Jenis Asuransi dan Jaminan Sosial (BPJS) di Indonesia

Jenis Asuransi dan Jaminan Sosial (BPJS) di Indonesia

  • InCorp Editorial Team
  • 24 November 2023
  • 8 minute reading time

Semua penduduk Indonesia, termasuk ekspatriat yang telah menetap di Indonesia selama 6 bulan atau lebih, harus memiliki BPJS Kesehatan. Jenis BPJS ini diproses sendiri oleh perorangan. Namun, jika Anda bekerja di perusahaan, baik perusahaan lokal maupun asing, Anda juga akan mendapatkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, yang disediakan oleh perusahaan untuk melindungi semua karyawannya. Selain BPJS (BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan), ada juga jenis asuransi lain yang bisa Anda miliki.

Dalam artikel ini, kami akan membahas semua jenis BPJS dan asuransi yang ada di Indonesia secara spesifik.

Jenis BPJS: Kesehatan dan Ketenagakerjaan

BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bersifat wajib. Siapa saja yang tinggal di Indonesia dan bekerja di perusahaan harus memiliki dua jenis BPJS. Fungsinya keduanya berbeda. Penjelasan umum mengenai kedua BPJS dijelaskan sebagai berikut:

BPJS Kesehatan

Sesuai namanya, jenis BPJS ini memberikan beberapa perlindungan kesehatan kepada pemiliknya, seperti:

Layanan Kesehatan Dasar

Dengan layanan ini, Anda bisa memilih dokter atau klinik jika Anda membutuhkan layanan kesehatan dasar (untuk pemeriksaan kesehatan kapan pun Anda sakit). Anda juga bisa memilih dokter gigi yang Anda inginkan. Anda bisa menghubungi dokter atau klinik kapan pun.

Layanan Kesehatan Lanjutan

Jika klinik Anda tidak bisa memberikan layanan kesehatan lebih lanjut, mereka akan menandatangani surat rujukan sehingga Anda bisa mendapatkan perawatan khusus dengan dokter spesialis atau di rumah sakit yang lebih besar.

Layanan Rawat Inap

Jika tindak lanjut diperlukan, sehingga Anda harus dirawat inap, Anda bisa menggunakan layanan ini.

Baca juga: Hal Penting yang Harus Anda Ketahui tentang Sistem Payroll di Indonesia

Ada Berapa Kelas BPJS Kesehatan?

Hingga tahun 2023, BPJS Kesehatan memiliki tiga kelas, yaitu kelas I, kelas II, dan kelas III. Kelas-kelas tersebut dibedakan berdasarkan fasilitas dan layanan yang diberikan.

  • Kelas I adalah kelas tertinggi di BPJS Kesehatan. Kelas ini memiliki fasilitas yang paling lengkap, seperti kamar rawat inap yang luas dan nyaman, televisi, AC, dan kamar mandi dalam. Peserta kelas I juga mendapatkan layanan kamar mandi pribadi, makanan 3 kali sehari, dan laundry.
  • Kelas II memiliki fasilitas yang lebih sederhana dibandingkan kelas I. Kelas ini memiliki kamar rawat inap yang lebih kecil, tidak ada televisi, dan kamar mandi bersama. Peserta kelas II juga mendapatkan layanan kamar mandi bersama, makanan 3 kali sehari, dan laundry.
  • Kelas III adalah kelas terendah di BPJS Kesehatan. Kelas ini memiliki fasilitas yang paling sederhana, seperti kamar rawat inap yang sempit, tidak ada televisi, dan kamar mandi bersama. Peserta kelas III juga mendapatkan layanan kamar mandi bersama, makanan 3 kali sehari, dan laundry.

Pada tahun 2023, pemerintah berencana menghapus kelas-kelas BPJS Kesehatan dan menggantinya dengan kelas rawat inap standar (KRIS). KRIS akan memberikan layanan yang sama kepada seluruh peserta BPJS Kesehatan, tanpa memandang kelasnya.

Pemerintah menargetkan implementasi KRIS secara penuh pada tahun 2025. Namun, sebelum KRIS diterapkan secara penuh, pemerintah akan terlebih dahulu menerapkan standarisasi ruang rawat inap kelas 3 di seluruh rumah sakit. Standarisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh peserta BPJS Kesehatan, termasuk peserta kelas 3, mendapatkan layanan yang layak.

Ingatlah bahwa BPJS ini tidak mencakup perawatan medis lanjutan, seperti operasi jantung dan beberapa prosedur perawatan gigi lanjutan. Jika Anda menginginkan layanan lebih banyak, milikilah asuransi kesehatan mandiri yang biayanya Anda tanggung sendiri.

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS ini wajib untuk semua perusahaan. Artinya, jika Anda memiliki perushaaan, Anda harus mendaftarkan semua karyawan Anda untuk mendapatkan BPJS ini. Jika Anda bekerja di sebuah perusahaan di Indonesia, perusahaan Anda harus menyediakan layanan sampai Anda mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Tapi, jika Anda adalah pekerja lepas dan ingin memiliki BPJS Ketenagakerjaan, Anda bisa mendaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan mandiri.

