• en

Libur Nasional di Indonesia dan THR: Apa Pengaruhnya terhadap Bisnis Anda?

Libur Nasional di Indonesia dan THR: Apa Pengaruhnya terhadap Bisnis Anda? Review by tenissa.tjahjono on 2. 10. 2018 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 30

Banyak investor asing yang berkunjung ke atau memulai bisnis di Indonesia terkejut dengan banyaknya hari libur nasional yang dinikmati orang Indonesia.   

Biasanya sulit untuk mengukur dampak libur umum terhadap bisnis-bisnis di Indonesia hingga penduduk Indonesia sudah puas menikmati liburan dan akhir pekan telah berlalu.  

Selain penurunan produktivitas dan bandwidth, tidak semua bisnis melihat libur nasional sebagai sesuatu yang negatif. Libur nasional serta cuti bersama tambahan yang diwajibkan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan konsumsi publik, dan hasil peningkatan konsumsi akan menggerakkan ekonomi Indonesia. 

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan kapan saja libur nasional di Indonesia dan membahas bagaimana libur nasional pada 2019 akan memengaruhi bisnis Anda, secara positif dan negatif.

Libur Nasional di Indonesia pada 2019

Hanya ada tiga bulan tersisa untuk 2018, dan sekarang menjadi saat yang tepat bagi bisnis-bisnis di Indonesia untuk mulai merencanakan kegiatan bisnis serta mengetahui libur nasional pada 2019. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kalender libur nasional 2019 serta cuti bersama.

Kurang lebih ada 12-15 libur nasional di Indonesia, namun pada tahun 2019, pemerintah Indonesia sangat murah hati dan memberikan 16 libur nasional

Berikut kalender 2019 untuk hari libur nasional di Indonesia. Tanggal dapat berubah jika ada pengumuman resmi dari pemerintah.

TanggalHariLibur
1 JanuariSelasaTahun Baru
5 FebruariSelasaTahun Baru Imlek
7 MaretKamisTahun Baru Hindu Bali
3 AprilRabuIsra Mi’raj (Kenaikan Nabi Muhammad)
17 AprilRabuPemilihan Presiden
19 AprilJumatJumat Agung
1 MeiRabuHari Buruh
19 MeiMingguWaisak
30 MeiKamisKenaikan Yesus Kristus
1 JuniSabtuHari Pancasila
5 JuniRabuIdul Fitri
6 JuniKamisLebaran
12 AgustusSeninIdul Adha
17 AgustusSabtuKemerdekaan Indonesia
1 SeptemberMingguTahun Baru Islam
10 NovemberMingguHari Kelahiran Nabi Muhammad
25 DesemberRabuNatal

 

Jika libur nasional jatuh pada akhir pekan, atau Kamis, atau Selasa, pemerintah Indonesia mungkin akan mengumumkan adanya cuti bersama.

Apa Itu Cuti Bersama

Tahun 2018, Presiden Jokowi telahmenandatangani dekrit dan menambahkan tiga hari cuti bersama untuk Idul Fitri atau Lebaran. Setelah satu tahun bekerja, setiap karyawan berhak mendapat jatah cuti sebanyak 12 hari, di luar libur nasional.

Dampak Libur Nasional di Indonesia terhadap Bisnis

Seperti yang telah disampaikan, Indonesia terkenal akan banyaknya libur nasional setiap tahunnya. Libur nasional di Indonesia dapat membuat orang menghabiskan banyak uang, yang meningkatkan pendapatan pebisnis. Namun, ada juga tantangan yang dihadapi perusahaan

Kantor Pemerintah dan Bea Cukai

Pemrosesan visa, izin, lisensi, persetujuan dan aplikasi lainnya dihentikan sementara. Pengiriman atau pelepasan pengiriman ditunda. Oleh karenanya, waktu terbaik untuk mengajukan aplikasi adalah setidaknya satu minggu sebelum libur nasional atau sesudahnya.

Pegawai di kantor pemerintah di Indonesia sering menikmati libur yang lebih panjang dari pegawai lain. Selalu lebih baik untuk menghubungi kantor di muka untuk memastikan.

Pemilik Properti Tidak Tersedia

Kebanyakan pemilik ruang kerja dan kantor yang disewa oleh ekspat seringnya pergi berlibur saat libur panjang dan cuti bersama. Hal ini terlihat jelas saat libur Lebaran di mana penduduk Indonesia melakukan mudik ke kampung halaman untuk mengunjungi dan reuni dengan keluarga. 

Oleh karenanya, tertundanya persiapan kontrak, negosiasi atau perawatan tidak dapat dihindarkan saat pemilik properti atau lahan tidak ada di tempat.

Penurunan Produktivitas dan Efisiensi

Walaupun peritel besar mungkin memperoleh keuntungan saat libur nasional, peritel kecil lebih memilih untuk tutup saat libur. Ini karena kemungkinan adanya penurunan produktivitas dan efisiensi karena kurangnya tenaga kerja.

