• en

Lisensi Bisnis Impor di Indonesia

Lisensi Bisnis Impor di Indonesia Review by Michal Wasserbauer on 27. 3. 2018 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 25

Salah satu hal terpenting yang diperlukan dan diinginkan oleh siapa saja yang ingin memulai bisnis di Indonesia dan mengimpor barang ke Indonesia adalah lisensi bisnis impor.

Tanpa lisensi bisnis impor, Anda tidak akan bisa melewati bea cukai. Tak peduli seberapa besar atau kecil pengiriman yang Anda lakukan, Anda harus mengajukan lisensi khusus ini sebelum bisa mengimpor barang ke Indonesia.

Anda sebaiknya tidak menunggu hingga saat-saat terakhir untuk mengetahui segala hal yang berhubungan dengan persyaratan lisensi impor. Selain itu, Anda juga perlu tahu dari awal lisensi bisnis impor mana yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda dan bagaimana cara untuk mendapatkannya.

Oleh karena itu, melalui artikel ini kami akan memberitahu Anda segala yang Anda perlu tahu sehubungan dengan mengajukan lisensi bisnis impor di Indonesia.

Tinjauan

Per tahun 2017, Indonesia adalah ekonomi terbesar kedelapan di dunia berdasarkan keseimbangan daya beli. Setiap tahunnya untuk satu dasawarsa terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar rata-rata 5%. Dan dengan bantuan pertumbuhan ekonomi yang konsisten ini serta sumber daya alam yang makmur, seperti gas alam, minyak mentah, bahan bakar dan sumber makanan, Indonesia telah naik status menjadi negara dengan pendapatan menengah level atas.

Perdagangan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan total nilai gabungan antara ekspor dan impor sebesar 37% Produk Domestik Bruto. Indonesia juga dikenal karena sejumlah besar barang yang diimpor lalu mengekspor kembali ke negara-negara tetangga.

Oleh karena itu, jika Anda ingin memulai bisnis di Indonesia, berdagang dari impor bisa menjadi opsi yang sangat bagus. Perusahaan asing dapat melakukan ini dengan menunjuk agen, distributor atau importir.

Informasi ini juga mungkin berguna. Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa pembaruan untuk menghapus persyaratan-persyaratan yang tidak diperlukan untuk beberapa kebijakan.

Hasilnya tentu adalah berita baik bagi kebanyakan ekspatriat, termasuk importir, karena lebih dari 31% proses lisensi dan prosedur pengujian yang tidak relevan dibatalkan oleh Kementerian Perdagangan, dan ini berlaku di lebih dari 15 entitas pemerintahan dan kementerian lisensi.

Artikel terkait: Prosedur Perizinan untuk Impor dan Ekspor Minyak, Gas dan Bahan Bakar Lain di Indonesia

Apa itu Lisensi Bisnis Impor di Indonesia?

Secara umum, lisensi bisnis impor di Indonesia digunakan untuk mengendalikan izin impor dan barang yang diimpor ke Indonesia. Lisensi khusus ini adalah hambatan non tarif bagi Indonesia untuk melindungi ekonomi dan produsen lokal dengan menetapkan peraturan mengenai jumlah barang yang diimpor.

Banyak importir di Indonesia mewakili berbagai manufaktur asing dan perusahaan produk. Seringkali, perusahaan asing akan menjalin hubungan baik dengan importir Indonesia sehingga mereka dapat bekerja sama sebagai satu entitas melalui lisensi bisnis impor.

Berbagai Jenis Lisensi Bisnis Impor di Indonesia

Mengikuti regulasi dari Menteri Perdagangan Indonesia, Angka Pengenal Importir (API) diwajibkan bagi perusahaan yang ingin mengimpor barang ke Indonesia.

Semua kegiatan impor dilarang tanpa API karena API berfungsi sebagai catatan dalam data importir dan kegiatan impor mereka. Semua importir di Indonesia diwajibkan untuk memiliki API dan jenis API tergantung pada kegunaan dari barang yang diimpor.

Ada dua jenis API: API Umum (API-U) dan API Produsen (API-P). Anda juga harus ingat bahwa sejak 1 Januari 2016, Menteri Perdagangan menerbitkan dua regulasi lisensi impor baru, dan perubahan-perubahan signifikan dilakukan dalam regulasi Kementerian Perdagangan 70/2015.

API-U

Seperti namanya, lisensi bisnis impor ini mengizinkan perusahaan dagang untuk mengimpor barang yang digunakan untuk tujuan dagang di Indonesia.

Sebelumnya, perusahaan dengan API-U hanya bisa mengimpor sekelompok barang tertentu yang dijelaskan secara spesifik dalam Regulasi Dagang (bagian A dalam Lampiran 1). Namun, dengan adanya perubahan, pemilik API-U dapat mengimpor barang-barang dari beberapa bagian yang lain dengan kode HS.

Selain itu, importir yang memiliki API-U tidak perlu memiliki hubungan khusus dengan pemasok luar negeri seperti sebelumnya. Hubungan khusus ini dulunya diwajibkan dan dibentuk melalui beberapa perjanjian, seperti perjanjian pemasok, agensi atau distributor, kendali berbagi untuk kegiatan ekonomi, dsb.