Jika Anda memiliki Kartu BPJS Ketenagakerjaan, Anda akan mendapatkan perlindungan dasar untuk:

  1. JHT (Jaminan Hari Tua). Perlindungan ini akan memberikan Anda manfaat begitu Anda meninggalkan perusahaan. Biasanya, Anda akan mendapatkan manfaat maksimum jika Anda telah bekerja selama 10 tahun atau lebih di perusahaan yang sama.
  2. JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja). Jika Anda mengalami kecelakaan saat bekerja di perusahaan, Anda akan menerima kompensasi untuk luka atau perawatan medis.
  3. JK (Jaminan Kematian). Sesuai namanya, Anda akan mendapatkan manfaat ini jika Anda meninggal saat bekerja di perusahaan.
  4. JP (Jaminan Pensiun). Jika Anda telah mencapai usia pensiun, Anda akan menerima sejumlah kompensasi dari perlindungan jenis ini.

Pembayaran bulanan untuk program ini adalah tanggung jawab perusahaan dan Anda sebagai pemegang kartu. Berdasarkan peraturan, kedua pihak harus membayar BPJS berdasarkan jenis perlindungan dan berapa besar gaji Anda setiap bulannya. Jika Anda adalah anggota mandiri, Anda harus membayar biaya bulanannya sendiri.

Baca lebih lanjut: Apa Itu Wajib Lapor Ketenagakerjaan dan Perusahaan Mana yang Wajib Melakukannya?

Jenis Asuransi Lainnya di Indonesia

Jika Anda membutuhkan perlindungan ekstra, ada banyak perusahaan asuransi independen yang bisa Anda pilih. Di bagian ini, kami akan menjelaskan jenis-jenis asuransi di Indonesia.

Asuransi Jiwa

Asuransi ini memberikan manfaat jika Anda meninggal. Manfaat akan diberikan kepada ahli waris setelah Anda meninggal. Namun, beberapa perusahaan asuransi membolehkan Anda mengklaim asuransi Anda sebelum Anda meninggal. Jika Anda melakukannya, jumlah uang yang Anda terima biasanya tidak sebanyak yang didapat oleh ahli waris setelah Anda meninggal.

Asuransi Kesehatan

Jika Anda sudah memiliki BPJS Kesehatan tetapi Anda menginginkan perlindungan lebih, Anda bisa mendaftar untuk mendapatkan asuransi kesehatan mandiri. Jenis asuransi ini akan memberikan Anda perlindungan ekstra jika Anda sakin atau atau menjalani prosedur medis tertentu. Pastikan Anda memahami jenis prosedur medis apa saja yang ditanggung oleh asuransi dan berapa uang ganti rugi untuk rawat inap di rumah sakit.

Asuransi Kendaraan

Anda juga bisa mengasuransikan kendaraan bermotor. Asuransi ini akan melindungi kendaraan seandainya terjadi kecelakaan di jalan, insiden akibat huru-hara, bencana alam, kendaraan dicuri, dsb. Pastikan Anda tahu pasti jenis kecelakaan atau insiden seperti apa yang ditanggung asuransi sebelum Anda memutuskan untuk membeli asuransi.

Asuransi Rumah dan Properti

Jika Anda memiliki properti, baik properti dan bangunan pribadi maupun perusahaan, Anda bisa mendaftar asuransi ini untuk melindungi properti dari kerusakan yang mungkin terjadi pada masa mendatang. Bacalah semua pasal di dalam perjanjian karena hal ini sangat penting. Anda tahu pasti dalam keadaan seperti apa rumah atau properti Anda akan mendapat ganti rugi.

Asuransi Pendidikan

Jika ada anggota keluarga Anda yang masih menjalani pendidikan di sekolah, jenis asuransi ini sangat direkomendasikan. Asuransi ini memberikan mereka perlindungan untuk melanjutkan kuliah hingga ke tingkat universitas.

Asuransi Perjalanan

Jenis asuransi ini adalah asuransi jangka pendek yang melindungi pemilik asuransi saat sedang bepergian, dari saat ia berangkat hingga ia kembali.

Pelajari lebih lanjut: Cara Sukses Memperkerjakan Karyawan di Jakarta

7 Tips Memilih Asuransi yang Tepat

Berikutnya, ini beberapa tips untuk memilih asuransi yang tepat.

Pilih Agen Asuransi yang Tepat

Pilihlah perusahaan atau agen asuransi yang tepat. Sangat disarankan untuk melakukan riset mendalam untuk beberapa jenis agen atau perusahaan asurnasi. Bandingkan semuanya sehingga Anda mengetahui sisi negatif dan positif dari masing-masing asuransi yang mereka tawarkan. Jangan lupa untuk membaca ulasan pelanggan.

