• English
visa kerja indonesia

Izin Kerja bagi Warga Negara Asing di Indonesia

Orang asing yang ingin bekerja di Indonesia perlu memiliki izin kerja atau Visa kerja Indonesia. Penting untuk diketahui bahwa terkadang informasi online tentang aplikasi visa di Indonesia hanya akurat pada saat ditulis. Undang-Undang Imigrasi di Indonesia kerap berubah. Jadi, pastikan Anda terus memiliki informasi terbaru dari waktu ke waktu.

Artikel ini menyajikan tinjauan komprehensif mengenai visa kerja di Indonesia dan akan membantu perusahaan maupun perorangan, seperti karyawan dan pekerja lepas, untuk memahami persyaratan dan prosesnya.

Kesalahpahaman Umum Tentang Izin Kerja di Indonesia

Visa Kerja Indonesia: Izin Kerja vs. ITAS/KITAS

Banyak orang asing yang bingung dan menganggap bahwa izin kerja adalah Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS/ITAS). Sebenarnya, nama sesungguhnya untuk izin kerja adalah Pengesahan RPTKA karena melalui dokumen tersebut, otoritas imigrasi Indonesia akan menerbitkan Izin Kerja Anda.

Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) adalah dokumen yang merinci tugas tertentu, jabatan, dan lama kerja warga negara asing di Indonesia.

Pada Maret 2021, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Kemennaker) No. 8/2021 yang merevisi Peraturan Kemenaker No. 10/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Peraturan terbaru ini menetapkan bahwa persetujuan RPTKA sekarang menjadi dasar kewenangan untuk memberikan visa tinggal terbatas (VITAS). Setelah Anda menerima VITAS, imigrasi di Indonesia akan mengeluarkan izin tinggal terbatas Anda (KITAS/ITAS).

Pelajari Lebih Lanjut Mengenai KITAS/ITAS dan Izin Kerja di Indonesia

Izin Kerja vs. Visa Bisnis

Banyak orang tidak tahu perbedaan antara izin kerja dan visa bisnis di Indonesia. Baik Anda seorang arsitek, menghadiri konferensi bisnis di luar negeri atau adalah perusahaan yang mengirimkan staf ke luar negeri untuk menyelesaikan proyek, mengetahui visa mana yang dibutuhkan sangatlah penting.

Dua jenis visa yang umum digunakan untuk menjalankan bisnis di Indonesia adalah visa bisnis dan izin kerja, dan perbedaan terpenting dari kedua visa adalah:

  1. Visa bisnis adalah untuk urusan bisnis di Indonesia: seminar konferensi, pelatihan tak dibayar, dsb. Dan, visa ini tidak bisa digunakan untuk bekerja.
  2. Izin kerja digunakan untuk layanan yang dianggap sebagai tenaga kerja atau sejenis pekerjaan, dengan kompensasi berupa upah atau gaji.

Ini adalah cara umum untuk membedakan visa bisnis dan izin kerja di Indonesia. Jika Anda membutuhkan lebih banyak informasi, kami bisa memberikannya untuk Anda. Beritahu kami saja atau baca lebih banyak di sini: Visa Bisnis dan Izin Kerja di Indonesia.

Visa Kerja Indonesia: Persyaratan yang Perlu Anda Ketahui

Untuk Pemberi Kerja di Indonesia

Mengacu pada Pasal 3 Permenaker No.8/2021, pemberi kerja yang berhak mempekerjakan tenaga kerja asing antara lain:

  • Instansi pemerintah, badan internasional, dan perwakilan negara asing.
  • Perwakilan untuk perdagangan luar negeri, kantor berita, dan kantor perwakilan.
  • Perusahaan swasta asing
  • Badan hukum asing, seperti perseroan terbatas, yayasan, atau badan usaha lainnya yang terdaftar secara sah menurut hukum Indonesia.
  • Lembaga sosial, keagamaan, pendidikan, dan budaya.
  • Perusahaan manajemen hiburan
  • Atau badan usaha lain yang diizinkan oleh undang-undang untuk mempekerjakan tenaga kerja asing

Di bawah MOM Reg. 8/2021, perusahaan perseorangan yang dikenal dengan nama CV tidak boleh mempekerjakan tenaga kerja asing.

Untuk mendapatkan Pengesahan RPTKA, pemberi kerja yang memenuhi syarat harus menyerahkan seperangkat dokumen yang berisi informasi detail identitas pemberi kerja, alasan mempekerjakan TKA, rincian posisi yang akan dijabat oleh TKA dalam struktur organisasi, jumlah TKA, pekerja yang dipekerjakan dan panjang kontrak mereka, dan sebagainya.

Setelah diserahkan, Kemenaker akan meninjau semua dokumen dan melakukan studi kelayakan dan menerbitkan Pengesahan RPTKA.

Untuk Karyawan Asing

Peraturan Kemenaker No.8 2021 juga menentukan persyaratan umum bagi pekerja asing untuk mendapatkan izin kerja di Indonesia. Menurut peraturan tersebut, persyaratannya adalah sebagai berikut:

  • Anda memenuhi persyaratan latar belakang pendidikan dan memenuhi syarat untuk posisi tersebut.
  • Anda memiliki sertifikat kompetensi atau pengalaman kerja minimal lima tahun terkait dengan posisi tersebut.
  • Anda bersedia untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan keahlian ke mitra lokal.

