• English
izin impor indonesia lewat OSS

Cara Mengurus Izin Impor via OSS [Update 2021]

Cara mengurus izin impor adalah prosedur yang pertama kali harus dipahami oleh para pebisnis yang ingin berusaha di bidang ini. Berbatasan dengan negara-negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Australia, Indonesia memang menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara untuk aktivitas ekspor dan impor.

Perdagangan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan ekspor serta impor berkontribusi terhadap 37% PDB. Pada 2016, Indonesia mengimpor barang senilai US$ 132 miliar, terutama dari Tiongkok (US$32 miliar), Singapura (US$26 miliar), Jepang (US$11 miliar), Malaysia (US$6.7 miliar) dan Korea Selatan (US$6.6 miliar).

Sebelum implementasi OSS (Online Single Submission), menurut Kementerian Perdagangan di Indonesia, individu maupun perusahaan yang ingin mengimpor barang ke Indonesia secara sah diwajibkan memperoleh izin khusus  – Angka Pengenal Importir Umum (API-U) atau Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), tergantung produk.

Tidak peduli seberapa besar atau kecil pengiriman impor Anda, Anda perlu salah satu izin yang ditetapkan oleh Hukum Indonesia.

Waktu pemrosesan izin-izin ini bisa jadi sangat lama hingga lima bulan. Namun, implementasi sistem perizinan OSS dan pembatalan prosedur yang tidak diperlukan oleh Kementerian Perdagangan berdampak pada waktu pemrosesan yang lebih singkat dan menyenangkan.

Hal ini juga menjadi penggerak bagi semakin banyak investor untuk memulai bisnis perdagangan di Indonesia. Artikel ini menjelaskan secara rinci tentang bagaimana memperoleh izin dengan OSS dan persyaratan untuk dapat memulai perusahaan dagang di Indonesia.

Cara Mengurus Izin Impor – Perbedaan API-U dan API-P sebelum OSS

Dua izin khusus yang dimaksud adalah API-U dan API-P. Perbedaan keduanya menjadi jelas setelah perubahan signifikan dari 1 Januari 2016 di bawah Peraturan 70/2015 yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia dilarang memiliki dua jenis izin pada saat bersamaan.

API-U (Angka Pengenal Importir Umum)

API-U mengizinkan perusahaan dagang untuk mengimpor barang dari perdangangan umum dan komersial di Indonesia. Ingatlah bahwa di bawah Peraturan 70/2015, pemilik API-U dapat mengimpor produk di bawah lebih dari satu grup dengan kode HS. Sebelumnya, hanya satu grup item tertentu yang diizinkan untuk impor oleh pemilik API-U.

API-P (Angka Pengenal Importir Produsen)

Berbeda dari API-U, API-P adalah izin yang digunakan untuk mengimpor item untuk kegunaan pribadi atau internal perusahaan. Barang-barang yang diimpor dengan API-P termasuk bahan mentah, barang modal atau item pendukung yang dapat kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan barang lain, atau sekadar mendukung kegiatan operasional dan produksi.

Importir dengan API-P perlu memerhatikan bahwa item yang diimpor tidak diizinkan untuk ditransfer atau dijual secara langsung kepada pihak ketiga.

Cara Mengurus Izin Impor – Persyaratan sebelum OSS

Sebelumnya, selain regulator impor seperti Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kementerian Pertanian, investor atau importir juga perlu melalui proses yang panjangnya hingga 5 bulan.

Selain itu, jenis barang yang diimpor juga merumitkan proses aplikasi izin impor. Kami beritahu Anda bagaimana proses sebelumnya:

  1. Inkorporasi PT PMA atau PT di Indonesia (1,5 bulan)
  2. Bagi pelamar API-U, Anda perlu memperoleh izin usaha tetap (2 minggu)
  3. Mendapatkan izin impor (1 minggu)
  4. Mendapatkan Nomor Induk Kepabeanan (1 bulan)
  5. Jika Anda mengimpor item dari kategori makanan atau barang anak-anak, Anda perlu mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian (1 bulan)
  6. Tergantung grup atau kategori item Anda, Anda akan memerlukan persetujuan dari otoritas terkait lain Misalnya untuk produk makanan, Anda perlu persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (3 minggu)
  7. Persetujuan dari Kementerian Perdagangan Indonesia

Cara Mengurus Izin Impor – Persyaratan dengan OSS

Sistem OSS di Indonesia berlaku efektif sejak Juli 2018. Sistem ini terus diperbaiki dan pada akhirnya semua proses perizinan dan lisensi akan berada di bawah OSS.

