tanpa Rekomendasi Khusus

Sebelumnya membutuhkan rekomendasi khusus, sektor-sektor di bawah ini tidak lagi membutuhkannya. Sektor-sektor yang dimaksud adalah:

  • Industri rokok
  • Serbuk karet
  • Operasi pemrosesan kayu
  • Sakarin, siklamat atau pemanis buatan
  • Peralatan medis
  • Bank
  • Laboratorium sel dan kultur jaringan.

Industri-Industri yang Tidak Mensyaratkan Kemitraan Lokal

Sektor-sektor bisnis yang terpengaruh dan tidak memerlukan kemitraan lokal adalah perdagangan ritel yang berbasis portal atau internet (e-commerce).

Catatan Akhir

Daftar Negatif Investasi secara signifikan memengaruhi perkembangan ekonomi Indonesia dan jumlah investasi langsung asing yang memasuki negara Indonesia. Walaupun versi finalnya belum disetujui oleh presiden Indonesia, baik bagi investor untuk mengetahui perkembangan terakhir.

Cekindo menawarkan solusi memasuki pasar yang komprehensif untuk membantu investor global saat mendirikan bisnis di Indonesia. Hubungi kami sekarang juga, dan tim kami yang tersebar di Jakarta, Semarang dan Bali akan segera menjawab pertanyaan Anda dalam satu hari kerja.

Pandu Biasramadhan

Senior Consulting Manager at InCorp Indonesia

An expert for more than 10 years, Pandu Biasramadhan, has an extensive background in providing top-quality and comprehensive business solutions for enterprises in Indonesia and managing regional partnership channels across Southeast Asia.

Are you ready to make your
mark in Indonesia?

Get in touch with us.

Lead Form

Disclaimer: The information is provided by PT. Cekindo Business International (“InCorp Indonesia/ we”) for general purpose only and we make no representations or warranties of any kind.

We do not act as an authorized government or non-government provider for official documents and services, which is issued by the Government of the Republic of Indonesia or its appointed officials.

We do not promote any official government document or services of the Government of the Republic of Indonesia, including but not limited to, business identifiers, health and welfare assistance programs and benefits, unclaimed tax rebate, electronic travel visa and authorization, passports in this website.