Tantangan Mendirikan Bisnis di Indonesia dan Cara Mengatasinya: Bagian II

Indonesia menonjol dimata investor dengan populasi dan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Mendirikan bisnis tidak semudah itu, berikut 5 alasannya

Sebagai negara yang perekonomiannya terbesar se-Asia Tenggara, Indonesia memiliki GDP sebesar USD888 juta dengan target pertumbuhan 5,2%. Laporan “Kemudahan Berbisnis 2017” menyebutkan bahwa negara kepulauan ini berada pada posisi ke-91 dari 189 negara.

Indonesia menarik perhatian para investor asing untuk berinvestasi. Belum lagi, Indonesia memiliki peluang pasar konsumen yang besar.

Akan tetapi, berbisnis di Indonesia tidak semudah yang Anda bayangkan, terutama dalam mendirikan dasar perusahaan. Berikut tantangan yang akan Anda hadapi:

1. Keterbatasan akan kepemilikan asing

berbisnis di indonesia

Peraturan Indonesia memang membatasi kepemilikan asing untuk mendirikan bisnis di Indonesia. Tetapi, hal tersebut tidak berarti WNA tidak memiliki kesempatan untuk mendirikan bisnis di Indonesia. Faktanya, terdapat beberapa ekspatriat yang sukses membangun bsinisnya di Indonesia.

Dengan strategi yang tepat, Anda dapat berinvestasi pada perusahaan yang Anda inginkan. Peraturan mengenai pembatasan kepemilikan usaha oleh investor asing tercatat dalam Daftar Negative Investasi (DNI). Tercatat dalam DNI jumlah investor asing yang membuka usaha di Indonesia. DNI juga mengatur persentase kepemilikan yang terhadap investasi asing.

Perihal bahasan yang tercatat dalam DNI terbagi menjadi beberapa kategori: Investasi tertutup untuk investor asing; Bisnis kecil dan sedang (Small Medium Enterprises – SME); Kemitraan dengan SME; Pembatasan Kepemilikan Asing; Penetapan lokasi; Membutuhkan Lisensi Khusus; 100% Kepemilikan Lokal; Kemepmilikan Asing.

Investor asing perlu memerhatikan DNI dengan kemungkinan terjadinya perubahan peraturan tiap tahunnya.

Cara Penanganan

  • Mendaftarkan usaha dalam bentuk PMA. Model ini akan menuntun Anda pada 100% kepemilikan asing (atau kurang dari 100% sesuai dengan DNI). Anda dapat membuka PMA jika jenis usaha Anda terbuka untuk investasi asing. Dengan PMA, Anda perlu memiliki rencana investasi sebesar IDR10 miliar (USD1 juta). Rencana investasi ini harus terpenuhi dalam kurun waktu 5 tahun. Di awal, Anda perlu membayarkan minimum modal 25% dari rencana investasi sebesar IDR2,5 milir (USD250,000) setelah perusahaan berdiri.
  • Mendirikan Kantor Perwakilan. Anda tidak perlu membayar modal atau investasi besar. Bentuk ini merupakan badan yang paling efisien dan mudah untuk dibangun. Akan tetap, Anda perlu mengingat bahwa kantor perwakilan hanya dapat melakukan kegiatan monitoring. Anda tidak dapat mencari keuntungan di Indonesia. Anda dapat mendirikan kantor perwakilan bila Anda telah memiliki perusahaan induk di luar.

2. Peraturan pemerintah yang kompleks

Untuk dapat sukses mendaftarkan produk Anda di Indonesia, Anda harus melewati beberapa peraturan dan perizinan pemerintah. Dengan tambahan, Anda harus memiliki principal license dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Beberapa dokumen yang perlu dilaporkan, sebagai berikut:

  • Surat domisili,
  • Nomor wajib pajak,
  • Izin dari Mentri Hukum dan HAM,
  • dll.

Anda perlu memantau segala peraturan yang berhubungan dimana pemerintah Indonesia selalui memperbaharui peraturan tersebut.

berbisnis di indonesia

Cara Penanganan

Sebagai penyedia jasa market-entry yang unggul di Indonesia, Cekindo dapat membantu Anda untuk tidak tertinggal perihal peraturan terbaru di Indonesia. Anda tidak perlu khawatir dengan peraturan Indonesia yang kompleks. Tim Cekindo, legal konsultan; pengacara; dan payroll, akuntansi, dan tim pajak profesional kami akan membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan bisnis Anda.

Untuk pertanyaan lebih lanjut bagaimana Cekindo dapat membantu Anda, dapat langsung menghubungi via email ke sales@cekindo.com.

Ref:

  • 2016.export.gov
  • gpa-global.org
  • uk.practicallaw.thomsonreuters.com
  • indonesia-investments.com

Contact Our Consultants

Mengingat konflik Rusia-Ukraina saat ini, untuk sementara kami tidak dapat memproses setiap permintaan yang datang dari Rusia.

Post Verificator

Verified by:​

Pandu Biasramadhan

Pandu is the Consulting Manager at Cekindo. He has extensive experience in working with government agencies. Notably, he has provided market-entry solutions for enterprises in Indonesia and managed regional partnership channels in Southeast Asia. At Cekindo, Pandu aspires to lead the consulting team to provide top-quality market-entry services and maintain a portfolio of global clientele. His specialty is market-entry advisory and business process outsourcing.