• en

Industri 4.0 di Indonesia: Tantangan dan Peluang

Industri 4.0 di Indonesia: Tantangan dan Peluang Review by tenissa.tjahjono on 2. 5. 2019 Company Registration in Indonesia, Market Research in Indonesia, Work Permit in Indonesia, Product Registration in Indonesia, Local Partner Selection in Indonesia, Trade Mission in Indonesia, Company Formation in Indonesia, Company Establishment in Indonesia, Company Set Up in Indonesia, Payroll Outsourcing in Indonesia, Tax Reporting in Indonesia, Medical Product Registration in Indonesia, Medical Device Registration in Indonesia, Cosmetic Registration in Indonesia, Food Supplement Registration in Indonesia.
Rated
Warning: rand() expects exactly 2 parameters, 1 given in /home/cekindob/public_html/cekindo.com/wp-content/themes/cekindo_2016/single.php on line 30

Roadmap “Membuat Indonesia 4.0” telah resmi diluncurkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekonomi negara secara substansial melalui implementasi teknologi manufaktur baru untuk sektor-sektor terpenting di Indonesia yang berkontribusi terhadap dua per tiga dari total hasil manufaktur negara pada 2017. Sektor ini termasuk otomotif, makanan dan minuman, elektronik, tekstil dan kimia. Mereka menjadi prioritas dalam roadmap tersebut.

Pemerintah optimis bahwa prakarsa ini akan menghasilkan transformasi besar, termasuk lebih banyak lapangan kerja di pasar Indonesia dan peningkatan ekspor. Presiden Joko Widodo juga meyakini bahwa implementasi ini akan mendorong Indonesia menjadi salah satu dari 10 ekonomi dunia terbesar pada 2030.

Artikel ini menyajikan wawasan tentang Industri 4.0 di Indonesia, termasuk tantangan dan peluang yang ada untuk mendukung ekonomi yang berkembang cepat ini.

Apa Itu Industri 4.0

Industri 4.0 adalah revolusi industri keempat dalam mentransformasi manufaktur dengan mengimplementasikan teknologi baru serta inovasi, terutama dalam teknologi digital, sistem siber-fisik dan biologi serta otomasi piranti keras.

Visi Industri 4.0 adalah untuk membuat pabrik pintar menjadi kenyataan dan benar-benar memanfaatkan manufaktur digital. Manufaktur digital diyakini menjadi digitalisasi end-to-end dalam sektor manufaktur dan akan menciptakan ekosistem di keseluruhan rantai pasok.

Saat ini, Industri 4.0 didukung oleh lima inovasi teknologi kunci: kecerdasan buatan, Internet of things (IOT), robot and teknologi sensor, interface manusia-mesin dan percetakan 3D.

Peran Industri 4.0 di Indonesia

Seluruh dunia saat ini bergerak menuju Industri 4.0 dan Indonesia juga bersiap-siap mengikuti tren baru ini.

Sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, sektor manufaktur mendominasi 20% PDB Indonesia apda 2017. Hampir satu dari lima jiwa di Indonesia bekerja di sektor ini. Oleh karenanya, jika Industri 4.0 sukses di Indonesia, negara ini akan melihat pertumbuhan PDB setidaknya sebesar 7% per tahun antara 2018 dan 20130; dan industri manufaktur akan berkontribusi sebesar 26% pada 2030.

Tantangan

Saat ini, Indonesia menghadapi kompetisi sengit dari negara-negara seperti Tiongkok, Vietnam dan Thailand. Tantangan lain masih ada tetapi pemerintah Indonesia telah menerapkan banyak strategi positif untuk memenuhi tujuan.

Ada empat tantangan utama sehubungan dengan Industri 4.0 di Indonesia, termasuk kapabilitas, masalah pendanaan, minimnya infrastruktur teknologi/digital dan pemasok sistem bagi Industri 4.0 serta regulasi dan kebijakan yang tumpang tindih dan memerlukan sinkronisasi lebih lanjut.

Untuk masalah pendanaan dan kapabilitas, sektor manufaktur bukan hanya membutuhkan suntikan dana segar, tetapi implementasi Industri 4.0 juga membutuhkan talenta asing dan teknologi untuk membantu meningkatkan kapabilitas dan kualitas industri domestik.

Sementara itu, sehubungan dengan minimnya teknologi dan pemasok sistem, banyak manufaktur yang belum bersemangat melakukan migrasi ke Industri 4.0. Selain itu, harmonisasi dibutuhkan untuk aturan dan kebijakan dan isu ini masih belum ditangani oleh pemerintah Indonesia.

Peluang

Peluang bagi Industri 4.0 di Indonesia terutama digerakkan oleh faktor demografi negara ini untuk satu dekade selanjutnya. Populasi besar di Indonesia memiliki lebih dari 100 juta pengguna ponsel pintar dan lebih dari 145 juta orang terhubung dengan Internet – keuntungan besar dalam realisasi Industri 4.0.

Menurut studi yang dilakukan McKinsey pada 2018, hampir 78% perusahaan Indonesia menyadari konsep Industri 4.0, hanya berada di belakang Vietnam (70%). Yang mengejutkan, negara-negara seperti Singapura, Malaysia dan Thailand memiliki tingkat kesadaran yang lebih kecil bila dibandingkan dengan Indonesia.

Dengan eksekusi yang tepat, pada 2025 Industri 4.0 diperkirakan berkontribusi sekitar USD 121 miliar terhadap PDB Indonesia. Percepatan ekonomi digital melalui Industri 4.0 mungkin membantu Indonesia menghasilkan hingga USD 150 miliar per tahun pada tahun 2025.

Siapkah Anda Memasuki Pasar Indonesia dan Mencicipi Kesukesan?

Dengan semua data dan statistik yang dipaparkan di atas, Indonesia tentu menjadi pasar yang menarik bagi setiap pengusaha asing. Meskipun ada tantangan tersendiri dalam berpacu dengan Industri 4.0, peluangnya harus Anda raih. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan wawasan penting tentang memasuki pasar Indonesia dan bagaimana Cekindo dapat membantu Anda melakukan inkorporasi bisnis di Indonesia.