API-P

API-P mengizinkan perusahaan industri untuk mengimpor barang yang hanya digunakan untuk penggunaan internal mereka. Barang-barang yang diimpor di bawah API-P adalah bahan mentah, barang modal dan bahan pendukung yang akan diproses lebih lanjut atau digunakan untuk mendukung kegiatan produksi dan operasional.

Di bawah Regulasi Dagang, barang-barang industri atau barang-barang jadi yang diimpor di bawah API-P dilarang keras untuk dijual langsung atau ditransfer kepada pihak ketiga. Namun, ada dua pengecualian. Barang-barang impor ini hanya bisa ditransfer ke pihak lain di bawah fasilitas pembebasan bea masuk. Selain itu, perusahaan harus menunjukkan bukti kegunaan barang untuk tujuan sendiri selama minimum 2 tahun, setelah tanggal Formulir Deklarasi Impor; atau barang industri spesifik yang hanya akan digunakan untuk uji coba pemasaran atau sebagai barang pelengkap untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

Persyaratan Proses untuk Lisensi Bisnis Impor di Indonesia

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, otoritas yang berwenang mengatur impor di Indonesia adalah Kementerian Perdagangan, yang melakukan kegiatan dagang seperti registrasi dan perkembangan pasar. Pemain lain yang juga memiliki peran penting dalam regulasi impor dan perdagangan adalah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Sebagai seorang ekspatriat, mendapatkan lisensi impor, baik API-U atau API-P sulit dan kompleks. Keseluruhan prosesnya dapat berlangsung empat hingga lima bulan dan menghabiskan banyak uang dan waktu. Hambatan masuk bahkan bisa menjadi lebih rumit karena tergantung pada barang yang dikirim ke Indonesia. Sebelum Cekindo mempermudah prosesnya untuk Anda, kami akan membawa Anda untuk memahami persyaratan proses yang diperlukan beserta waktu yang dibutuhkan.

Langkah 1: Inkorporasi PT atau PT PMA di Indonesia or PT PMA in Indonesia (6 minggu)

Langkah 2: Memperoleh lisensi bisnis permanen atau izin usaha tetap (IUT), hanya untuk API-U (1-2 minggu)

Langkah 3: Mendapatkan lisensi impor API-U atau API-P (1 minggu)

Langkah 4: Mendapatkan Nomor Identitas Kepabeanan (NIK)/Surat Pemberitahuan (4 minggu)

Langkah 5: Mendapatkan rekomendasi dari DEPTAN Kementerian Pertanian (hanya untuk kategori tertentu seperti makanan atau produk anak-anak) (4 minggu)

Langkah 6: Persetujuan oleh otoritas lain, tergantung pada kategori produk (misal: Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk produk makanan) (3 minggu)

Langkah 7: Disetujui oleh Kementerian Perdagangan

Pembatasan Impor di Indonesia

NPIK

Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) adalah KEHARUSAN bagi importir: beras, jagung, kacang kedelai, gula, tekstil dan produk tekstil, elektronik dan komponennya, mainan. Tanpa NPIK, semua barang ini dilarang untuk diimpor ke Indonesia.

Selain API dan NPIK, untuk barang-barang spesifik ini, Anda harus mencari tahu kementerian mana yang harus Anda kunjungi untuk mendapatkan sertifikat yang relevan saat memulai bisnis di Indonesia sebagai importir.

Barang-Barang yang Dilarang

Barang-barang di bawah ini dilarang untuk diimpor ke Indonesia. Sanksi berat berlaku bagi pelanggar hukum.

  1. Materi pornografi
  2. Obat-obatan terlarang dan narkotika
  3. Materi yang bersifat politik
  4. Senjata termasuk yang digunakan untuk olahraga dan berburu (dibutuhkan izin khusus)
  5. Bahan peledak, senjata api dan amunisi (dibutuhkan izin khusus)

Pajak Impor di Indonesia

Tarif impor berbeda-beda di Indonesia, dimulai dari 0 hingga 40%, tergantung pada kategori produk dengan kode HS yang Anda impor ke Indonesia. Pemberitahuan Impor Barang (PIB) termasuk 10% Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan 2.5% pajak penghasilan.

Solusi: Impor Undername

Jangan menyerah hanya karena banyak hal yang harus Anda lalui untuk mendapatkan lisensi impor. Di Indonesia, importir undername sangatlah umum untuk menjadi solusi bagi importir. Ini karena importir undername memiliki semua lisensi impor yang tepat dan siap untuk mengimpor barang yang ingin Anda bawa masukkan ke Indonesia.

Cekindo dapat menjadi importir undername untuk Anda sehingga Anda dapat mengurangi biaya dan waktu yang sangat banyak yang dibutuhkan untuk mendapatkan lisensi impor. Kami juga memastikan bahwa produk Anda berhasil melewati bea cukai dan tiba di Indonesia dengan aman. Belum lagi, analisis riset pasar kami yang lengkap membantu Anda dalam memutuskan barang apa yang sebaiknya Anda impor ke Indonesia jika ingin sukses memasuki pasar Indonesia. Hubungi kami sekarang untuk membahas bagaimana kami dapat membantu Anda.

Kontak Kami