Penurunan produktivitas berakibat pada kemungkinan terjadinya perubahan jam kerja. Ini terjadi terutama saat bulan Ramadhan. Waktu istirahat makan siang menjadi lebih singkat dan jam kerja mungkin mulai lebih awal. Pilihannya tergantung pada karyawan. Ini berarti bahwa sebagian karyawan mungkin bekerja dari jam 7.30 pagi sampai 4 sore, sementara yang lain bekerja sesuai jam kerja biasa yaitu dari jam 8 pagi hingga 5 sore.

Biaya Lembur

Jika bisnis memilih untuk tetap beroperasi saat libur nasional, mereka setuju untuk membayar biaya lembur karyawan untuk hari-hari tambahan saat karyawan seharusnya tidak bekerja.

Ini biasanya dilakukan dengan membayar upah dua kali lipat berdasarkan jam kerja atau penalti.

Pemilu sebagai Libur Nasional

Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa pemilu yang tahun ini jatuh pada 27 Juni menjadi libur nasional, setelah libur panjang Lebaran.

Pemilihan gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dianggap sebagai pemilihan terpenting di Indonesia. Dalam upaya untuk menstandardisasi tanggal pemilihan di seluruh wilayah Indonesia, mulai 2027 pemerintah berencana untuk mengadakan pemilihan pada tanggal yang sama. Dengan demikian, penduduk Indonesia bisa mengharapkan lebih banyak libur nasional dari pemilihan daerah pada masa mendatang.

Pada 2019, libur nasional untuk pemilihan umum yaitu pemilihan presiden pada 17 April 2019.  

Tunjangan Hari Raya

Bisnis yang memiliki karyawan di Indonesia harus mengenal istilah Tunjangan Hari Raya (THR).

THR dibayarkan kepada karyawan oleh pemberi kerja di Indonesia satu tahun sekali sebagai dukungan finansial menjelang hari raya keagamaan.

Hari raya keagamaan meliputi Idul Fitri (untuk Muslim), Natal (untuk Katolik dan Kristen), Nyepi (untuk Hindu), Waisak (untuk Buddha) dan Tahun Baru Imlek (untuk Kong Hu Cu).

Menurut undang-undang Indonesia, pembayaran THR adalah mutlak dan harus dibayarkan berdasarkan agama karyawan.

Mengapa THR Penting

Indonesian menekankan pentingnya keberagaman agama dan masyarakat yang kolektif. Saat merayakan hari raya keagamaan, mereka menggunakan THR untuk menjaga budaya, tradisi, keluarga dan komunitas.

Hasilnya, THR berperan penting bagi keluarga Indonesia untuk dapat merayakan festival-festival keagamaan. Upacara dan perayaan akan sulit terwujud tanpa THR. 

Eligibilitas THR di Indonesia

Menurut UU No. 6/2016, karyawan yang dipekerjakan secara tetap maupun tidak tetap (karyawan lepas juga termasuk setelah revisi undang-undang) memiliki hak untuk menerima THR. 

Jika karyawan telah bekerja selama satu bulan penuh, ia juga berhak mendapatkan pembayaran THR. Layak untuk diingat bahwa eligibilitas THR tidak didasarkan pada kinerja karyawan.

Enam kepercayaan yang diakui pemerintah Indonesia dan dapat menerima THR adalah Islam, Hindu, Katolik, Kristen Protestan, Buddha dan Kong Hu Cu.

Konsekuensi Jika THR Tidak Dibayarkan

Jika pemberi kerja tidak mampu atau menunda pembayaran THR kepada karyawan, meskipun dalam situasi seperti mengalami kesulitan keuangan atau manajemen yang berantakan, apapun alasannya, pemberi kerja akan menghadapi konsekuensi.

  • Lima persen dari THR menjadi penalti untuk pembayaran yang terlambat. Pemberi kerja masih diwajibkan untuk membayarkan jumlah THR penuh bersama dengan penalti tanpa pengecualian.
  • Jika pemberi kerja mengalami kesulitan keuangan atau bangkrut, mereka harus mengajukan pengecualian 30 hari kepada Departemen Ketenagakerjaan sebelum hari libur nasional.

 

Melakukan outsource layanan penggajian dari penyedia pihak ketiga menjadi cara termudah untuk mematuhi peraturan di Indonesia, mengetahui pengaruh libur nasional di Indonesia terhadap bisnis Anda serta tunjangan hari raya. Hubungi kami dan dapatkan informasi lebih banya tentang layanan yang kami sediakan dan bagaimana kami dapat membantu Anda meningkatkan kinerja perusahaan Anda di Indonesia. Konsultan kami yang tersebar di Jakarta, Bali dan Semarang siap membantu Anda.