Kendati demikian, perlu diingat bahwa terdapat posisi pekerjaan tertentu yang dilarang dijabat oleh pekerja asing. Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 349/2019, orang asing tidak berhak untuk bekerja dan mendapatkan izin kerja untuk posisi berikut:

  • Direktur Personalia
  • Manajer Hubungan Industrial
  • Manajer Sumber Daya Manusia
  • Pengawas Pengembangan Personalia
  • Pengawas Perekrutan Personil
  • Pengawas Penempatan Personil
  • Supervisor Pengembangan Karir Karyawan
  • Personil Menyatakan Administrator
  • Spesialis Personalia dan Karir
  • Spesialis Personalia
  • Penasihat Pekerjaan
  • Penasihat dan Konselor Pekerjaan
  • Mediator Karyawan
  • Administrator Pelatihan Kerja
  • Pewawancara Pekerjaan
  • Analis Pekerjaan, dan;
  • Spesialis Keselamatan Kerja

Proses Mendapatkan Visa Kerja di Indonesia

Proses mendapatkan izin kerja di Indonesia bisa melelahkan dan kesabaran adalah kuncinya. Berikut adalah proses umumnya:

  1. Perusahaan sponsor Anda menerima persetujuan dari Pengesahan RPTKA untuk proposalnya, dari Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia.
  2. Perusahaan sponsor Anda harus melalui proses pra Izin Kerja, dan akan diberitahu mengenai durasi Anda bisa tinggal dan bekerja di Indonesia.
  3. Pembayaran di muka sebesar USD 100/bulan yang akan dibayarkan untuk DKP-TKA.
  4. Dengan izin kerja yang telah disetujui, Anda kini dapat bekerja secara legal di Indonesia.
  5. Dengan izin kerja Anda, imigrasi di Indonesia akan mengeluarkan VITAS untuk Anda.
  6. Anda harus mengubah VITAS Anda menjadi KITAS saat tiba di Indonesia.

Pengecualian

Pengesahan RPTKA tidak lagi diperlukan bagi direksi dan komisaris asing dengan kepemilikan saham tertentu dalam perseroan.

Pengesahan RPTKA juga dikecualikan bagi orang asing yang melakukan kegiatan diplomatik dan konsuler, dipekerjakan oleh pemberi kerja lokal untuk kegiatan darurat, serta kegiatan vokasional untuk perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi Indonesia.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pengecualian untuk startup ini hanya berlaku selama tiga bulan, setelah itu perusahaan harus mengajukan Persetujuan RPTKA.

Masa Berlaku Visa Kerja di Indonesia

Masa berlaku izin kerja di Indonesia berkisar antara satu hingga 12 bulan, tergantung jenis industri yang mempekerjakan Anda, atau jenis Pengesahan RPTKA yang didapat dari perusahaan sponsor. Berikut jenis izin kerja di Indonesia beserta masa berlakunya:

Izin Kerja Mendesak

Izin kerja ini memiliki masa berlaku 1 bulan dan dikeluarkan untuk pekerjaan yang mendesak dan perlu dilakukan segera, untuk menghindari konsekuensi terhadap perusahaan sponsor atau masyarakat.

Izin Kerja Sementara

Dengan masa berlaku antara 2 hingga 6 bulan, izin kerja sementara berlaku bagi orang asing untuk industri seperti perdagangan, jasa dan konsultan. Izin kerja ini juga berlaku untuk tenaga kerja asing dalam sektor-sektor seperti perawatan (maintenance) dan pemasangan mesin.

Izin Kerja Jangka Panjang

Juga dikenal sebagai izin kerja normal, izin kerja ini sah untuk 7 hingga 12 bulan bagi ekspatriat yang berada di level manajemen yang lebih tinggi, seperti manajer, direktur dan komisaris.

Sanksi jika Tidak Memiliki Izin Kerja

Dengan adanya kebingungan dalam membedakan izin kerja dan visa kerja, beberapa orang asing atau investor mungkin membuat keputusan yang salah. Khusus untuk direktur atau anggota dewan dari sebuah perusahaan di Indonesia, Anda harus mendapatkan izin kerja untuk tinggal dalam waktu yang cukup lama.

Sengaja atau tidak, tak mengantongi izin kerja merupakan sebuah pelanggaran yang serius terhadap undang-undang imigrasi di Indonesia.

Pengusaha yang tidak mematuhi kebijakan izin kerja Indonesia akan dikenakan denda Rp36 juta.
Tenaga kerja asing yang tinggal dan bekerja di Indonesia tanpa izin kerja dapat dikenakan denda Rp 500 juta dan juga dapat menghadapi hukuman 5 tahun penjara, menurut undang-undang keimigrasian Indonesia.

Untuk menghindari situasi ini, selalu berkonsultasi dengan agen visa Indonesia untuk rincian dan versi terbaru dari undang-undang imigrasi.

Percayakan Urusan Kemigirasian di Indonesia kepada Cekindo

Proses aplikasi izin kerja di Indonesia bisa menjadi rumit karena masalah-masalah tak terduga. Cekindo memiliki tim spesialis yang dapat membantu Anda dan membuat seluruh prosesnya menjadi lebih mudah. Hubungi kami sekarang juga melalui form di bawah ini.

Hubungi Konsultan Kami