Pilih Jenis Asuransi sesuai Kebutuhan

Pilihlah jenis asuransi yang benar-benar Anda butuhkan. Ingatlah bahwa BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bersifat wajib.

Pilih Produk Asuransi yang Berlisensi AAJI

Pastikan produk asuransi yang Anda pilih memiliki lisensi AAJI, lisensi yang terdaftar secara resmi untuk dimiliki perusahaan atau agen asuransi. Jika perusahaan tidak bisa menunjukkan lisensi AAJI-nya, sudah pasti bahwa produk asuransi mereka tidak resmi.

Ketahui Kemampuan Finansial Anda

Sifatnya sebagai iuran rutin dengan klasifikasi tersendiri membuat Anda harus cermat dalam memilih layanan BPJS Kesehatan. Untuk itu, Anda perlu memahami dengan baik kemampuan finansial secara menyeluruh. Jangan sampai menjadi beban di kemudian hari.

Pertimbangkan Batas Negara

Sehubungan dengan asuransi kesehatan, ada beberapa produk yang mengizinkan Anda melakukan prosedur medis di luar negeri dan Anda akan mendapat biaya ganti rugi. Namun, jenis arusansi ini mewajibkan Anda membayar uang pertanggungan yang lebih banyak, sehingga Anda harus berpikir secara matang apakah Anda benar-benar membutuhkannya atau tidak.

Ketahui lebih lanjut: Syarat Program BPJS Karyawan di Semarang

Pilih Produk Asuransi dengan Klaim Termudah

Beberapa asuransi kesehatan menawarkan sistem penerimaan manfaat dalam bentuk non tunai (mereka yang akan langsung membayar biaya rumah sakit), sementara yang lain menyediakan uang penggantian (Anda harus membayar sendiri terlebih dahulu). Pilihlah yang lebih cocok untuk Anda.

Menggunakan Layanan Pihak Ketiga yang Netral

Anda bisa menggunakan bantuan ini jika Anda bingung dengan peraturan dan kausal produk asuransi atau memiliki keterbatasan dalam bahasa untuk berkomunikasi dengan perusahaan asuransi mengenai kebutuhan Anda. Pastikan pihak ketiga ini adalah pihak yang Anda percaya dan memiliki reputasi baik. Lakukan riset terlebih dahulu untuk menemukan pihak ketiga ini.

Urus BPJS Karyawan dengan Mudah bersama InCorp

Tim profesional InCorp akan dengan senang hati membantu Anda mendaftar asuransi di Indonesia. Anda tidak perlu terbebani dengan urusan asuransi pribadi maupun perusahaan. Kami akan membantu Anda mengurus asuransi pribadi dan asuransi perusahaan yaitu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk Anda dan/atau karyawan untuk perlindungan Anda.

Pandu Biasramadhan

Senior Consulting Manager at InCorp Indonesia

An expert for more than 10 years, Pandu Biasramadhan, has an extensive background in providing top-quality and comprehensive business solutions for enterprises in Indonesia and managing regional partnership channels across Southeast Asia.

Get in touch with us.

Lead Form

Disclaimer: The information is provided by PT. Cekindo Business International (“InCorp Indonesia/ we”) for general purpose only and we make no representations or warranties of any kind.

We do not act as an authorized government or non-government provider for official documents and services, which is issued by the Government of the Republic of Indonesia or its appointed officials.

We do not promote any official government document or services of the Government of the Republic of Indonesia, including but not limited to, business identifiers, health and welfare assistance programs and benefits, unclaimed tax rebate, electronic travel visa and authorization, passports in this website.

Frequent Asked Questions

Ada banyak, tetapi beberapa yang paling penting adalah pengurangan biaya (tidak perlu membangun tim internal), kepatuhan (Indonesia terkenal dengan peraturan penggajian yang terus berubah) dan fokus bisnis terhadap inti (penggajian adalah operasi bisnis yang tidak menghasilkan keuntungan).

Banyak, di antaranya Neraca Saldo, Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Ya. Pelaporan pajak bulanan dan tahunan tetap wajib dilakukan. Jika badan usaha anda tak melakukan aktivitas bisnis apapun, maka nilai pajak tertanggung sama dengan nol.

Ya, akan tetapi penghitungannya berbeda. Pegawai lokal yang memiliki NPWP harus membayar pajak penghasilan berdasarkan tarif progresif setelah dikurangi pajak penghasilan tidak kena pajak. Pegawai asing dengan NPWP harus membayar pajak penghasilan berdasarkan perhitungan antara masa kerja dalam satu tahun (setelah 183 hari).

Jaminan Kesehatan dan Jaminan Sosial (BPJS) di mana sebagian akan ditanggung oleh perusahaan dan sebagian lain oleh karyawan. Kewajiban lainnya adalah terkait pemotongan pajak yang mana persentase dan jenisnya bervariasi.