• en

Ketahui Pasar Anda – Bali vs. Jawa

Ketahui Pasar Anda – Bali vs. Jawa Review by Michal Wasserbauer on 14. 2. 2018 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 30

Indonesia, dengan penduduknya yang lebih dari 250 juta orang, adalah pasar yang besar. Walaupun Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu kepulauan, mayoritas aktivitas ekonominya berpusat, dan pendapatan domestik bruto terbesarnya dihasilkan di Bali dan Jawa. Untuk menjalankan bisnis yang sukses di Bali atau Jawa, Anda harus menyadari beberapa perbedaan pentingnya.

Bali dan Jawa – Dua Dunia yang Berbeda

Pantas saja kebanyakan perusahaan dan perorangan yang telah memutuskan untuk memasuki pasar Indonesia bergerak menuju Jawa atau Bali.

Ibu kota Jakarta terletak di sebelah barat pulau Jawa, di mana hampir seluruh otoritas dan kantor pemerintahan berpusat, sehingga wajar jika perusahaan-perusahaan internasional berada di kota ini.

Sebaliknya, pulau Bali adalah surga bagi para pelancong dan segalanya berkaitan dengan pariwisata. Perusahaan-perusahaan internasional berukuran besar juga ada di sini, tapi selain itu Bali juga baru-baru ini telah menjadi inkubator bagi perusahaan start-up yang signifikan.

Walaupun cukup rumit untuk membandingkan pulau dengan penduduk terpadat di dunia yang merupakan rumah dari lebih dari 140 juta konsumen, dengan tetangganya yang cukup kecil, kami akan mencoba menyajikan pro dan kontra kedua tempat.

 bali and java 1

Konsumen Domestik

Siapapun yang menargetkan pembeli potensial di Jawa harus mengetahui lebih banyak mengenai pasar domestik. Tingkah laku konsumen yang kebanyakan adalah orang Muslim dan juga populasi yang konservatif sangat jauh berbeda dengan preferensi pasar orang barat. Misalnya, sangatlah penting bagi banyak bisnis untuk mendapatkan sertifikat halal agar bisa bersaing di beberapa area di industri makanan.

Aspek-aspek sosio demografis harus dipertimbangkan juga. Karena adanya perbedaan signifikan dalam hal penghasilan antar kawasan, tawaran Anda harus mencerminkan daya beli kelompok target.

Populasi yang masih relatif muda dengan rata-rata usia berkisar di 28.6 tahun (per tahun 2016) juga mewajibkan Anda menerapkan strategi pemasaran yang sedikit berbeda dengan di banyak negara barat yang memiliki kelompok konsumen yang lebih tua. Untuk mengatasi kesulitan ini, sangatlah penting untuk memiliki analisis pasar yang berkualitas sebelum mengambil keputusan strategis apapun.

Konsumen Asing

Sebaliknya, permintaan di Bali berasal dari penduduk lokal dan orang asing, dengan orang asing memiliki daya beli yang lebih menjanjikan. Namun, ingatlah bahwa turis dan ekspatriat membentuk dua sub kategori yang benar-benar berbeda sehubungan dengan kebutuhan mereka dan motivasi konsumen.

Industri pariwisata telah ada selama beberapa dasawarsa, dan bisnis yang mencoba mendapat keuntungan dari pertumbuhan pesat industri pariwisata mengalami persaingan yang sangat kompetitif. Oleh karena itu, bisa menjadi hal yang sangat sulit untuk mendirikan perusahaan baru, sehingga banyak wirausahawan yang memilih untuk berkolaborasi dengan distributor dan mitra lokal. Walaupun ada kewajiban untuk mendaftarkan produk di beberapa industri, ini adalah cara yang lebih mudah untuk menembus pasar.

Perusahaan-Perusahaan Besar

Jawa, dan pusat komersial serta finansialnya Jakarta, adalah tempat para pemain besar bermain. Perusahaan ternama manapun yang datang ke Indonesia biasanya akan mendirikan cabang utamanya di ibu kota untuk berbagai alasan.

Jakarta adalah kota yang berkembang sangat pesat dengan pasar yang besar serta kesempatan-kesempatan baru muncul setiap harinya. Layanan seperti akunting, audit, manajemen proyek dan proses payroll serta SDM secara umum bisa dengan mudah di-outsource. Bantuan hukum yang dapat dipercaya, sangat dibutuhkan dalam lingkungan birokrat dan peraturan yang kompleks dan cepat berubah, juga tersedia.

Bisnis Kecil dan Wirausahawan

Hal-hal yang mendukung berbisnis di kota megapolitan seperti Jakarta dan pulau Jawa yang padat penduduk, sayangnya, bukan untuk setiap orang. Harga sewa dan biaya lainnya cukup tinggi dan perusahaan-perusahaan berskala menengah dan kecil yang tidak memiliki turnover yang cukup sulit untuk mendapatkan manfaat dari jumlah konsumen yang besar.

Bali adalah pilihan yang lebih aman jika menyangkut pendanaan bagi perusahaan kecil dan wirausahawan tanpa produk yang sudah terkenal atau bagi mereka yang datang ke Indonesia dengan ide baru.

Walaupun berada dalam satu negara, Bali dan Jawa memiliki lingkungan bisnis yang benar-benar berbeda sehingga perlu ditargetkan secara berbeda pula. Untuk menyediakan yang terbaik bagi klien, kami menawarkan layanan-layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan melalui dua kantornya yang fokus terhadap beragam kawasan di Indonesia.

Untuk bantuan hukum dan support yang terkait dengan Jawa (terutama Jakarta dan Semarang), Anda bisa menghubungi Cekindo. Selain itu, kami juga memiliki kantor di Kuta, Bali yang siap membantu Anda mengurus masalah-masalah hukum yang berhubungan dengan Bali.