Proses perizinan di bawah OSS termasuk izin impor – kabar baik bagi investor dan importir karena dengan OSS, tidak perlu lagi memperoleh API dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK) sebagai izin impor dasar.

NIB sebagai Izin Impor Dasar

Dengan sistem baru ini, semua badan usaha perlu mendaftar melalui OSS. Setelah proses registrasi di OSS selesai, setiap bisnis akan mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha).

NIB akan terus berlaku selama perusahaan terus beroperasi. NIB menjadikan semua proses jauh lebih mudah karena NIB menjadi pengganti Sertifikat Registrasi Perusahaan, Nomor Identifikasi Importir (untuk izin impor) dan Nomor Induk Kepabeanan.

Dengan demikian, perusahaan impor atau perusahaan yang bergerak dalam kegiatan ekspor tidak perlu melalui proses memperoleh API dan NIK lagi. Namun, importir harus memastikan mereka masih memenuhi persyaratan impor teknis dengan otoritas terkait.

Perbedaan NIB dan API/NIK

Masa Berlaku dan Perubahan Data

Salah satu keunggulan NIB adalah tidak adanya masa berlaku, jika dibandingkan dengan API dan NIK.

Sebelumnya, API harus diperbarui setiap lima tahun. NIB menawarkan keuntungan seperti tidak adanya lagi tantangan teknis saat perusahaan mengubah data atau informasi lain. Dengan API dan NIK, begitu data atau informasi perusahaan diubah, perusahaan harus melakukan pembaruan izin dan lisensi karena perubahan data.

Ini mungkin tidak terlihat seperti masalah besar, tetapi pembaruan izin yang sering terjadi dapat mengganggu kapabilitas impor perusahaan. Bisnis tidak boleh melakukan kegiatan impor hingga semua izin yang diperlukan telah diperbarui. Sekarang, berkat OSS, Anda hanya perlu mengubah data dengan NIB Anda di sistem.

Integrasi Sistem Bea dan Cukai di OSS di Indonesia

Menurut pemerintah Indonesia, NIB sebagai izin impor telah berhasil diimplementasikan. Selain itu, OSS telah diintegrasikan dengan sistem bea dan cukai Indonesia.

Orang Berwenang

Siapapun yang menjadi orang berwenang untuk Penandatangan Dokumen Impor menjadi tidak sah di bawah OSS. Ini berarti hanya direktur yang sekarang diizinkan untuk didaftarkan di bawah OSS untuk penandatanganan dokumen impor.

Sebelumnya di API, siapa yang dinyatakan sebagai orang berwenang dapat menjadi penandatangan. Praktiknya, dengan kuasa pengacara, direktur perusahaan impor masih dapat memberikan wewenang kepada individu lain untuk menandatangani dokumen impor.

Mulai Jalankan Perusahaan Dagang di Indonesia

Memulai perusahaan dagang di Indonesia merupakan cara terbaik untuk menawarkan produk atau layanan baru, membuka pasar domestik baru atau mengurangi biaya manufaktur.

Jenis perusahaan dagang paling umum di Indonesia untuk orang asing adalah perusahaan penanaman modal asing (PT PMA). Berikut beberapa persyaratan umum untuk Anda ketahui:

  1. Hubungi Cekindo untuk memahami Hukum indonesia. Pastikan sektor dan lokasi Anda akan mendirikan perusahaan dagang sseuai dengan hukum lokal seperti Daftar Negatif Investasi (DNI).
  2. Melalui AHU Online, lengkapi proses inkorporasi di Kementerian Hukum dan HAM.
  3. Lanjutkan dengan registrasi di OSS.

Bagi semua orang asing, terutama investor baru, akan lebih menguntungkan untuk mendirikan perusahaan dagang di area pelabuhan di Indonesia, yaitu Medan, Semarang, dan Surabaya. Alasannya adalah memanfaatkan akses langsung ke rute laut penting, untuk meningkatkan kapasitas pengiriman dengan permintaan yang terus tumbuh serta mengurangi biaya transportasi.

Ajukan melalui Agen Lokal

Hubungi Cekindo di Jakarta, Semarang dan Bali untuk mendapatkan informasi terkini tentang cara mengurus izin impor via OSS. Penasihat kami memahami regulasi terbaru untuk memastikan proses yang lancar bagi klien. Kami akan mewakili Anda mengajukan izin impor, sehingga risiko aplikasi Anda ditolak dapat diminimalisasi.

Hubungi Konsultan Kami